← Back to list

Tahqiq, Tradisi Ilmiah Islam

#177: Sensasi beli kitab baru

Ah. Syahrul Ansori in Islam Indonesia · 2025-04-14 14:54 · 311 claps · 2.3 min read paywalled
#islam-indonesia #tradisi-islam #kitab-kuning #keilmuan
Open on Medium ↗
Wiki topics: 🕊️ · Religion

Tahqiq, Tradisi Ilmiah Islam

#177: Sensasi beli kitab baru

Ilustrasi: Madrosah Sunnah on Unsplash

Ilustrasi: Madrosah Sunnah on Unsplash

Rabu kemarin setelah sowan dari Sarang, saya sempatkan silaturahmi kepada salah satu guru saya di pondok dulu, Gus Imam. Istri beliau ternyata masih tetangga saya di Jatirogo, istri pun saya ajak untuk silaturahmi.

Gus Imam dengan karakter beliau yang energik, menyambut kami dengan hangat. Awalnya, berkabar tentang kegiatan masing-masing sebagai pembuka obrolan, setelah cukup. Obrolan berlanjut dengan cukup serius, bahkan istri hanya bisa melihat kita diskusi alot.

Sebagai hadiah, buku Minal Muktamar Ilal Muktamar pun saya berikan kepada beliau. Beliau semakin bersemangat untuk lanjutkan diskusi tentang tahqiq kitab, beliau penasaran tentang ilmu tahqiq, saya berbagi kitab pdf kepada beliau tentang tahqiq.

Kalau dahulu saat mahasiswa, saya dikenalkan dengan metode penelitian ilmiah. Saat menulis ulang dan menerjemahkan Minal Muktamar Ilal Muktamar, saya dan tim diperintahkan untuk membubuhkan tahqiq sederhana, tahqiq ini bisa disebut catatan kaki tetapi tidak sesederhana yang dibayangkan.

***Lanjutkan baca di sini.***

Ada syarat-syarat khusus dalam tahqiq, misalnya ada beberapa manuskrip. Menurut Ust. Muklas, salah satu adik kelas saya yang sudah pernah belajar tentang tahqiq secara detail, bahwa dengan bahan satu manuskrip kitab belum cukup untuk disebut tahqiq.

Walhasil, produk-produk tahqiq ini cukup rumit dan detail. Untungnya, Minal Muktamar yang pernah kami garap ada dua manuskrip inti, ditambah dengan kitab yang sudah tercetak.

Tahqiq sifatnya lebih mengkoreksi manuskrip satu dengan satu manuskrip lainnya, selain itu keterangan tambahan tentang informasi muatan hadis, ayat Al-Qur’an, atau kalam para ulama harus ditambahkan pada catatan kaki tersebut.

Judul kitab sama, catatan kaki di bawah disebut tahqiq. Kertas putih cetakan Maktabah Turmusyi, kertas kuning cetakan Al-Haramain.

Judul kitab sama, catatan kaki di bawah disebut tahqiq. Kertas putih cetakan Maktabah Turmusyi, kertas kuning cetakan Al-Haramain.

Termasuk yang membuat kompleks kerja-kerja tahqiq, ibarat peneliti manuskrip. Pentahqiq harus mengambil “sikap” jika menemukan perbedaan redaksi dari manuskrip-manuskrip yang ada.

“Saya lebih suka kitab yang ada tahqiqannya daripada tidak, itu memudahkan kita untuk merujuk kepada kitab lain dan memudahkan kita terhindar dari kesalahan pemahaman.” Demikian cerita Gus Imam, persis seperti yang disampaikan KH. Baha’udin Nur Salim.

Keesokan hari, saya menemukan di lokapasar kitab “Fathul Majid” disertai dengan tahqiqan. Wah, saya merasa senang sekali, ada dua terbitan; DKI (Darul Kutub Ilmiah) dan Maktabah Turmusyi. Setelah saya melihat contoh isi kitabnya, saya memutuskan beli yang terbitan Maktabah Turmusyi Jakarta.

Kala di hari datangnya kitab tersebut, mata saya berbinar-binar bahagia sekali bisa mengusap, menikmati, dan merasakan sensasi kitab baru tersebut. Selain bisa menikmati suguhan catatan kaki yang cukup padat dari Ibnu Harjo al-Jawi, saya bisa membandingkan dengan kitab cetakan Al-Haramain Surabaya.

Tampak cover depan. Dokumentasi pribadi.

Tampak cover depan. Dokumentasi pribadi.

Hari sebelumnya, dapat pinjaman kitab Ayyuhal Walad dari H. Nawawi yang disertai dengan tahqiqan dari Nasiruddin Efendi.

Saya baru nggeh setelah obrolan panjang dengan Gus Imam, betapa pentingnya memiliki beberapa kitab dengan judul sama tetapi beda penerbit, terlebih penerbit kitab yang menyuguhkan catatan kaki yang kredibel.

Baca Juga

[embed]Khazanah Catatan dari buku bacaansyahrulansori.medium.com

[embed]Opini Edit descriptionsyahrulansori.medium.com

Terima kasih sudah berkenan membaca sampai selesai. Jika berkenan, silakan beri apresiasi berupa sorotan, tepuk tangan, komentar, atau dengan mentraktir penulis di sini.


메타데이터
post_id
d3bb4c644b4b
slug
tahqiq-tradisi-ilmiah-islam-d3bb4c644b4b
url
https://medium.com/islam-indonesia/tahqiq-tradisi-ilmiah-islam-d3bb4c644b4b
canonical_url
https://medium.com/islam-indonesia/tahqiq-tradisi-ilmiah-islam-d3bb4c644b4b
author_url
https://medium.com/@syahrulansori
status
ok
fetched_at
2026-07-13 18:14:32