← Back to list

Mimpi Yang Kembali Dibuat Tidur

Mimpi yang sempat hadir, kini harus kembali tertidur hingga waktu yang tidak bisa ditentukan.

R.Agustiyani 🦋 in Ruang Kontemplasi · 2026-05-13 08:15 · 51 claps · 2.4 min read
#refleksi-diri #bahasa-indonesia #ruang-kontemplasi #quater-life-crisis #journaling
Open on Medium ↗

Mimpi yang Kembali Tidur

Designed on Canva

Designed on Canva

Mimpi merupakan bagian dari hidup yang terkadang kita sendiri merasa denial dan takut. Rasa ini muncul karena tidak semua orang bisa berjalan mendekati apa yang telah ia impikan. Tentu saja rasa ingin mendekati apalagi mencapai mimpi itu besar, hanya saja keadaan yang memaksanya untuk kembali menyanyikan lagu pengantar tidur untuk mimpinya.

Mimpi itu pernah terbangun dengan api yang berkobar, membakar api semangat dan keinginan sang pemimpi untuk mendekat ke arahnya. Ingin menjelajah, ingin menjadi sesuatu, ingin terbang melayang diatas awan dan ingin percaya jika ia bisa merubah apa yang terjadi di masa depan. Bahkan ia suka sekali membuat skenario-skenario manis dan indah untuk sang pemimpi agar terus terbakar, dan rasa beraninya semakin tinggi untuk mendekat kearah mimpi itu.

Hanya saja, hidup tetaplah hidup, dan tidak ada kata mudah dalam perjalanan. Jalan yang mulus seakan menjadi satu hal yang mustahil — apalagi untuk saat ini. Dunia ini terlalu berisik dan terjal untuk mimpi-mimpi yang ada, bahkan yang sederhana sekalipun. Keterbatasan, menjadi hal berat yang mungkin mengharuskan seseorang untuk menidurkan mimpinya.

Keterbatasan itu memberikan pelajaran, salah satunya adalah membuat seseorang belajar untuk memahami jika tidak semua hal yang diinginkannya dapat diraih dengan mudah. Keterbatasan sendiri hadir di berbagai sisi — Keterbatasan dalam waktu, tenaga, kesempatan,dan keadaan yang sudah membuat rasa lelah itu datang dan perjalanan itu tertunda. Rasa lelah yang hadir bisa saja dipicu dengan perasaan ‘membandingkan’. Perbandingan akan pencapaian dirinya dan orang lain, yang membuat mimpi harus terdiam di tempat yang sama dalam waktu yang tidak ditentukan. Sang pemimpi yang merasa jika orang lain dapat berlari dengan cepat, sementara dirinya sibuk mempersiapkan kedua kakinya untuk bangun atau bangkit atau karena terlalu takut untuk melangkah keluar dari zona nyamannya.

Akhirnya, secara perlahan kobaran api itu semakin mengecil. Mimpi kembali merebahkan dirinya di tempat yang mungkin jauh lebih dalam. Tidak, ia tidak hilang ataupun mati hanya saja dia mulai lupa keberadaan kunci dari pintu tempat ia beristirahat.

Hidup harus terus berjalan, kini sang pemimpi pun sibuk memasang topeng wajah dengan senyuman. Berusaha untuk menyembunyikan rasa sedih, kecewa, dan sakit dibelakangnya. Berpura-pura untuk terlihat baik-baik saja, agar tidak mendengar penilaian buruk tentangnya dari orang lain. Banyak pertanyaan hadir dalam benak dan pikirannya,

“Apakah aku sudah baik-baik saja?”

“Apa langkahku salah?”,

“Apa aku adalah benar-benar orang yang tidak bisa memperjuangkan mimpiku dengan alasan keterbatasan ini? Kenapa semua orang bisa berlari dengan cepat? Bahkan dijalan yang sama dengan jalan yang kutapaki dan impikan.”

Tetapi barangkali inilah jalan cerita Tuhan. Ada orang yang harus berusaha dua kali lebih keras untuk tetap bisa bertahan. Ada pula mimpi yang tumbuh dengan lambat karena terlalu sering bertabrakan dengan keadaan yang sedang dijalani.

Meski kisahnya tidak terlalu baik. Mimpi yang tertidur belum tentu mati, Ia hanya sedang beristirahat setelah dipaksa untuk kuat dan bertahan di dunia yang berisik dan mencekik ini. Ia menanti untuk dibangunkan kembali suatu saat nanti. Menanti seseorang yang dalam dirinya telah siap untuk hadapi rintangan tanpa rasa takut, dan meyakini bahwa ia bisa untuk meraih satu persatu mimpinya. Meski tidak dengan langkah cepat, namun rasa yakin itu dapat menjadi kayu bakar untuk membuat semangat kembali membara.

“Hadapi semua rintangan sesuai dengan kemampuanmu, tetap berpegang teguh dalam pendirianmu. Tidak apa berjalan pelan, karena berjalan lambat bukan berarti kamu malas, melainkan kesempatan yang hadir padamu itu butuh usaha dua kali lebih keras. Tidak pernah ada yang tahu usaha apa yang telah dilakukan seseorang itu baliknya, maka dari itu jangan pernah menilai seseorang hanya dari apa yang terlihat saja.”

R.Agustiyani — 13 May 2026


메타데이터
post_id
d24accb8bad0
slug
mimpi-yang-kembali-dibuat-tidur-d24accb8bad0
url
https://medium.com/ruang-kontemplasi/mimpi-yang-kembali-dibuat-tidur-d24accb8bad0
canonical_url
https://medium.com/ruang-kontemplasi/mimpi-yang-kembali-dibuat-tidur-d24accb8bad0
author_url
https://medium.com/@ragustiyani
status
ok
fetched_at
2026-07-22 13:10:46