← Back to list

Lucky Draw Boyfriend — Rekap Angket

Melihat tingkah Mahesa dan Terry seperti Tom & Jerry membuat jiwa kakak dalam diri Jason muncul. Di saat keduanya sibuk meributkan hal-hal…

Foxiemaeil's Journey · 2024-03-15 16:43 · 0 claps · 2.2 min read
#zb1 #zerobaseone #zb1-au #alternative-universe #boys-planet
Open on Medium ↗
Wiki topics: 🔭 · Astronomy & Space

Lucky Draw Boyfriend — Di Kosan Planet 101

Melihat tingkah Mahesa dan Terry seperti Tom & Jerry membuat jiwa kakak dalam diri Jason muncul. Di saat keduanya sibuk meributkan hal-hal sepele, Jason membantu menjadi penengah. Tentu saja keributan itu menjadi tontonan menggemaskan. Terlebih saat Mahesa terus memanyunkan bibirnya setiap Terry berbicara.

Tak terasa matahari sudah mulai terbenam dan Gyan tiba di kosan dengan terengah-engah. Baju bagian belakangnya tampak basah dan keringat masih bercucuran. “Bang maaf ya lama kelasnya karena pembicaranya tadi kebanyakan ngeladenin tanya jawab,” kata Gyan. Tangannya bertumpu pada kedua lutut yang mmembuatnya terlihat sungguh lelah.

“Gapapa Yan, lagian gue juga dari tadi sibuk bantuin Mahe sama Terry bikin tugas.” jawab Jason sambil terkekeh teringat momen bersama para maba itu.

“Gyan kenapa lari-lari? Nih minum dulu. Pasti capek.” Seperti seorang pahlawan bagi Gyan, Mahesa entah sejak kapan sudah berdiri di sebelahnya menyodorkan segelas air putih dingin. Gyan berterima kasih dan mengembangkan senyum termanis yang bisa ia berikan, kemudian meminum air itu dengan perasaan lega. Mereka berempat pun akhirnya mengakrabkan diri, bertukar cerita tentang bagaimana rasanya kehidupan kampus yang baru sambil menunggu Hansel dan Juan.

— — —

Lantai kamar Juan mulai tidak terlihat karena kertas angket dan kotak pizza yang diletakan begitu saja di lantai agar lebih gampang dimakan bersama. Saat mengabarkan kalau mereka akan lembur di malam Sabtu untuk merapikan angket, Danesh dengan sigap mengirimkan makanan agar mahasiswanya sebagai bentuk dukungan sebelum ia tiba di sana. Sebenarnya mereka bisa saja tidak lembur dan melakukan penghitungan suara esok hari saat musyawarah besar (mubes) bersama para panitia bazar dan perwakilan angkatan. Namun, mereka tidak bisa melakukannya karena masih banyak yang harus dilakukan setiap angkatan untuk mempersiapkan Festival Budaya dan ini merupakan hasil musyawarah panitia inti bazar demi mempersingkat waktu.

Juan, Jason, Gyan, dan Hansel sudah memasuki tahap membuat daftar nama kandidat yang tertulis di setiap angket dalam sebuah gsheet bersama. “Wah sesuai prediksi, di angkatan gue nama Mas Danesh banyak muncul,” komentar Gyan dengan tawa meledeknya.

“Jangan ketawa lu. Di angkatan gue hampir semuanya nulis nama lu,” kata Juan menimpali dengan cengiran meledek.

“Buset! Kok tau gue sih? Lu yang nyuruh ya?” tuduh Gyan.

“Kaga ya! Lu banyak tingkah jadi orang pada tau lu!”

“DIEM DIEM! DUH GUE MULAI STRES!” Tiba-tiba Jason berteriak panik setelah menyelesaikan sepertiga tumpukan kertas angket yang berada di tangannya. Ia kebagian menghitung untuk angkatan tahun keempat ke atas.

Melihat tingkah Jason itu, Juan langsung tertawa terbahak-bahak. “Kenapa lu? Hampir semua orang nulis nama lu ya bang?”

“Bukan hampir lagi. Ini di semua kertas ada nama guenya!” jawab Jason. “Di kalian banyak juga gak?” Ketiga partner Jason mengangguk semangat menjawab pertanyaan tersebut dan si ketua HMPS hanya bisa menghela nafas berat. Kali ini ia hanya bisa berharap semoga tidak ada yang mengambil hadiah ini.

Setelah hampir dua jam berkutat dengan penghitungan suara, tiba saatnya menyatukan hasil dan memilih empat kandidat teratas. Juan benar-benar puas dengan hasil yang didapat. Empat orang yang akan berkorban demi kesuksesan acara ini adalah orang-orang yang sudah diprediksinya sejak awal. Jason, Hansel, Gyan dan dosen pembimbing mereka mas Danesh.

“Pokoknya harus mau sih kalian gak boleh nolak,” kata Juan masih tertawa geli dengan hasil yang mereka dapat. “Bang tolong telpon Mas Danesh juga. Tanyain udah sampe mana,” lanjutnya.

Tidak lama kemudian pintu kamar Juan diketuk dan menampilkan dosen mereka di depan pintu. Begitu Gyan memberitahukan hasilnya, Danesh langsung terduduk di depan pintu dan membuat ketiga mahasiswanya tertawa.

— — —

by Foxiemaeil


메타데이터
post_id
d2ec67f3e0cb
slug
lucky-draw-boyfriend-rekap-angket-d2ec67f3e0cb
url
https://medium.com/@foxiemaeil/lucky-draw-boyfriend-rekap-angket-d2ec67f3e0cb
canonical_url
https://medium.com/@foxiemaeil/lucky-draw-boyfriend-rekap-angket-d2ec67f3e0cb
author_url
https://medium.com/@foxiemaeil
status
ok
fetched_at
2026-07-24 06:21:58