← Back to list

Aku Mengira Suara Gitar Itu Berasal dari Tetangga… Sampai Akhirnya Aku Sadar Tidak Ada Rumah di…

Malam itu hujan turun pelan. Jam di dinding menunjukkan pukul 02.17 dini hari. Aku masih terjaga karena mencoba mencari chord lagu…

Beni · 2026-07-08 06:33 · 0 claps · 1.5 min read
#guitar #guitar-chords
Open on Medium ↗

Aku Mengira Suara Gitar Itu Berasal dari Tetangga… Sampai Akhirnya Aku Sadar Tidak Ada Rumah di Sebelahku

Malam itu hujan turun pelan. Jam di dinding menunjukkan pukul 02.17 dini hari. Aku masih terjaga karena mencoba mencari **chord lagu** favoritku untuk dimainkan sebelum tidur.

Biasanya bermain gitar membuat pikiranku tenang. Aku membuka beberapa situs, mencoba berbagai kunci gitar, lalu mulai memetik perlahan.

Namun malam itu ada sesuatu yang aneh.

Di sela-sela petikan gitarku, terdengar suara gitar lain.

Awalnya kupikir suara itu berasal dari rumah tetangga. Petikannya pelan, bersih, dan memainkan lagu yang sama persis denganku.

Aku berhenti bermain.

Suara itu ikut berhenti.

Aku mulai bermain lagi.

Suara gitar itu kembali terdengar… tetapi kali ini satu ketukan lebih cepat dariku.

Bulu kudukku langsung berdiri.

Aku mencoba mengabaikannya. Mungkin hanya imajinasiku karena terlalu lelah.

Beberapa menit kemudian aku mengganti lagu. Aku mencari chord lagu Indonesia yang lain dan mulai memainkan progresi baru.

Suara gitar itu…

Mengikuti lagi.

Bahkan sebelum aku menyelesaikan perpindahan chord.

Aku mulai merasa tidak nyaman.

Kubuka jendela kamar.

Gelap.

Sepi.

Tidak ada suara hujan lagi.

Tidak ada suara kendaraan.

Tidak ada siapa-siapa.

Aku kembali duduk dan memainkan satu chord yang sangat jarang kupakai.

Tiba-tiba suara gitar itu membalas dengan melodi yang lebih indah.

Seolah-olah seseorang sedang mengajakku bermain bersama.

Tanganku mulai gemetar.

Aku menoleh ke arah cermin.

Di sana…

Aku melihat seseorang duduk di belakangku.

Ia memegang gitar tua berwarna hitam.

Wajahnya tidak terlihat.

Kepalanya tertunduk.

Yang terdengar hanyalah suara senar gitar yang dipetik perlahan.

Aku langsung membalikkan badan.

Kosong.

Tidak ada siapa pun.

Saat menoleh kembali ke cermin…

Dia sudah berdiri tepat di belakangku.

Tangannya mengarah ke layar laptop.

Di sana terbuka halaman berisi kumpulan **chord lagu **yang sedang kupelajari.

Lalu layar laptop tiba-tiba berubah sendiri.

Muncul satu kalimat.

“Lagu terakhirku belum selesai dimainkan.”

Tanpa sadar jariku bergerak sendiri.

Memainkan chord demi chord.

Lagu yang belum pernah kudengar sebelumnya.

Semakin lama dimainkan, ruangan terasa semakin dingin.

Lampu berkedip.

Suara gitar semakin keras.

Sampai akhirnya…

Semua mendadak sunyi.

Keesokan paginya aku terbangun di lantai kamar.

Gitarku masih berada di pangkuan.

Laptop masih menyala.

Namun riwayat browser kosong.

Tak ada satu pun halaman yang kubuka malam sebelumnya.

Yang tersisa hanya satu file rekaman suara.

Isinya…

Petikan gitar yang sama.

Dan di akhir rekaman terdengar suara seseorang berbisik pelan.

“Terima kasih… laguku akhirnya selesai.”


메타데이터
post_id
d5ce5a65a323
slug
aku-mengira-suara-gitar-itu-berasal-dari-tetangga-sampai-akhirnya-aku-sadar-tidak-ada-rumah-di-d5ce5a65a323
url
https://medium.com/@ibukanyou/aku-mengira-suara-gitar-itu-berasal-dari-tetangga-sampai-akhirnya-aku-sadar-tidak-ada-rumah-di-d5ce5a65a323
canonical_url
https://medium.com/@ibukanyou/aku-mengira-suara-gitar-itu-berasal-dari-tetangga-sampai-akhirnya-aku-sadar-tidak-ada-rumah-di-d5ce5a65a323
author_url
https://medium.com/@ibukanyou
status
ok
fetched_at
2026-07-09 09:18:05