Sebuah Perjalanan ke Taiwan — Personal Notes
Tainan, Februari 2026
Sebuah Perjalanan ke Taiwan — Personal Notes
Photo by Timo Volz on Unsplash
Tainan, Februari 2026
Saya masih belum sepenuhnya menyangka kalau saya, hari ini, sudah berada di negeri orang. Semuanya terjadi agak tiba-tiba — saya lulus, diterima S2, lalu selang 3 bulan kemudian berangkat ke Taiwan. Sejujurnya, perjalanan ini tidak pernah ada dalam rencana hidup saya. Hanya saja, jika Tuhan berkehendak begitu, saya bisa dan mau apa? Mungkin, Tuhan menitipkan hikmah-Nya di balik perjalanan saya kali ini.
Jika ditanya, apakah saya siap? jujur saja: tidak. Saya tidak pernah siap, walaupun saya sudah mengusahakan untuk menyiapkan semuanya, sebisanya. Banyak kekhawatiran berputar di kepala, utamanya mengenai pembiayaan, administrasi, dan banyak lagi hal lain yang cukup mengganggu pikiran saya akhir-akhir ini. Pertanyaan mengenai, “Apakah tabungan yang saya bawa cukup?”, “Apakah persyaratan yang saya siapkan sudah cukup?”, dan “Saya harus apa setelah ini?”, tidak pernah menghasilkan jawaban yang memuaskan. Mungkin, saya harus bersabar lebih banyak lagi untuk beberapa bulan ke depan.
Sebagai salah satu langkah untuk menguraikan isi pikiran sekaligus membantu beberapa orang yang ingin mengikuti langkah saya, barangkali apa yang saya tulis di sini dapat membantu. Mungkin sedikit-sedikit, mungkin saja banyak. Saya harap, siapa pun yang mengikuti jejak saya nanti, dapat melakukannya dengan jauh lebih baik daripada saya dan tidak mengulangi kekonyolan dan kesalahan yang saya buat selama prosesnya.
Bagian 1. Pendaftaran S2
Bagian ini adalah bagian paling awal dan sebetulnya paling sederhana dari seluruh rangkaian prosesnya. Saya bisa bilang, untuk saya tahapan ini tidak pernah saya khawatirkan. Memang nothing to lose saja sih saya waktu itu, diterima ya syukur tidak pun tidak apa-apa. Kalau gagal, tinggal melanjutkan hidup saja kan? Nyatanya, saya malah berhasil di tahap ini dan akan kerepotan menjalani sisanya :)
Saya akan jelaskan dikit mengenai prosesnya.
Di kampus saya, National Cheng Kung University (NCKU) Taiwan, pembukaan pendaftaran untuk S2 dan S3 biasanya dilakukan di dua waktu, yaitu Fall (Semester Ganjil) dan Spring (Semester Genap). Kebetulan, saya apply di semester genap/spring karena berdekatan dengan waktu saya lulus S1 kemarin. Jadi secara teknis, saya tidak sempat bernapas lega dulu, langsung pontang panting bekerja dan menyiapkan untuk pendaftaran ini.
Dokumen yang disiapkan yaitu: (1) Declaration Form, (2) Ijazah, (3) Transkrip, (4) Recommendation Letter, (5) Financial Statement, (6) Identity Card (Paspor), (7) Sertifikat Keahlian Bahasa, (8) Supporting Document, (9) Study Plan, (10) Autobiography.
Saya jelaskan satu persatu:
- Declaration Form. Hal ini tidak usah dipikirkan, sudah ada template nya di web pendaftaran, tinggal print dan tandatangan, beres!
- Highest Degree Diploma. Ijazah S1 anda pokoknya. Asalkan asli (loh, emang ada yang ijazahnya palsu?), saya yakin aman saja terlepas dari apapun almamater beserta kualitasnya. Kalau belum punya ijazah, centang kolom “has not received the diploma”, atur tanggal perkiraan dapat ijazah, dan sementara kolom ini diisi Surat Keterangan Lulus (SKL) saja dulu.
- Highest Degree Transcript. Mirip dengan ijazah, yang penting asli. Kalau sudah wisuda, upload saja transkrip asli berbahasa Inggris, sudah disediakan kok dari kampus dalam dua bahasa. Gak perlu khawatir soal ini. Oh ya, kalau belum wisuda, pakai saja transkrip sementara, usahakan nilai TA sudah masuk ya. Apakah perlu ttd Ketua Jurusan dan Dekan/Wakil Dekan? Seingat saya tidak kalau di tahap ini, walaupun kalau ada ya lebih diutamakan.
- Recommendation Letter. Ini relatif mudah. Jadi tinggal kalian bikin saja template surat yang disesuaikan dengan universitas atau instansi masing-masing (jika ada), atau dari web pendaftaran. Kalau tidak ada, berarti bebas, selesai! Isinya sesuaikan dengan hubungan antara kalian dengan pemberi rekomendasi, misalnya dosen-murid, dosbing-mahasiswa bimbingan, dll. Buat dari sudut pandang dosen pemberi rekomendasi, pastikan memuat alasan kenapa kamu direkomendasikan beliau, lalu kalau sudah tinggal print dan minta ttd beliau-beliau ybs.
- Financial Statement. Ini susah! Saya kasih gambaran saja, di tahap ini harus ada rekening penjamin dengan nilai deposit US$4000 di satu rekening, bisa dibilang kurang lebih 67–70 jt. Diusahakan dari keluarga sendiri agar bisa sekalian diurus buat visa nanti (oh iya untuk visa ada syarat seperti ini juga, tapi lebih sulit karena deposit nya harus senilai 67–70 jt yang mengendap di rekening selama 6 bulan berturut-turut dan harus ada ikatan keluarga terutama keluarga kandung). Di tahap ini bisa dijaminkan dosen, sih. Tapi saran saya, cari keluarga yang mampu secara finansial, hubungi mereka, lalu bilang perlu rekening koran mereka untuk daftar S2. Bilang ke mereka kalau kita tidak minta uang mereka, tapi hanya buat syarat saja. Kalau sudah ada, langsung pergi ke bank untuk buat bank statement yang isinya menyatakan kalau pemilik rekening menjamin kalian untuk pembiayaan selama studi di Taiwan. Ingat, ini syarat saja, walaupun kalau beneran dijamin sih syukur ya wkwkwk. Saya dulu dijaminkan dosen pembimbing, tapi tetap susah di visa karena beliau tidak memenuhi syarat (bukan keluarga).
- Identity Card. Ini mudah, anda tinggal bikin paspor di imigrasi terdekat. Biayanya seingat saya Rp600.000 atau Rp650.000 untuk paspor masa berlaku satu tahun. Syaratnya tinggal bawa KTP, KK, dan Ijazah/Akta kelahiran. Jangan lupa install aplikasi M-Paspor dan isi datanya, lalu kalian rebutan booking jadwal ke imigrasi sama orang lain. Kuotanya terbatas, jadi pastikan kalian cek terus waktu pembukaannya. Biasanya sih sepengalaman saya, kuota nya dibuka tiap hari kerja terakhir di setiap bulan (misalnya senin-jumat minggu ke-4 atau ke-5 tiap bulannya). Cek aja terus biar gak keduluan orang, penuh terus soalnya. Oh iya, jangan lupa bawa sertif kebahasaan juga, misalnya hasil tes TOEFL. Tips saya, bilang saja mau studi ke Taiwan dan baru mau daftar, biasanya nanti acc kok, dengan catatan bakal ada surat pernyataan izin orang tua. Nanti akan disuruh upload dokumen yang tertinggal via WA Imigrasi kok, gausah khawatir. Biasanya jadi sekitar 5 hari kerja, jadi setelah aplikasi selesai, balik lagi ke imigrasi buat bawa paspor yang udah jadi.
- Languange Proficiency Certificate. Buat saya sih mudah juga. Tinggal daftar ke institusi resmi yang melayani TOEFL ITP. Kalau dulu saya pakai TOEFL ITP ya, bukan TOEFL IBT karena mahal, kuotanya terbatas, dan harus ke Jakarta. Sebagai catatan, saya sudah terbiasa pakai bahasa Inggris sejak SMA, jadi saya tidak banyak belajar dan Alhamdulillah lolos. Jadi, gausah tanya tips ini ke saya, saya juga gak ngerti wkwkwk. Murah kok ini, cuma Rp600.000 per sekali tes. Nanti kalau hasilnya sudah selesai, bakal dikabari oleh institusinya untuk diambil. Apakah syarat ini ketat? Mungkin besar-besaran nilai ada sih pas proses seleksi, tapi aslinya syarat nilai minimumnya gak gede kok. Berapa? saya gak tahu, di zaman saya kalau tidak salah gak ada batas minimum, mungkin yang daftar fall 2026 yang mengerti.
- Supporting Document. INI KUNCINYA. Minimal punya accomplishment kayak pernah publish paper, ngerjain project besar, dsb biar punya bobot yang lumayan di antara para pendaftar. Sejujurnya, bagian ini bebas, disesuaikan dengan pencapaian yang kalian punya dan mau kalian promosikan saja. Intinya, pinter-pinter dagangin potensi diri aja di sini.
- Study Plan. Sejujurnya, saya ikut template punya dosen saya sih wkwkwk. Saya gabisa bicara banyak di sini, tapi intinya ya buat saja rencana studi kalian mau gimana, bebas kok gada aturan ketat mesti pakai format apa dll. Asal kreatif dan masuk akal aja.
- Autobiography. Bagian ini krusial juga sebenarnya. Bisa dibilang, bagian ini namanya curriculum vitae (CV). Di bagian ini tidak ada template juga, alias bebas aja terserah kalian mau formatnya gimana. Tapi saya dulu pakai cv format narasi, bukan ATS. Jadi dijelasin aja kalian ini siapa, dari mana, apa yang kalian kerjain selama kuliah, dan minat kalian di departemen yang didaftarin ini gimana.
Seingat saya, tahapannya begitu sih. Gampang gampang susah sebenarnya, tapi masih achievable kok.
Santai, tarik napas dulu, kita lanjut bahas visa yang lebih melelahkan lagi.
Total Biaya: Rp600.000 + Rp650.000 = Rp1.250.000
Waktu: saya agak lupa, sekitar 3 bulan sampai submit.
Bagian 2: VISA
Bagian ini sederhana sebenarnya, tapi yang buat susah ini cuma soal FINANCIAL STATEMENT. Sebagai catatan, saya pakai jasa agen karena malas kalau harus bolak-balik Tasik/Banjar ke Jakarta. Iklan sedikit, saya pakai agen namanya SPUN (https://spun.global/en/visa/380-taiwan-student-visa?currency=IDR). Memang MAHAL sih, tapi kerjanya oke kok. Mudah, responsif, dan tepat waktu. Saya dulu bayar agen saja dapat sekitar Rp2.3jt-an kalau tidak salah. Tapi worth it kok, karena ya kita santai-santai saja, tinggal ikuti instuksi mereka dan ikuti prosesnya.
Soal visa ini, syaratnya masih mirip dengan pas pendaftaran kemarin, bisa kalian lihat di “Persyaratan Visa Studi/Pelajar Taiwan” di web TETO. Karena saya pakai agen, jadinya lebih sederhana, hanya beda di syarat Kartu Keluarga (KK), hasil Medical Check-Up dengan keterangan passed, LoA, FINANCIAL PROOF, dan bukti kalau sudah dapat beasiswa (proof of scholarship). Ingat, daftar visa WAJIB ADA LOA. Jadi tunggu saja dapat LoA yang asli dikirim dari Taiwan. Sabar saja, biasanya LoA ini didapatkan 2–3 minggu setelah pengumuman untuk LoA digital, lalu lanjut menunggu LoA cetak dari Taiwan yang dikirim pada hari yang sama ke alamat kalian di Indonesia, biasanya sekitar 2 minggu. Ya siapkan saja 4–5 minggu untuk tahap ini, buruknya ya 6 minggu deh. Pokoknya segitu.
Saya jelaskan dari yang paling sulit ke yang paling mudah ya. Pertama, financial proof, kalian harus siapkan anggota KELUARGA, kalau bisa keluarga inti (yang satu KK). Kalau tidak ada, intinya keluarga yang hubungannya bisa dibuktikan dengan KK. Dalam case saya, saya pinjam rekening bibi (adik dari ayah) saya yang punya saldo sekitar 100jt an yang mengendap lebih dari 6 bulan terakhir. Misalnya, KK Bibi saya dan KK saya nanti digunakan sebagai bukti hubungan kekeluargaan. PERHATIKAN, INI PENTING. SALDO DARI REKENING YANG DIPILIH HARUS MENGENDAP SELAMA 6 BULAN BERTURUT-TURUT, TIDAK BOLEH KURANG, DAN HARUS LEBIH DARI MINIMAL USD4000. Syarat ini paling sulit, dan harus disiapkan sejak awal karena kalau tidak ada, kemungkinan besar visa nya ditolak. Jadi harus sangat hati-hati di tahap ini. Ini cukup rekening koran ya, tidak usah bank statement juga. Biaya cetaknya murah sih, cuma saldo nya itu loh yang bikin pening. KALAU BISA YA, UANG SENDIRI DI REKENING SENDIRI, DAN JUMLAHNYA >USD4000. KALAU GABISA YAUDAH, IKUT STEP DI ATAS AJA.
INI PENTING JUGA, SIAPKAN UANG YANG BESAR UNTUK BIAYA-BIAYA ADMINISTRASI DAN TALANGAN SEBELUM BEASISWA TURUN. Detailnya akan saya jelaskan kemudian.
Kedua, MCU. Ini kalian harus cari tempat MCU yang ditunjuk TETO. Ini harus yang ditunjuk TETO ya, kalau tidak ya tidak bisa dipakai. Saya tes MCU di Lab An-Nur Cilacap. Oke kok fasilitasnya, cuma ramai sama TKI & TKW saja. Untuk di tahap ini, kalian harus siapkan uang Rp1.325.000 untuk MCU dan vaksin MMR, terus ongkos pergi ke Cilacap nya juga. Jangan lupa puasa setidaknya 8 jam sebelum tes, atau setidaknya minum air putih saja deh biar lolos MCU. Selain itu, kurangi rokok dan gula-gula dulu, serta rajin olahraga biar hasil tesnya bagus.
Proses pengerjaan visa ini kalau tidak salah 7–9 hari di SPUN. Jadi, sebaiknya masukkan periode visa ini juga ke rencana pengurusan administrasi ke Taiwan. Bisa lebih lama kalau kalian pakai agen yang skill issue atau TETO nya lagi nyebelin.
Oh iya, kalau kalian pakai SPUN, pertimbangkan juga ongkos kirimnya karena MUAHAL BANGET. Saya kirim ke Yogyakarta dapat 80–90rb, Banjar 70–80rb, dan Tangerang 60–70rb. Ya segitu lah pokoknya karena mereka TIDAK MAU PAKAI POS, cuma mau pakai ekspedisi yang mereka tunjuk saja.
Biaya: Rp2.290.000 (agen) + Rp1.325.000 (MCU) + (Rp60.000 + Rp70.000 + Rp80.000 + Rp16.000=Rp226.000) kirim dokumen= Rp3.841.000
Biaya waktu: 5 minggu (s.d diterima LoA cetak), 7–9 hari (s.d diterima pengajuan visa). Total 5–7 minggu.
Bagian 3: Legalisir Ijazah ke Kemenkum, Kemenlu, dan TETO.
Legalisir ijazah penting dan diperlukan untuk enrollment nanti. Bagian ini sederhana sebenarnya, tapi bikin pusing juga. Saya pakai jasa agen juga di tahap ini, tapi bukan SPUN. Sebagai catatan, saya punya penilaian personal untuk tidak merekomendasikan agen ini, jadi kalian mending cari sendiri aja. Harga agen ini 1.8jt, sebetulnya mereka responsif dan ramah sih, tapi saya sebal karena mereka tidak bisa pegang janji dan sering berubah komitmen nya di tengah proses, juga kerjanya agak lambat (mungkin karena instansi-instansi yang dituju pada lelet juga sih, jadi bukan salah mereka 100%). Buat saya, kesalahan mereka cuma soal komunikasi saja kok, kalau tidak buru-buru dan mampu lebih sabar dari saya, masih oke lah jasa mereka ini.
PRO TIPS: Hubungi agen yang tersedia di pasaran satu per satu. Cari tahu apakah agennya responsif, ramah, dan solutif atau tidak. Biasanya agak mahal, tapi kalau budget masih luas masih oke lah daripada dapat agen yang lelet. Satu lagi, JANGAN MAU AMBIL PAKET EXPRESS SIAPAPUN AGENNYA. Gak ada jaminan kok, buat apa bayar mahal cuma buat skip beberapa hari doang.
Biasanya si agen minta dikirimkan ijazah, transkrip, dan copy ori dari keduanya ke kantor mereka. Selain itu, mereka bakal kirim dokumen untuk minta spesimen tandatangan dari pejabat yang melegalisir copy ori ijazah kalian. Misalnya dalam konteks saya, saya harus menghadap Wadek bidang akademik untuk meminta ttd spesimen. Bilang saja ke beliau, minta ttd untuk legalisir ijazah ke kedutaan Taiwan. Dulu Wadek nya paham sih dan mau diminta ttd. Tapi hati-hati, jangan sampai SALAH TULIS NAMA/GELAR, karena rawan ditolak Kemenkum.
Jujur, buat saya tahapan ini menyebalkan sih. Karena tertunda di TETO, saya jadi batal berangkat ke Taiwan sekali. Untuk yang kedua juga nyaris batal, tapi yaudahlah modal nekat jadi berangkat saja wkwkwk.
Total biaya: Rp1.824.000 dan waktu 4 minggu (s.d jadi dokumen legalisir) dan 10–12 hari (s.d diterima di Taiwan).
Huft, administrasi ekstra kampus udah selesai. sekarang administrasi kampusnya.
Bagian 4: Administrasi Asrama (NCKU)
Kalau sudah officially diterima, sering-sering cek web pendaftaran sebelumnya. Jangan lupa catat tanggal apply asrama. Biasanya nanti saat sudah dibuka, tinggal masuk ke web, login dengan Student ID + Password (4 digit terakhir student ID + 2 digit bulan kelahiran + 2 digit tanggal kelahiran). Setelah itu, isi survei tentang mitigasi bencana, tandatangan kontrak digital, dan apply asrama yang diinginkan. Kalau saya apply asrama Sheng-li 6. Pokoknya apply saja dulu, soal kemungkinan dapat atau tidak, itu lain urusan. Tunggu sampai tanggal dormitory arrangement open for inquiries untuk melihat hasilnya. Kalau sudah, biasanya nanti akan dapat bill di Bank of Taiwan. Ah ini sih tinggal baca panduan saja, mudah kok. Kalau mau datang lebih cepat, tinggal apply untuk early check-in. Sebagai catatan, harus bayar uang harian kalau apply untuk early check-in. Ingat, web nya terpisah dan untuk pembayaran, korespondensi, dan revisi pengajuan bisa langsung ke petugas asrama (recident councelor).
Syarat yang dibawa saat check-in asrama: paspor, visa, LoA, dan struk pembayaran asrama.
Biaya: Sheng-li 6 untuk Spring Stay (12.840 NT), dan early check-in 200NT/hari terhitung dari tanggal check-in yang disepakati dengan resident councelor hingga ke periode check-out (awal masuk Spring Stay). Total saya dulu keluar 12.840 + 2.050 NT (14.890 NT/Rp7.978.776), tapi itu kembali lagi ke panduan dan apakah kalian ambil early check-in atau tidak. Sebagai catatan, saya ambil early check-in karena ingin adaptasi dulu sebelum puasa Ramadhan. Kalau tidak, kayaknya pas sebelum ngurus administrasi juga boleh saja sih.
Begitu sampai ke asrama, temui resident councelor ke Sheng-li 6 female, terus tunjukin dokumen ke beliau. Nanti bakal diberi bill dan disuruh bayar ke 7 11 (next dibaca Sevel) dan NCKU Vending Machine (kalau ambil early check-in). Gak perlu khawatir, tinggal sodorin bill dan bayar, pegawai Sevel nya bakal paham juga kok. Kalau tidak bawa cash, masih ada ATM bank lokal dan bisa ditarik pakai ATM BCA atau sejenisnya yang ada logo VISA/Mastercard, cuma adminnya mahal, sekitar 100NT — 200 NT per transaksi.
Jangan lupa siapkan uang juga untuk kasur, bantal, guling, sprei, dan selimut karena tidak diakomodasi asrama. Selain itu, pertimbangkan juga bawa gantungan baju, alat mandi, dan sendal agar tidak repot harus beli di sini. Nanti bakal ditawari topup ac apa tidak? nah sementara gak usah dulu, tanya teman sekamar pembiayaan ac gimana dulu, baru top up.
Terakhir, nanti kan dapat access card, kunci, dan AC card, nah pakai access card itu untuk masuk asrama, kunci buat masuk kamar, dan ac card buat pakai AC. Aman deh kalau sudah dapat itu, tinggal masuk kamar, beberes, dan kenalan deh sama roommate. Jangan lupa tanya tips-tips tinggal di asrama sama mereka ya. Oh iya hampir lupa, jangan lupa bawa COLOKAN TRAVEL YANG BAWAHNYA GEPENG DUA BIJI buat colokin charger.
Bagian 5: Transportasi
BAGIAN INI YANG PALING NYEBELIN KARENA GUE GAK DITUNTUN SAMA SIAPAPUN, JADI BANYAK SALAHNYA!
Jadi, dengerin ceritanya.
Buat ke Tainan, bisa lewat dua jalur: Taipei dan Kaohsiung. Cuma karena tiket pesawat ke Kaohsiung lagi mahal, saya pakai pesawat VietJet Air ke Taoyuan International Airport. Ongkosnya saya dapat di 4.5jt an, dengan servis maskapai yang LUAR BIASA. Saya delay di Jakarta (CGK) 4.5 jam, lalu delay lagi di Ho Chi Minh (SGN) 2.5 jam. Jadi saya yang harusnya sampai ke Taoyuan jam 6.25 PM (GMT +8), malah jadi jam 9.30 PM. Sial, saya jadi harus lari-lari buat kejar MRT ke Taipei Main Station.
CATATAN: Di imigrasi Taiwan cuma ditanya paspor dan visa saja kok, gak perlu dokumen lain. Cuma memang nanti dicek bagasi dan barang, jangan bawa benda tajam, narkoba, air lebih dari 100ml, makanan berbahan daging, sayur, makanan basah, dll. Ikuti regulasi maskapai dan bea cukai di Taiwan dan negara tujuan transit pokoknya. Kalau gak melanggar gak perlu gugup, customs itu walaupun serius tapi masih baik kok. Saya aja kena di mesin sensor gara-gara koin Rp500an tetep bisa masuk, asal bisa jawab aja.
INI PENTING: BELI KARTU BISA NANTI AJA KALAU UDAH SAMPAI DI ASRAMA DAN KETEMU MAHASISWA INDONESIA LAIN (tanya saya aja kalau bingung gapapa), JANGAN SEMBARANG BELI KARTU AKSES DI BANDARA SELAIN KARTU YO YO (SUPERCARD/EASYCARD), DAN KEJAR MRT STRIP WARNA UNGU! JANGAN BIRU! KALAU BIRU TRANSIT MULU, LAMA! DI TAOYUAN BELI AJA TIKET MRT ONE-WAY PASS YANG BENTUKNYA KOIN UNGU, GAUSAH BELI IPASS JUGA. NANTI KALAU UDAH SAMPAI STASIUN, CARI TICKET VENDING MACHINE, CEK JADWAL, DAN BOOKING TIKET KERETA DARI SANA (https://tip.railway.gov.tw/tra-tip-web/tip/tip001/tip112/querybytime). Kalau pake IPass dan gak booking tempat duduk, kalian mesti berdiri ngemper 4 jam kayak saya kemarin, mau?!
Catatan penting juga: Hati-hati kalau transit di Ho Chi Minh, gate nya lihat di TV Bandara, bisa berubah-ubah terus dan mesti cari gate sendiri. Selain itu, gak semua petugas on-flight dan bandara bisa bahasa Inggris, stasiun dan pegawai kereta juga sih, jadi memang mesti effort banget buat cari info terkait penerbangan dan kereta.
Biaya: Tiket Pesawat (4.5 jt) + One Way Pass MRT Taoyuan International Airport — Taipei Main Station (160 NT/Rp80rb) + TRA dari Taipei ke Tainan (berdiri 570 NT/Rp305 rb, booking kursi 891 NT/478rb). Total sekitar 5jt an.
Bisa juga pakai U-Bus sih, tapi saya gatau cara pakainya gimana. Tanya senior yang lain saja deh. Kalau dari Kaohsiung juga saya gak tau, tapi kemungkinan mirip aja begini sih.
Begitu sampai di Tainan Train Station, jalan lurus aja ke Shengli-Rd sampai ke asrama. Udah deh sampai. Cuma capek juga sih harus jalan agak jauh sambil bawa koper wkwkwk.
Oh iya, IPass gak bisa dipakai buat You Bike ya, Supercard atau Easycard bisa, tapi mesti dapat ARC dulu. Itupun ngapain juga karena You Bike nya nanti bisa disewa pakai Student ID. Jangan kayak saya yang apa-apa dibeli, apa-apa di topup. Sayang aja sih, mubadzir duit apalagi kalau gak dipakai.
Bagian 6: Halal
To be continued…
메타데이터
- post_id
- d1ce2a111cfe
- slug
- sebuah-perjalanan-ke-taiwan-personal-notes-d1ce2a111cfe
- url
- https://medium.com/@rakaghifari/sebuah-perjalanan-ke-taiwan-personal-notes-d1ce2a111cfe
- canonical_url
- https://medium.com/@rakaghifari/sebuah-perjalanan-ke-taiwan-personal-notes-d1ce2a111cfe
- author_url
- https://medium.com/@rakaghifari
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-14 16:21:26