Selamat Bertambah Tua, Semoga Tidak Menyebalkan
Menempuh kehidupan di tahun ke-25.
Selamat Bertambah Tua, Semoga Tidak Menyebalkan

Menempuh kehidupan di tahun ke-25.
Seperempat abad. Wah, sudah menginjak angka 25 saja diri ini. Selamat! Terima kasih sudah bertahan dan berusaha menjalani hidup sebaik mungkin. Mari bertahan sampai entah umur berapa nanti.
Angka 25 itu gak sedikit. Sudah banyak hal yang terlewati. Mungkin aku baru kelar menginjak a quarter life crisis — yang aku tak sendiri yakin apa benar aku baru saja melewati fase itu — dan hidup berdamai akan banyak hal.
Sekarang aku sudah belajar jadi dewasa walaupun aku masih sangsi sih. Soalnya aku masih banyak galaunya. Masih banyak bingungnya. Masih terhanyut di samudera gelisah dan bimbang. Namun, aku rasa seiring waktu aku akan bisa paham kan? Dewasa itu apa sih? Apa dewasa itu memang selaras dengan angka di usia?
Aku bisa dibilang tak merayakan ulang tahun. Toh bertambah umur cuma angka doang yang tambah. Hidupku juga masih lempeng-lempeng saja. Cuma mungkin makin dekat dengan maut yang entah nanti kapan tiba.
Tanpa selebrasi sebab rasanya ini mirip hari-hari biasanya. Tahun ini, di seperempat abad usiaku, aku cuma mau menjalani hari sebaik mungkin. Mungkin bakal sedikit apresiasi diri ringkih ini dengan satu atau dua es krim favorit untuk reward menjadi makin sepuh.
Pertanyaan klasik kala tambah umur: apa harapanmu di usia ini?
Apa ya? Sebenarnya harapanku basic banget sih. Aku cuma mau hidup sebaik mungkin. Semoga ada banyak hal baik-baik deh ya. Sebab aku selalu berdoa dan berharap kebaikan akan menemani hari-hariku yang ruwet.
Oh, mungkin satu hal yang ingin aku harapkan adalah semoga aku tidak jadi menyebalkan. Dalam kacamataku aku rasa menjadi tua itu menyebalkan. Bukan sebab takut akan keriput dan jelek, soalnya manusia pasti akan berkeriput dan jadi kakek-kakek atau nenek-neken. Bukan juga takut akan semakin dekat maut, karena ya kematian itu misteri dan cuma Tuhan yang tahu.
Aku harap ketika aku menua aku tidak kolot dan berpikiran sempit. Sebab aku rasa orang-orang yang usianya di atasku semakin lama rasanya semakin kolot. Mereka kaku dan jadi sedikit menyebalkan. Sedangkan aku suka menjadi fleksibel sebab aku ingin bisa beradaptasi dan bergerak leluasa tanpa batasan yang membuatku terbelenggu.
Sekiranya itu semua catatan dan harapan dari orang yang menua ini. Sebanyak dua puluh lima tahun sudah aku lewati ya? Gak kerasa walau banyak drama, banyak sedihnya, banyak tawanya, dan banyak hal terduga terjadi.
Rasanya makin rapuh saja kalau aku berkaca pada usia ini. Manusia itu emang begitu apa ya? Semakin tua baru akan semakin menyadari dirinya. Namun, itu manusiawi gak sih? Soalnya di umur 25 tahunku ini aku bahkan masih belajar banyak hal dan merayakan hal-hal lain yang tak terduga.
—restyu, 040923.
메타데이터
- post_id
- d2be0e6d82a5
- slug
- selamat-bertambah-tua-semoga-tidak-menyebalkan-d2be0e6d82a5
- url
- https://medium.com/@anggit.restu/selamat-bertambah-tua-semoga-tidak-menyebalkan-d2be0e6d82a5
- canonical_url
- https://medium.com/@anggit.restu/selamat-bertambah-tua-semoga-tidak-menyebalkan-d2be0e6d82a5
- author_url
- https://medium.com/@anggit.restu
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-29 01:02:39