← Back to list

Amba

Novel ini bukan untuk pembaca seperti saya

Alxvnder_ in Booknotations · 2026-01-24 12:24 · 2 claps · 1.5 min read
#novel #ulasan-buku #booknotations #amba #books
Open on Medium ↗
Wiki topics: BIZ · Business Strategy LIT · Literature & Writing ✍️ · Writing & Creative

Amba

Novel ini bukan untuk pembaca seperti saya

Sebenarnya saya sudah mulai menaruh curiga ketika baru membaca beberapa halaman novel ini. Sebabnya, dua hari setelah saya membeli Amba dan belum juga mulai membacanya, ada sebuah video yang muncul di FYP TikTok yang isinya review “jelek” mengenai Amba. Karena tidak banyak spoiler yang disampaikan di video itu, jadi saya memutuskan untuk lanjut saja membaca.

Jalan cerita Amba cenderung sangat lambat. Dari bab pertama novel ini, saya dibuat kebingungan dengan deskripsi alur yang berat. Banyak penjelasan di dalam ceritanya yang menurut saya terlalu berbelit-belit dan loncat ke sana-kemari membuat saya berusaha keras memahami ke mana alurnya.

Belum lagi kalimat-kalimat dan bahkan paragraf yang terlalu puitis. Misalnya pada halaman 40 yang bunyinya begini Kedua pipi Amba tampak kuyu, seperti dua bilah garis yang tergelincir ke bawah bumi. … seperti dalam momen yang membuat kita merinding ketika sedang menonton film, saat menanti sebuah klimaks, Samuel menangkap kilat air mata menyinari pipi Amba. Dan masih banyak lagi baris yang demikian.

Kemudian perjumpaan para tokoh dengan seorang tokoh ajaib yang bernama Manalisa yang digambarkan sebagai seorang yang menurut saya tidak masuk akal, pada segmen ini ceritanya kembali berbelit-belit walau kadang mengalir dengan baik.

Bab kedua Amba benar-benar membuat saya jenuh untuk lanjut membaca. Tokoh “Amba” yang sebelumnya diceritakan sebagai seorang perempuan paruh baya, tiba-tiba di bab kedua ini kembali diceritakan masa kecilnya yang memiliki kedua adik kembar. Hubungan dengan adik-adiknya ini digambarkan dengan sangat puitis dan membuat saya bosan. Terlalu berbelit-belit dan sangat lambat.

Saya tidak sedang menjelek-jelekkan novel ini, namun sepertinya novel ini memang bukan untuk pembaca seperti saya. Atau dengan kata lain, saya tidak cocok membaca Amba, jadi, saya memutuskan untuk tidak melanjutkan membacanya.

Walau saya tidak suka dengan alur novel ini, bukan berarti novel ini jelek. Novel ini sebelumnya ditulis dalam bahasa Inggris yang kemudian ditulis kembali dalam bahasa Indonesia oleh sang penulis, bukan diterjemahkan. Amba memenangkan penghargaan LiBeraturpreis 2016, salah satu penghargaan sastra bergengsi yang diberikan setiap tahun secara eksklusif kepada penulis dari Afrika, Asia, Amerika Latin atau dunia Arab.


메타데이터
post_id
d38c60a9e7bc
slug
amba-d38c60a9e7bc
url
https://medium.com/booknotations/amba-d38c60a9e7bc
canonical_url
https://medium.com/booknotations/amba-d38c60a9e7bc
author_url
https://medium.com/@alxvnder_
status
ok
fetched_at
2026-06-20 20:29:01