Malaikat Tanpa Kepala
Entah kapan sayapku tumbuh…
Malaikat Tanpa Kepala

Entah kapan sayapku tumbuh…
Sudah cukup lama sejak pertama ku semai benihnya di punggungku. Merangkak di bawah mendung sambil membawa pulang tetesan peluang, hanya untuk diulang lagi Senin siang.
Entah kapan sayapku tumbuh,
Orang tuaku bilang lebih baik kalau terlambat, untuk apa juga cepat-cepat? Lagi aku membalas, “Mau melayang ringan bersama kawanan sriti, memandang senja di atas padang emas para petani dan jadi yang tercepat; terbang rendah di dekat tambak, menyeruput anak-anak udang dan mematuk ebi; kemudian pulang hanya sewaktu kenyang.” Kiraku mereka ‘kan meniti air mata, tapi ternyata suaraku tak pernah terdengar, syukurlah.
Entah kapan sayapku tumbuh,
Setiap pagi dan malam tak pernah lupa ku siram, berharap ia tumbuh esok fajar. Naas subuh selalu datang mengetuk jendela dan minta maaf karena masih menggendong kecewa. Merangkak lagi, melelah lagi, berharap lagi.
Entah kapan sayapku tumbuh,
Padahal adikku takut tempat-tempat tinggi, tapi sayapnya malah duluan tumbuh. Malam subuh setipis tisu, sekadar berkedutpun ia tak mampu, lalu pagi siang tahu-tahu mengepak lebar menghalangi matahari, meneduhkan bumi, sampai menggetarkan hati. Tebal ditumbuhi bulu sepucat kelinci di bulan kala purnama datang.
Hm … Entah kapan sayapku tumbuh, akupun tak tahu menahu, kuharap saja lebih cepat.
ELMALIKATA
메타데이터
- post_id
- d31ba985e6c6
- slug
- malaikat-tanpa-kepala-d31ba985e6c6
- url
- https://medium.com/@farrelyxrymn/malaikat-tanpa-kepala-d31ba985e6c6
- canonical_url
- https://medium.com/@farrelyxrymn/malaikat-tanpa-kepala-d31ba985e6c6
- author_url
- https://medium.com/@farrelyxrymn
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-10 05:19:05