Apa yang membuat Video Game MilSim sangat menarik untuk kaum sayap kanan ?
Baru-baru ini saya sering sekali memainkan sebuah video game bernama Arma III, Video game ini merupakan sekuel dari Arma II yang dirilis…
Apa yang membuat Video Game MilSim sangat menarik untuk kaum sayap kanan ?

Cover Arma III
Baru-baru ini saya sering sekali memainkan sebuah video game bernama Arma III, Video game ini merupakan sekuel dari Arma II yang dirilis sekitar 17 tahun yang lalu, dan masih dikembangkan dari perusahaan yang sama yaitu Bohemia Interactive. Sejauh ini saya sangat menyukai gameplay ini, baku tembak dalam game ini terasa sangat realistis, dan responsif seakan-akan saya berada di medan tempur nyata. Selain itu juga aspek-aspek seperti desain peta tempat bermain juga patut diberi pujian, setiap peta yang bisa dimainkan memiliki identitas yang unik, dan berbeda dari peta lainnya.
Serial Arma, dan game lain seperti 6 Days in Fallujah merupakan game berjenis MilSim yang berarti Military Simulator atau Simulasi Militer, game-game ini memiliki unsur-unsur yang mirip secara umum seperti fokus terhadap realisme, detail terhadap perlengkapan yang digunakan pemain, dan juga penggunaan strategi serta taktik yang sama dengan angkatan bersenjata di dunia nyata. Tapi, saya mengetik artikel ini bukan untuk membahas gameplay Arma III, saya rasa ada pemain lain yang bisa memberikan penjelasan yang lebih panjang, dan teliti karena mereka sudah menggemari serial ini jauh sebelum saya menyentuhnya. Saya mengetik artikel ini karena saya menyadari sesuatu yang sedikit membuat rasa penasaran saya naik yaitu komunitasnya.
Video game berjenis MilSim terkenal dengan komunitasnya yang bisa disebut loyal, sabar, dan sangat menjunjung realisme yang ada dalam game tersebut. Arma tentunya memiliki komunitas seperti yang telah disebutkan, mereka bahkan mengembangkan beberapa modifikasi-modifikasi yang mengubah cara Arma dimainkan, seperti ada modifikasi yang menerjunkan pemain sebagai pejuang gerilya. Tapi antusiasme penggemar MilSim tersebut memiliki sisi yang gelap, sisi tersebut berupa kaum sayap kanan ekstrim seperti Neo-Nazi, Fasis, dan kaum alternatif kanan.

Contoh lambang beberapa Unit (Kelompok Pemain) ekstrimis kanan dari
Tapi mengapa Arma III menarik sekali bagi kaum kaum seperti ini ? Apakah hal ini merupakan hal yang wajar dalam game berjenis MilSim ?
Saya rasa ada 3 alasan mengapa Arma bisa menarik individu-individu tersebut.
Pertama, Arma merupakan game yang melibatkan banyak sekali unsur militer dari negara-negara yang nyata. Hal tersebut membuat kaum sayap kanan ini untuk dengan mudah memeluk berbagai faksi yang ada di dalam Arma karena mereka berasal dari negara yang sama, atau bahkan dari ras yang sama. Sehingga hal tersebut dapat memudahkan mereka untuk memprojeksikan fantasi-fantasi bahwa mereka adalah pejuang yang melawan ,”Bangsa rendahan”. Hal ini bukan berarti realisme merupakan hal yang buruk, tapi realisme berperan sebagai jembatan antara dunia nyata, dan dunia maya yang bisa digunakan oleh ideologi apapun.
Kedua, Arma mudah sekali untuk dimodifikasi oleh penggunanya. Jika anda memiliki kemampuan, dan kemauan maka anda bisa mengembangkan modifikasi unik untuk Arma. Sisi negatifnya jelas, dengan memberikan kemampuan tersebut, pemain-pemain tertentu dapat dengan mudah memasukkan simbol, seragam, bendera, dan bahkan kubu bersifat ekstrimis. Hal ini karena Bohemia Interactive selaku pengembang Arma III tidak memiliki wewenang untuk melarang modifikasi tersebut kalaupun mereka mau karena modifikasi ini bisa diunduh dari berbagai macam situs di luar jangkauan Bohemia.
Ketiga, Arma, dan game MilSim lainnya secara tidak sengaja mengagungkan militer, dan tentara. Fasisme menempatkan prioritas yang tinggi kepada militer, dalam Italia dibawah Mussolini, Jerman dibawah Adolf Hitler, dan Jepang saat dipimpin Hirohito, mereka semua mendewakan angkatan bersenjata masing-masing. Mereka membuat militer sebagai penjaga moral bangsa, dan negara, sebagai satu-satunya institusi yang memiliki moralitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan cabang pemerintahan lainnya. Arma menggambarkan operasi militer, serta struktur yang sangat akurat dengan dunia nyata, hal tersebut mengakibatkan Arma untuk mudah sekali dipolitisasikan secara tidak sengaja. Tema militer bukan berarti selalu condong ke pada fasisme tentunya, hanya saja tema tersebut mudah sekali untuk diambil-alih oleh pihak tertentu agar bisa digunakan untuk memajukan paham ekstrimis mereka.
Apakah ini berarti penggemar Arma merupakan geromoblan rasis, dan fasis ? Tentunya tidak, patut diingat bahwa mayoritas penggemar Arma bukan orang-orang yang rasis, tetapi Arma serta game MilSim lainnya selalu memiliki kelompok-kelompok ekstrimis kanan yang kecil tapi sangat aktif di dunia maya. Mereka memiliki forum-forum tersendiri, serta aplikasi komunikasi seperti discord yang mereka gunakan untuk berinteraksi.
Lantas apa yang bisa dilakukan untuk menangani hal tersebut ? Saya berpendapat bahwa mayoritas pemain Arma, dan MilSim lainnya untuk tidak memberikan toleransi apapun kepada orang-orang ekstrimis tersebut. Jika mereka diberikan toleransi maka yang ada paham mereka akan berkembang secara cepat karena mereka menganggap bahwa anggota komunita tersebut antara tidak peduli dengan pahamnya atau rentan untuk diubah menjadi penganut ideologi ekstrimis.
메타데이터
- post_id
- d613a5d40e9e
- slug
- apa-yang-membuat-video-game-milsim-sangat-menarik-untuk-kaum-sayap-kanan-d613a5d40e9e
- url
- https://medium.com/@calvinrusli419/apa-yang-membuat-video-game-milsim-sangat-menarik-untuk-kaum-sayap-kanan-d613a5d40e9e
- canonical_url
- https://medium.com/@calvinrusli419/apa-yang-membuat-video-game-milsim-sangat-menarik-untuk-kaum-sayap-kanan-d613a5d40e9e
- author_url
- https://medium.com/@calvinrusli419
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-22 12:55:45