← Back to list

Cerita dari Perpustakaan

Di postingan sebelumnya, saya menulis tentang makna hidup yang saya dapat selama pergi ke perpustakaan di daerah saya. Namun, sekarang saya…

Rea · 2023-01-23 07:59 · 0 claps · 3.4 min read
#indonesia #libraries #diary #perpustakaan
Open on Medium ↗

Cerita dari Perpustakaan

cr: google

cr: google

Di postingan sebelumnya, saya menulis tentang makna hidup yang saya dapat selama pergi ke perpustakaan di daerah saya. Namun, sekarang saya ingin menulis cerita menarik yang secara tidak sengaja saya dapat ketika bertemu dengan orang-orang di perpustakaan dan sekitarnya.

Hampir setiap hari selama beberapa bulan ini saya pergi ke perpustakaan. Banyak pengunjung yang silih berganti setiap harinya. Ada yang masih konstan datang setiap hari, ada pula yang sudah lama tidak saya lihat kehadirannya — seperti dua mahasiswi yang pernah saya ceritakan di postingan sebelumnya — digantikan dengan kehadiran beberapa mahasiswa dari kampus swasta yang letaknya tidak jauh dari perpustakaan. Jadi memang sangat wajar kalau perpustakaan daerah dalam satu-dua jam berubah menjadi perpustakaan universitas swasta tersebut karena pengunjungnya banyak berasal dari sana.

Ada momen yang sempat membuat saya kesal, yaitu ketika tempat duduk yang setiap hari saya duduki diambil alih oleh satu geng mahasiswa (geng tersebut isinya 4–5 orang mahasiswa). Memang sih meja berbentuk kotak itu besar dan bisa memuat 4–6 orang, tapi kalau sudah diisi satu geng mahasiswa sih saya juga malas duduk di sana. Saya kecolongan beberapa kali dan itu sering membuat saya jengkel di pagi hari. Masalahnya itu tempat duduk yang sempurna bagi saya; dekat dengan stop kontak, berada di depan meja peminjaman buku dan selalu ada petugas yang standby. Jadi, saya bisa titip laptop sebentar kalau saya sedang ke toilet atau ke luar perpus. Lalu, arah pandang saya lebih luas ketika saya duduk di tempat itu karena jarang ada pengunjung yang berlalu-lalang di belakang kursi saya (paham kan ya..), saya pun masih bisa melihat pemandangan di jendela luar hingga TV milik perpus hehe. Ketika tempat duduk saya diambil alih, saya jadi terpaksa duduk di meja dekat kaca yang akan terasa panas dan silau karena sinar matahari atau terpaksa duduk di tempat yang jauh dari stop kontak. Tentu hal itu mempengaruhi saya dalam mengerjakan skripsi.

Perpustakaan memang tempat publik, jadi siapapun dapat memilih tempat duduknya secara bebas. Namun, perasaan kecolongan tersebut sempat membuat saya jengkel. Sampai akhirnya saya sadar bahwa marah saja percuma, tidak akan membuat keadaan berubah. Jadi saya yang merubah waktu berangkat lebih pagi dengan harapan geng mahasiswa itu belum datang, atau ketika saya masih kecolongan juga meski sudah berangkat lebih pagi, saya harus belajar ikhlas.

Satu minggu ini saya berhasil menduduki tempat duduk saya, meski setelahnya mereka juga ikut bergabung di meja tersebut. Beberapa kali juga mereka pindah ke meja yang lebih besar dan luas. Di situlah saya merasa lega hehehe. Ketika saya bisa mengambil alih tempat duduk saya lagi, ada beberapa mahasiswa yang silih berganti duduk satu meja dengan saya. Namun ada satu mahasiswa yang saya perhatikan selalu sendiri. Dia sepertinya punya geng, tapi selalu terpisah dari gengnya ketika mengerjakan skripsi dan seringkali memilih untuk duduk di sebelah atau satu meja dengan saya. Saking seringnya dia seperti itu, saya sampai berniat untuk mengajaknya bicara tapi saya urungkan karena menurut saya akan lebih baik seperti itu. Saya tidak mau mengganggu orang yang fokus mengerjakan skripsi. Mungkin alasan dia sering terpisah dari teman-temannya karena dia ingin minim distraksi dari sekitarnya. Saya pun demikian — senang karena saya juga terbawa fokus dan tidak merasa sendirian saat mengerjakan skripsi.

Oleh karena tempat duduk saya dekat dengan meja peminjaman, saya beberapa kali curi pandang ketika ada pengunjung yang mau meminjam ataupun mengembalikan buku. Hal yang saya senangi adalah: banyak orang tua yang meminjam buku cerita untuk anak-anak. Selain orang tua, ada juga anak muda usia sekolahan hingga yang sudah kerja sering meminjam buku di sini. Saya senang karena itu artinya minat baca di kota saya tinggal cukup tinggi.

Lalu, suatu hari ketika saya sedang melirik ke arah meja peminjaman buku, ada seorang pria — mungkin seusia saya — menggunakan tongkat alat bantu jalan (kruk) karena kakinya pincang. Kemudian pria tersebut bertanya kepada saya, “Ini lagi apa? Nugas ya?” ya sudah saya jawab, sambil melihat matanya untuk menghormati dia. “Iya, nugas. Skripsi.” dan obrolan selanjutnya tentu pertanyaan seputar skripsi, tempat kuliah, dan jurusan yang diambil. Tiba giliran perempuan yang sering duduk semeja dengan saya yang ditanya oleh pria itu, tapi perempuan itu menjawabnya dengan dingin tanpa melirik pria tersebut. Sepertinya pilihan saya untuk tidak mengajak ngobrol perempuan itu cukup baik hehehe.

Selanjutnya, pria itu kembali bertanya apakah saya sudah pernah membaca buku yang dia perlihatkan kepada saya saat itu. Saya menggeleng. “Oh, nggak suka novel ya?” Saya aneh karena saya sudah membaca daftar isinya serta beberapa halaman di dalam buku itu, dan sudah jelas itu buku self-improvement bukan novel. “Oh, memang itu novel?” saya tanya balik. Dia menjawab dengan yakin bahwa itu memang novel. Ya sudahlah, terserah. Dia kemudian meminjam buku tersebut ke meja peminjaman. Saya melihat dari ujung mata bahwa dia sudah selesai dengan urusannya dan dari gestur tubuhnya berniat mengajak ngobrol saya lagi, tapi dia sadar saya dengan mengangkat telepon. Di situlah akhir kami bertemu dan bicara. Saya merasa aneh sekaligus takut ada pria yang basa-basi seperti itu. Ketika saya ceritakan kepada pasangan saya, ia merespon “Oh kayaknya mau mencari peruntungan. Siapa tau bisa punya kenalan perempuan dari perpus.” Saya cuma ketawa. Nggak, deh.


메타데이터
post_id
d31bc32a1277
slug
cerita-dari-perpustakaan-d31bc32a1277
url
https://medium.com/@rea99/cerita-dari-perpustakaan-d31bc32a1277
canonical_url
https://medium.com/@rea99/cerita-dari-perpustakaan-d31bc32a1277
author_url
https://medium.com/@rea99
status
ok
fetched_at
2026-06-29 02:33:43