#7 Ini Dari Sisi Pandangku: Tentang Seseorang
Mari buat perasaan ini senang terlebih dahulu, sebelum membuatnya berhenti.
#7 Ini Dari Sisi Pandangku: Tentang Seseorang
Semakin hari, semakin sulit saja tantangan menulisnya. Tema tulisan ini awalnya mau aku skip tapi nanti enggak 30. Jadi ya aku tekadkan untuk menulis. Lagi-lagi aku menulis untuk memenuhi streak tulisan harian. Jujur saja aku malas. Tapi mari kita lawan diri sendiri ini. Jadi aku mau menceritakan seseorang lagi. Mari kita sambut seseorang yang sedang mencinta ini. Selamat membaca!

cr: pinterest
Kalau bisa aku pandang orang itu lama-lama sampai mataku kering mungkin akan kulakukan. Kalau bisa sampai kepalanya bolong karena terlalu lama aku pandang. Mata ini pemberontak sekali, sulit diatur, sudah diperingati oleh otak untuk berhenti, tidak juga dilakukan. Kenapa betah sekali sih?
Aku perempuan biasa, yang mudah sekali jatuh cinta dengan seseorang. Tidak mudah juga sih, aku hanya menyukai satu orang ini saja. Dari awal sampai detik ini. Aku tetap menyukai satu orang ini.
Alasannya sebetulnya klise, dia itu tipe aku banget. Aku langsung jatuh suka dengan dirinya seutuhnya. Kepribadiannya yang mudah disukai banyak orang, termasuk aku. Banyak kok ternyata yang suka sama orang ini. Dan aku salah satunya. Sepertinya memang orang seperti dia mudah disukai banyak orang.
Kalau kata orang, orang yang sedang jatuh, entah jatuh cinta, hati, atau suka sama orang akan buta. Ya itu juga aku. Pokoknya aku jadi orang buta kalau soal dia. Soalnya awal kenal yang dikenalkannya kepadaku semua kebaikannya. Ternyata memang kesan pertama itu penting sekali.
Aku sulit kalau deskripsikan orang ini. Jadi bisa kalian bayangkan saja seseorang ini orang yang baik. Aku tidak akan jelaskan apapun tentangnya. Di sini aku akan ceritakan sebuah cerita saja ya.
Aku sudah lama suka dengan orang ini. Dari perjalanan aku suka dengan orang ini banyak perasaan yang aku rasakan, termasuk rasa sakit dan cemburu. Ya wajar saja kan, orang yang sedang jatuh, pasti banyak rasa yang dirasakan. Dan aku merasakan rasa itu. Menyukainya membuat aku sedikitnya merasa tertekan. Aku juga tipe orang yang banyak berpikir. Dan orang ini banyak menyita perhatian di otakku. Dan perasaan muak aku rasakan. Aku tidak mau terbelenggu lama dengan perasaan tidak enak ini. Jadi aku akan buat ini berhenti.
Tapi sebelum membuat ini berhenti, mari buat hati ini merasa senang terlebih dahulu. Selama aku menyukainya belum pernah aku berbincang banyak. Karena, ya malu?! Aku tidak bisa membuat diri ini tenang. Tubuhku pasti langsung panas, berkeringat dingin, aku gugup parah.
Aku akan PDKT sedikit sebelum membuat ini berhenti. Aku akan coba menghabiskan waktu sedikit untuk berbincang dengannya. Awalnya aku sedikit berbohong tidak ada kelas, ada sih, tapi hanya bincang sekelas, tidak ada dosen. Jadi aku manfaatkan untuk sedikit berbincang dengannya.
Perbincangan ini terjadi selama 1 jam lebih. Aku tidak ingat, tidak hitung juga. Tapi aku jadi lebih banyak mengetahui tentang dirinya, tentang pandangan dia lebih tepatnya. Aku jadi makin tahu kalau dia itu pemikirannya lebih dewasa dari yang aku tahu. Kalau boleh jujur, percakapan ini terjadi cukup janggal. Karena saat aku sadari topik perbincangan kami awalnya tidak nyambung, haha. Kami memikirkan konteks yang berbeda. Kalau di pragmatik, konteks kami tidak sefrekuensi, jadinya percakapan kami tidak nyambung abis. Tapi aku langsung sadar, jadi aku sesuaikan dengan konteks perbincangan yang dia bawa. Aku ikut saja, toh aku yang ingin lebih banyak mengenal dia.
Oh iya aku belum cerita bagaimana awalnya bisa banyak berbincang dengannya. Pokoknya aku punya urusan yang cukup penting dengannya. Jadi banyak komunikasi yang dibutuhkan dari kami berdua. Benar saja, sejak hari itu setiap satu hari pasti ada percakapan yang kami lakukan lewat handphone. Tentu saja frekuensi komunikasi kami bertambah. Hatiku pun senang, haha.
Sampai pada urusan itu selesai dilakukan. Aku langsung sadar dengan niat awalku. Jadi mari kita hentikan perasaan tidak nyaman ini.
Hari itu di pagi hari, aku menanyakan apakah bisa bertemu. Aku berniat bertemu dengannya untuk memberikan pesan terakhirku. Dia sepakat untuk bertemu di lobi fakultas saat zuhur. Aku juga sepakat.
Tibalah Zuhur tiba. Jarak dari tempatku menuju fakultas cukup jauh, jadi cukup memakan waktu. Saat diperjalanan dia mengabari sudah ada di lobi. Sampailah aku di depan lobi, tapi tidak langsung masuk, karena aku GUGUP! Aku takut. Sampai keadaan lobi sudah lebih aman, sepi maksudku. Aku langsung masuk ke dalam lobi. Benar saja sosoknya sudah menunggu apik duduk. Dia menyapa seperti biasanya, santai. Berbeda denganku, gugup ini masih belum mau hilang.
Kami berbincang sedikit. Sampai aku memberikan hadiah untuk dibukanya nanti. Di dalamnya berisi surat pengakuanku. Pengakuan untuk berhenti maksudnya. Aku betulan berhenti untuk merasakan hal seperti ini.
Dan betul saja aku merasa LEGAAAAAAA sekali. Aku merasa pikiran yang tidak habis-habisnya ini, habis juga akhirnya. Tapi ya perasaan ini masih belum habis, aku masih tetap jatuh.
Suratku baru dibalas hampir satu bulan lamanya. Sampai aku sendiri sudah sedikit melupakannya. Pesan yang dia kirim hari itu membuat jantuh jatuh, dan tubuhku gemetaran melihat pesannya. Sampai rasanya mau menangis.
“Aku tidak bisa jawab, tapi terima kasih sudah mau cerita,” pesannya yang ditulis begini membuat diriku lebih lega. Aku merasa lebih baik begini saja. Perasaan ini tetap ada, tapi perasaan tertekan sudah tidak ada. Aku merasa lega sekali.
Dan sampai detik ini, aku merasa lebih bisa menyikapinya lebih baik daripada sebelumnya. Aku tidak lagi merasakan hal-hal yang membuat aku berpikir banyak. Aku lebih baik begini. Walau tentu perasaan ini akan terus ada.
“Perasaan ini tetap ada. Tapi aku merasa lebih baik begini saja,” -Fitri, 2025.
메타데이터
- post_id
- d3768b267bee
- slug
- 7-ini-dari-sisi-pandangku-tentang-seseorang-d3768b267bee
- url
- https://medium.com/@fitriaja/7-ini-dari-sisi-pandangku-tentang-seseorang-d3768b267bee
- canonical_url
- https://medium.com/@fitriaja/7-ini-dari-sisi-pandangku-tentang-seseorang-d3768b267bee
- author_url
- https://medium.com/@fitriaja
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-20 20:29:01