← Back to list

Bedah-Book: Malam Terakhir

Karya sastra apik dan keren, berkedok cerpen!

Dimas Arrizki · 2026-01-28 10:40 · 0 claps · 1.4 min read
#cerpen #leila-s-choudori #ulasan-buku #book-review #sastra-indonesia
Open on Medium ↗
Wiki topics: LIT · Literature & Writing 📚 · Books & Reading

Bedah-Book: Malam Terakhir

Mungkin ini merupakan buku karya mbak Leila S. Chudori yang kurang aku minati secara utuh. Tapi buku ini tetap layak untuk diselami lebih dalam, khususnya untuk kalian penggemar sastra bahasa Indonesia yang penuh akan makna dan padanan kata yang luas.

Ilustrasi oleh: Dokumen pribadi

Ilustrasi oleh: Dokumen pribadi

Buku berjudul Malam Terakhir ini memang agak berbeda dengan buku besutan mbak Leila yang lain. Mengapa demikian? Buku ini merupakan kumpulan beberapa cerpen berbalut sastra yang cukup kuat, namun tetap ringan di beberapa cerita pendeknya yang cukup dekat dengan kehidupan sekitar.

Sebelumnya aku telah membedah karya beliau yang cukup fenomenal, yaitu *Laut Bercerita yang aku rasa memang worth to read. *Bukan hanya menampilkan karya sastra saja, namun sarat akan makna dan peristiwa naas yang belum terungkap, bahkan hingga coretan blog ini diketik dan dipublikasikan. Maka atas dasar itu, aku penasaran akan karya mbak Leila yang lain dan terpincut dengan sampul bukunya yang juga ikonik.

Dari beberapa judul cerpen yang tersaji, menurutku ada dua judul yang cukup mencolok mata ketika aku selesai membacanya. Kedua cerpen itu berjudul Adila dan Sepasang Mata Menatap Rain. Aku rasa, keduanya memiliki kedalaman sastra yang ringan dan dapat dipahami oleh masyarakat awam pada umumnya.

Aku sendiri memang masih belajar memahami karya sastra pada saat ini. Maka dari itu, kedua cerpen karya mbak Leila ini cukup dapat dimengerti untuk pemula dan penggiat sastra baru sepertiku.

Di samping itu, kedua cerita ini menyajikan makna yang cukup jelas, dan tak jarang sering ditemui di sekitar kita. Bagaimana seseorang tenggelam dalam imajinasinya yang menghanyutkannya. Ada pula simbol yang digaungkan oleh seseorang yang acap kali kita abaikan, namun dapat tertangkap oleh manusia lain di sekitar kita.

Meskipun untuk keseluruhannya tidak dapat memuaskan jiwaku untuk melebur bersama, tapi buku ini tetap layak untuk dibaca dua atau tiga kali. Terkadang, karya sastra yang memiliki makna mendalam, harus diulang beberapa kali agar makna dan esensinya melebur bersama pikiran pembaca pemula sepertiku.

Gimana nih menurut kalian? Ada yang udah pernah baca? Bagi pengalaman kalian di kolom komentar yuk! :D


메타데이터
post_id
d440612d8af5
slug
bedah-book-malam-terakhir-d440612d8af5
url
https://medium.com/@dms.abee/bedah-book-malam-terakhir-d440612d8af5
canonical_url
https://medium.com/@dms.abee/bedah-book-malam-terakhir-d440612d8af5
author_url
https://medium.com/@dms.abee
status
ok
fetched_at
2026-07-09 08:27:28