← Back to list

36 Tahun, dan Bahagianya Hal-Hal Biasa

Aku tidak muda lagi, tapi juga belum tua.

Chisna Aisyiah · 2025-06-22 09:30 · 0 claps · 2.1 min read
#bahagia #syukur #cukup #keluarga #dewasa
Open on Medium ↗
Wiki topics: SAF · Safety & Alignment

36 Tahun, dan Bahagianya Hal-Hal Biasa

Aku tidak muda lagi, tapi juga belum tua.

Usiaku 36 tahun — masa di mana banyak orang sedang sibuk menyiapkan anaknya wisuda, menyusun rencana pensiun, atau menekuni kembali hal-hal yang dulu tertunda karena waktu habis untuk membesarkan anak.

Tapi aku? Aku masih sering main game dengan suamiku saja berdua di akhir pekan. Kami betah nonton Chibi Maruko Chan di Youtube di Minggu pagi yang sengaja kami pilih untuk mengulang masa kecil. Masih betah berlama-lama membaca novel favorit di atas kasur. Novel terakhir yang selesai kubaca adalah Timun Jelita — karya Raditya Dika, dan saat ini aku masih menyelesaikan membaca Satine-karya Ika Natassa. Aku masih menikmati momen leyeh-leyeh sendirian sambil menatap layar TV tanpa benar-benar tahu apa yang sedang diputar. Aneh ya? Tapi jujur saja, aku menghargai setiap detik itu.

Ada hal-hal yang dulu terasa biasa, kini justru lebih bermakna. Misalnya… air.

Beberapa hari lalu, air di rumahku tak mengalir. Pompa air rusak, dan untuk pertama kalinya, aku dan suamiku harus naik turun tangga — dari gudang tempat bertenggernya pompa air, sampai ke atap rumah tempat toren pinguin biru berdiri. Permasalahan dimulai karena aku yang sedang on fire untuk mencuci baju ternyata dikejutkan dengan alarm mesin cuci LG bukaan depan yang memutar nada cukup mengganggu, dari layarnya terlihat kode IE, mungkin internal error. Ternyata setelah kucari tau, mesin cuci itu tidak berhasil menerima air dari sumbernya. Wah, ini sih gawat. Kalau air gak ngocor, jangankan bisa nyuci, mau mandi aja susah. Setelah suamiku berubah menjadi bapak-bapak dewasa pemecah masalah (karena biasanya sebaliknya, hehehe..) Ternyata diketahui bahwa pompanya “masuk angin.” Butuh sedikit dirawat. Dan yang membuatku tersenyum: kami ternyata cukup kompak. Kami bukan teknisi, bukan tukang ledeng, tapi kami jadi tim penyelamat air rumah tangga pagi itu.

Dan saat air akhirnya mengalir lagi, deras, bersih, dan segar… rasanya seperti kemenangan kecil yang luar biasa. Dua keranjang baju kotor pun bisa dicuci. Harum deterjen menyambutku dari mesin cuci. Siapa sangka, hal sesederhana mencium laundry dengan deterjen biasa itu bisa bikin aku bahagia?

Ternyata, hidup tidak selalu harus megah dan berubah drastis. Pada akhirnya, kita akan merasakan kenikmatan yang paling dalam justru saat segalanya menjadi sederhana. Saat kita hadir penuh dalam momen kecil, dan menemukan maknanya.

Aku jadi teringat David Beckham. Seorang pemain bola legendaris, suami dari selebriti penuh cahaya, yang kini menemukan kebahagiaannya bukan lagi di tengah sorak stadion… tapi di ladang. Sekarang feed instagramnya penuh dengan aktivitas yang sama sekali berbeda dengan image nya : Bertani. Memberi makan ayam. Menyirami kebunnya. Merawat rumahnya sendiri dengan penuh cinta dan kesederhanaan. Siapa sangka hal itu yang menumbuhkan senyum terlebar dalam dirinya. Dulu aku mengira, makin dewasa artinya harus makin hebat. Tapi sekarang aku tahu: dewasa bukan soal pencapaian yang makin besar, tapi tentang kesediaan untuk hidup lebih tenang, lebih jujur, lebih syukur.

36 tahun ini mungkin tidak seperti bayangan banyak orang.

Tapi ia hadir dengan caranya sendiri — sunyi, dalam, dan cukup. Dan aku bahagia.

Dan di situlah kebahagiaanku terasa nyata.

Photo by Annie Spratt on Unsplash

Photo by Annie Spratt on Unsplash


메타데이터
post_id
d2b2eb39035d
slug
36-tahun-dan-bahagianya-hal-hal-biasa-d2b2eb39035d
url
https://medium.com/@chisna27/36-tahun-dan-bahagianya-hal-hal-biasa-d2b2eb39035d
canonical_url
https://medium.com/@chisna27/36-tahun-dan-bahagianya-hal-hal-biasa-d2b2eb39035d
author_url
https://medium.com/@chisna27
status
ok
fetched_at
2026-06-28 10:39:35