KKNK Part 2 — Keberangkatan Ke Pangkep
Setelah beberapa hari kami melakukan pembekalan, akhirnya hari itu telah tiba. Tanggal 4 juli 2025 adalah jadwal pemberangkatan di tempat…
KKNK Part 2 — Keberangkatan Ke Pangkep
Setelah beberapa hari kami melakukan pembekalan, akhirnya hari itu telah tiba. Tanggal 4 juli 2025 adalah jadwal pemberangkatan di tempat pengabdian, dan ya saya di pulau kapoposang.
Pagi itu terasa senang bercampur sedih, kami harus berpisah dengan teman-teman sekamar di cottage yang selama empat hari terakhir sudah seperti keluarga keci dan akan Kembali bertemi lagi pada tanggal 30 Juli mendatang karena tempat kami berbeda-beda.
Pagi itu, peserta sektor kabupaten pangkep akan lebih dulu jalan menuju tujuan ke rumah jabatan bupati pangkep, sementara teman-teman sektor maros keberangkatannya pada jam 1 siang karena ada pesta yang bisa diikuti anak anak sektor maros.
Kelompokku terdiri dari 11 orang: aku sendiri, Aliya dari UNHAS, Witri dari Universitas Jambi, Audrey dari Universitas Tadulako, Ziya dari Universitas Negeri Yogyakarta, Daiva dari Universitas Al-Azhar Jakarta, Wulan dari Universitas Khairun, Malik dari Institut Teknologi Kalimantan, Dawamur dari Universitas Negeri Surabaya, Arifin dari Universitas Nurul Huda, dan Rido dari Universitas 17 Agustus Kalimantan. Nama-nama baru yang nantinya akan jadi teman seperjuangan selama hampir satu bulan.
Sesampainnya di rumah jabatan Bupati Pangkep agenda yang dilakukan Adalah serah terima peserta dari pihak panitia kepada pemerintah daerah, setelah acara selesai kami berfoto Bersama. Acarapun selesai, kami dengan teman-teman bukan satu posko harus berpisah dan meninggalkan rumah jabatan bupati pangkep.

Kami bersebalas bertemu dengan ibu desa, istri kepala Desa Mattiro Ujung, desa tempat kami mengabdi di Pulau Kapoposang. Kami berkenalan dan bercengkrama bak orang yang mau mendekatkan diri. Ramah sekali beliau, membuat suasana canggung perlahan mencair. Ternyata kami tidak langsung menyeberang ke pulau hari itu. Kami harus menginap semalam di rumah kepala desa di daratan, yang letaknya tak jauh dari rumah jabatan bupati. Mobil camat pun mengantar kami ke sana.
Sesampainya di rumah kami melanjutkan perkenalan dan ngobrol terkait dengan teknis yang akan kami lakukan disana. Kemudian kami meminta ijin untuk keluar dan membeli barang-barang keperluan kita di pulau. Kami keluar menggunakan mobil pick up milik Pak Desa. Dibayangkan saja masih senyum senyum sendiri betapa serunya malam itu.

Tapi, seperti biasa, cerita seru sering datang dengan bonus kecil yang tak terduga. Kami asik berbelanja sampai pukul setengah sebelas, setelah keluar dari toko, hal yang tidak diinginkan pun terjadi, ban sebelah kiri depan bocor. Kami bukan warga lokal disana binguung harus kemana untuk memperbaiki ini mobil dan jam tertera sudah jam setengah 11, dalam hati kami semoga ada bengkel yang dekat dan masih buka disekitar sini.
Akhirnya aliya dan malik pergi untuk mencari bengkel. Sementara itu, aku bersama Witri, Audrey, Arifin, dan Dawamur malah ikut menemani Arifin potong rambut. Teman-teman lainnya kabur ke pasar malam, heboh sendiri. Akhirnya kami pun ikut menyusul mereka ke pasar malam.
Sampai jam 11 mobil pun datang dengan ban yang sudah agak terisi angin, tidak ditambal karna tidak nemu bengkel mobil untuk nambal ban. Tapi, karna temen-temen yang lain maih asik di pasar malam dan sampe jam set 12 akhirnya ban itupun kempes lagi. Kami pun benar-benar tidak bisa pulang.
Untungnya, ada warga setempat yang menawarkan untuk dibantu cari tambal ban, namun, karna waktu sudah menunjukan larut malam jadi tidak ada lagi tambal ban yang kebuka. Sampai jam 1 akhirnya kami minta tolong ke warga setempat untuk mengantarkan kami menggunakan motor, satu-satu dari kami diantarkan pulang pakai motor warga setempat. Lucu kalo diingat- ingat, belum berangkat tapi Sudah punya masalah duluan di daratan. Akhirnya di hari itu semua sudah tuntas dan akan berangkat besok pagi ke Pelabuhan menuju kapoposang.
Keesokan paginya, masalah ban mobil ternyata masih berlanjut. Mobil yang seharusnya mengantar kami ke pelabuhan belum bisa dipakai, jadi kami hanya bisa duduk menunggu sambil berharap ada kendaraan pengganti. Padahal, sesuai perjanjian, jam 6 pagi kami sudah harus sampai di pelabuhan. Sementara itu, jam sudah menunjukkan pukul 7.
Panik? Jelas. Telepon dari pihak kapal dan dosen mulai berdatangan, membuat suasana semakin tegang. Tapi di sela-sela kebingungan, kami justru berusaha mencairkan suasana dengan ngobrol, bercanda kecil, dan saling menguatkan.
Tak lama kemudian, datang kabar baik. Pak camat dan pak desa berhasil mencarikan mobil dari kantor bupati. Aku dan Witri ikut bersama mobil pak camat, sementara teman-teman lain dijemput dengan mobil elf dari panitia. Rasanya lega, setidaknya perjalanan bisa dimulai.
Namun, rupanya hari itu belum selesai memberi “kejutan.” Di tengah jalan, mobil yang dikendarai pak desa tiba-tiba mogok. Ternyata, penyebabnya cukup konyol — bensin habis. Kami pun harus berhenti sekitar setengah jam sampai akhirnya mobil bisa kembali berjalan.
Sesampainya di pelabuhan, wajah-wajah panitia dan dosen sudah jelas menunjukkan bahwa mereka menunggu kami cukup lama. Dan ya, bisa ditebak, kami pun kena teguran. Dalam hati, ada rasa kesal karena semua keterlambatan bukan sepenuhnya kesalahan kami. Tapi, sebagai mahasiswa, mau bagaimana lagi? Pada akhirnya, kami hanya bisa menunduk, menerima teguran, dan berusaha memaklumi keadaan.

Oya, perjalanan kami ke Kapoposang menggunakan kapal milik Lantamal, Angkatan Laut. Berbeda dengan kapal kecil biasa yang hanya butuh sekitar 5 jam, kapal besar ini harus mengikuti jalur tertentu sehingga perjalanan memakan waktu hingga 8 jam. Meski lebih lama, ada rasa bangga dan sedikit kagum bisa naik kapal militer. Dan di situlah, dimulailah perjalanan panjang kami menuju pulau pengabdian.
메타데이터
- post_id
- d1dcf96f975d
- slug
- kknk-part-2-keberangkatan-ke-pangkep-d1dcf96f975d
- url
- https://medium.com/@zuniasyafitri/kknk-part-2-keberangkatan-ke-pangkep-d1dcf96f975d
- canonical_url
- https://medium.com/@zuniasyafitri/kknk-part-2-keberangkatan-ke-pangkep-d1dcf96f975d
- author_url
- https://medium.com/@zuniasyafitri
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-29 01:02:39