Adu Kuat: Coldplay VS Argentina, Sandi Vs Erick
Realitas Masyarakat Biasa

Adu Kuat: Coldplay VS Argentina, Sandi Vs Erick
Realitas Masyarakat Biasa
Tiket Coldplay maupun Tiket Argentina punya banyak persamaan yang sepertinya kita semua sadari. Yang pertama tentunya kedua tiket sama-sama mahal, kemudian yang kedua, sama-sama tidak bisa kita dapatkan dengan mudah dan menjadi ajang perlombaan antar masyarakat serta yang terakhir, yang menjadi main focus di esai ini, yaitu sama-sama dibawa oleh orang penting di dunia politik Indonesia.
Sambil menatap laptop sambil sesekali melihat mobile banking, saya hanya tunduk lesu melihat kedua event terbesar tahun ini di negara saya, event yang tentunya membuat jutaan masyarakat Indonesia takjub dan sangat antusias, naasnya tidak dapat saya ikuti secara langsung. Yah namanya nasib masyarakat biasa. Tapi dibalik euforia event besar-besaran ini terdapat sesuatu yang lebih seru dan lebih berdampak bagi masyarakat biasa seperti saya.
Panggung Politik Dibalik Event Besar Ini
Sesuai pribahasa ada udang dibalik batu, kebanyakan masyarakat termasuk saya tahu bahwa event ini bukan sekadar jor-joran promotor, bukan sekadar event musik dan event olahraga biasa, bukan sekadar soal orang terkenal yang pertama kali datang ke negeri kita. Saya percaya bahwa ini semua berkaitan, berkaitan dengan pengaruh kuasa, berkaitan dengan memenangkan hati masyarakat, berkaitan dengan melenggangkan jalan menuju tahun politik 2024. Kita semua tahu bahwa dua orang yang mengadakan event besar ini adalah orang berkuasa di negeri kita, Kemeparekraf-nya Sandiaga Uno yang berhasil meyakinkan Coldplay untuk manggung ke Indonesia dan PSSI-nya Erick Thohir yang membawa tim Argentina bisa menendang bola di lapangan Indonesia.
Adu Kuasa “Si Paling” di Politik Indonesia
Kedua nama tersebut, adalah dua dari sekian nama yang paling sering dibicarakan menuju tahun 2024. Kedua nama tersebut merupakan dua nama yang diperhitungkan dan terhitung masih bersih di mata publik. Survei elektabilitas LSI menunjukkan Sandiaga Uno 24,5 persen sedangkan Erick Thohir 15,3 persen. Nah pertanyaan di benak saya pun muncul, yang mana dari kedua event ini yang menimbulkan dampak yang lebih besar bagi kedua nama tersebut.
Adu Fans Musik Vs Fans Bola Vs Orang FOMO
Bahkan Chris Martin pun kaget melihat begitu antusiasnya warga negara Indonesia untuk bersama-sama menyanyikan lagu Yellow di GBK. Total dari 70.000 tiket yang dijual, ludes dalam hitungan menit saja. Bahkan data dari situs penjualan tiket yang terkumpul melaporkan ada 1,73 juta orang yang memperebutkan atau war tiket tersebut. Begitu pula dengan tiket pertandingan sepakbola Indonesia vs Argentina yang digelar hari Senin 19 Juni 2023 di Stadion Gelora Bung Karno yang mewah itu, War tiket pertandingan tersebut juga sangat panas, hanya memakan waktu 10 menit, 60.000 lembar tiket yang dijual oleh panitia langsung sold out.
Fenomena war tiket tersebut menunjukkan antusiasme yang sangat tinggi dari warga nergara kita atas kedua event tersebut. Yang jadi pertanyaan sekarang adalah berapakah fans musik dan fans bola sejati yang bisa ikut antusiasme tersebut. Serta berapa persenkah fans-fans tersebut mengetahui pengaruh siapa hingga bisa membawa artis yang didamba-dambakan itu ke negara kita
Belum pula menyinggung fenomena unik lain yang terjadi di war tiket ini. Fenomena banyaknya orang yang bahkan hanya tahu lagu Coldplay lewat jalur Aldi Taher dan hanya tahu Argentina lewat jalur “artinya apa bang Messi?”. Orang-orang yang hanya tahu kedua event ini karena seluruh sosial media membicarakan. Fenomena ini disebut FOMO. Nah FOMO atau Fear Of Missing Out secara terminologi adalah rasa takut merasa “tertinggal” karena tidak mengikuti aktivitas tertentu. Sebuah perasaan cemas dan takut yang timbul di dalam diri seseorang akibat ketinggalan sesuatu yang baru, seperti berita, tren, dan hal lainnya. Rasa takut ketinggalan ini mengacu pada perasaan atau persepsi bahwa orang lain bersenang-senang, menjalani kehidupan yang lebih baik, atau mengalami hal-hal yang lebih baik. Salah satu penyebab FOMO yaitu penggunaan media sosial. Berkembangnya teknologi saat ini menjadikan kita dapat dengan mudah menerima jutaan informasi di luar sana. Guyonku memang internet banyak dampaknya hahaha.
Dari GBK ke KPU
Menarik melihat bagaimana dinamika dan pergejolakan politik dari kedua tokoh ini menuju tahun 2024. Masalah gabung ke partai mana?, koalisi mana?, jadi wakil presiden siapa?, merupakan misteri yang akan terungkap pelan-pelan di masa mendatang. Begitu pula dengan dampak dari kedua event ini, apakah lengkingan suara Chris Martin ataukah gocekan Angel Di Maria yang lebih sukses bawa dampak ke kedua tokoh maupun masyarakat. Misteri- misteri ini akan terungkap nanti, sekarang saya jawab sendiri di kepala saya dengan YNTKTS “yah ndak tau kok tanya saya”.
메타데이터
- post_id
- d366e464cfa
- slug
- adu-kuat-coldplay-vs-argentina-sandi-vs-erick-d366e464cfa
- url
- https://medium.com/@pausorca/adu-kuat-coldplay-vs-argentina-sandi-vs-erick-d366e464cfa
- canonical_url
- https://medium.com/@pausorca/adu-kuat-coldplay-vs-argentina-sandi-vs-erick-d366e464cfa
- author_url
- https://medium.com/@pausorca
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-09 17:36:58