Rilisan Fisik: Sedikit Belum Tentu Tidak Berisik
Di tengah gempuran digitalisasi yang begitu pesat, tak sedikit orang yang masih mempertahankan budaya masa lalunya, salah satunya…
Rilisan Fisik: Sedikit Belum Tentu Tidak Berisik

Oleh: Agil Syahrial
Di tengah gempuran digitalisasi yang begitu pesat, tak sedikit orang yang masih mempertahankan budaya masa lalunya, salah satunya orang-orang yang masih mendengarkan musik secara analog (Vinil, CD dan Kaset)
Transformasi yang luar bisa dalam industri musik mempengaruhi begitu banyak hal, contohnya semakin sedikitnya Record Store di sekitar kita. Saat masa kejayaannya mulai meredup pada beberapa dekade lalu, penjualan CD di Amerika Serikat turun sampai 31,5% dalam paruh pertama tahun 2015. Penurunannya antara lain disebabkan oleh layanan musik streaming, dan sejujurnya layanan musik streaming memang semakin memudahkan kita sebagai para pendengar musik.
Tapi mendengarkan musik secara analog dan juga membeli rilisan fisik tidak sepenuhnya tiada. Masih ada beberapa orang yang rela menyisihkan uangnya untuk membeli CD, Kaset atau bahkan Vinil. Mungkin “BANGGA” adalah salah satu kata yang dapat menggambarkan keadaan ketika memiliki rilisan fisik pada album band kesayangan.
Pada setiap tahunnya kita merayakan Record Store Day, biasanya jatuh pada hari Sabtu ketiga di bulan April dan dirayakan pada hari yang sama di seluruh dunia. Ide Record Store Day berawal dari para pemilik Toko Rilisan Fisik independen di Amerika, tujuannya adalah untuk menjaga kelestarian Toko Rilisan Fisik dan juga rilisan fisik yang saat itu mulai tergeser keberadaannya oleh rilisan Digital.
Di Indonesia perayaan Record Store Day mulai ‘menyimpang dari ajaran’ sejak tahun 2015. RSD Indonesia saat itu diadakan dalam format Bazaar Besar yang berlanjut dari tahun ke tahun sampai tahun 2023 lalu. Pada mulanya Record Store Day diadakan di Toko Rilisan Fisik, namun pada tahun ini Record Store Day di Indonesia kembali ke hakikatnya.
Menurut Kordinator RSD di Indonesia, Satria Ramadhan, “Tahun ini, kita akan kembalikan konsep Record Store Day ke toko-toko rilisan fisik yang mendaftarkan toko nya untuk berpartisipasi. Mereka akan mendapatkan jatah Rilisan Eksklusif RSD Indonesia dan tokonya akan kita promosikan di social media”
“Untuk menambah kemeriahan euforia RSD, kami adakan event lain dengan format bazaar dengan nama Record Store Day Indonesia Market, Eventnya seminggu setelah RSD worldwide. Ini kita adakan sebagai wadah bagi teman-teman yang belum punya toko rilisan fisik dan juga mereka yang punya toko rilisan fisik.” Jelas Mayo Ramandho, yang juga Kordinator RSD di Indonesia.
Record Store Day dirayakan serentak di seluruh toko rilisan fisik di dunia pada tanggal 20 April 2024. Sedangkan RSDI Market diadakan pada tanggal 27–28 April 2024 di Senayan Park.
Happy Record Store Day all! dan juga hormat kepada musisi yang masih merilis rilisan fisik di tengah gempuran era digital.
메타데이터
- post_id
- d61603f0f2b8
- slug
- rilisan-fisik-sedikit-belum-tentu-tidak-berisik-d61603f0f2b8
- url
- https://medium.com/@afterfive.media/rilisan-fisik-sedikit-belum-tentu-tidak-berisik-d61603f0f2b8
- canonical_url
- https://medium.com/@afterfive.media/rilisan-fisik-sedikit-belum-tentu-tidak-berisik-d61603f0f2b8
- author_url
- https://medium.com/@afterfive.media
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-27 23:56:40