← Back to list

Mata Air Dan Tambang : Seberapa Besar Ancamannya Bagi Warga?

“Tak perlu menjadi ahli botani atau ekologi untuk mengetahui bahwa menjaga alam adalah sebuah keharusan untuk kita semua” itu mungkin salah…

Nabil Gunawan · 2023-01-20 16:14 · 10 claps · 2.5 min read
#alma #gunung #tambang #kapur
Open on Medium ↗

Sumber : Pinterest

Sumber : Pinterest

Mata Air Dan Tambang : Seberapa Besar Ancamannya Bagi Warga?

“Tak perlu menjadi ahli botani atau ekologi untuk mengetahui bahwa menjaga alam adalah sebuah keharusan untuk kita semua” itu mungkin salah satu kata-kata yang pernah diucapkan oleh guruku dahulu.

Alam dan manusia adalah sebuah kesatuan yang saling melengkapi. Seperti halnya tubuh, jika ada bagian yang terluka maka semua akan merasakan sakit. Pagi ini aku bersama teman teman diajak oleh pak Agan menuju sumber mata air di desa Kedongdong Kidul Cirebon. Beliau bercerita bahwa desa ini memiliki 4 mata air yang mengaliri seluruh warga desa. Selain dari 4 mata air tersebut ada 1 mata air panas yang memancur dari gleiser dekat bukit Jati.

Pernah sesekali pak agan mendapat tawaran untuk mengantarkan warga luar desa untuk menjadi guide guna menuntun menuju mata air panas tersebut. Beberapa dari mereka menganggap air tersebut memiliki khasiat tertentu atau mempunyai kekuatan magis yang bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Sekitar 1 km dari gleiser tersebut ada mata air gunung Jati yang mengaliri 1 rw pemukiman warga. Mata air tersebut terletak diatas bukit dan butuh waktu 1,5 jam untuk sampai disana dari kaki gunung. Untuk pertama kalinya aku melihat air keluar langsung dari tanah. Yang kutahu hanya aku menggunakan air untuk keperluan sehariku tanpa mengetahui bagaimana air diproduksi oleh alam.

Mata air tersebut mengucur cukup deras disela-sela tumbuhan. Dari situ aku berfikir bahwa tuhan menciptakan dan merancang alam dengan sangatlah detail. Banyak pertimbangan-pertimbangan yang tak terpikirkan oleh akal manusia. Sungguh tuhan maha besar. Bagaimana tidak ? Tuhan menciptakan mata air berada dataran tinggi supaya mempermudah manusia dalam mendistribusikan air tersebut. Mata air tidak tercipta di dataran rendah. Tuhan tau bahwa gaya gravitasi akan menarik air untuk turun ke tempat yang lebih rendah.

Aku belajar banyak dari masyarakat dan alam yang selalu membersamai mereka. Aku belajar bahwa alam memproduksi berbagai komoditas pasar. Keseimbangan alam menjadi sangat vital untuk proses produksi tersebut. Semisal ada satu saja mata air yang tidak memancar lagi akan sangat terasa dampaknya bagi warga. Mereka tidak bisa mengairi persawahannya lagi atau sekedar mandi dan mencuci pakaian.

Baru-baru ini keseimbangan alam teramcam dari proyek penambangan batuan kapur yang terkandung dalam gunung disini. Warga yang tidak tahu menahu mengenai ekologi di tawari banyak uang untuk dibeli tanahnya. Pihak perusahaan memberi harga 60 ribu untuk setiap m² nya. Mereka yang tergiur dengan uang menjual tanahnya dengan suka rela. Alasannya simpel, mereka tidak bisa menggarap tanah dengan kontur yang curam, dari pada tidak bisa menghasilkan produk panen lebih baik dijual saja menurut mereka.

Alat-alat berat mulai masuk kedalam desa, truk sedang tiap hari berlalu-lalang membawa batuan kapur yang nantinya akan diolah menjadi semen. Pohon-pohon mulai dibakari untuk mempermudah proses pembabadan hutan. Hewan- hewan berlarian mencari tempat tinggal baru yang lebih aman. Beko berukuran sedang menghantam sarang rusa yang telah pergi menjauh. Seekor babi hutan terlihat berada ditepian hutan menatap jauh ke pemukiman warga lalu kembali berlari bersama kawanannya.

Warga menyebutnya gunung Pagar Besi. Sebuah nama yang memiliki seribu arti dengan segala kandungan didalamnya. Gunung itu menjadi pembatas antara desa Kedongdong dengan desa Ciseusal. Tahun 2015 mereka mulai membabat hutan dan mengeruk batuan disana. Dan sekarang pada 2023 kita melihat bahwa gunung tersebut mulai terkoyak, tak memiliki pucuk yang meruncing tetapi datar, rata oleh tanah gersang.

Mata air yang berada di gunung itupun perlahan menyurut. Warga sudah bisa mendapatkan air dari sumber mata air tersebut. 8 tahun berlalu sejak penambangan pertama, pihak perusahaan memiliki niat untuk melakukan perluasan lahan. Mengincar bukit disampingnya yang dikuasai oleh Perum Perhutani.

Alam selalu menyimpan beribu misteri didalamnya. Yang kita tahu hanyalah sebagian dari jutaan fakta yang tak terungkap. Bagaimanapun ada sebuah balasan bagi mereka yang mengganggu keseimbangan alam. Tuhan maha adil.

Cirebon, 20 Januari 2023


메타데이터
post_id
d225a5e8da4
slug
tak-perlu-menjadi-ahli-botani-atau-ekologi-untuk-mengetahui-bahwa-menjaga-alam-adalah-sebuah-d225a5e8da4
url
https://medium.com/@nabielgunawan/tak-perlu-menjadi-ahli-botani-atau-ekologi-untuk-mengetahui-bahwa-menjaga-alam-adalah-sebuah-d225a5e8da4
canonical_url
https://medium.com/@nabielgunawan/tak-perlu-menjadi-ahli-botani-atau-ekologi-untuk-mengetahui-bahwa-menjaga-alam-adalah-sebuah-d225a5e8da4
author_url
https://medium.com/@nabielgunawan
status
ok
fetched_at
2026-07-26 06:08:31