← Back to list

Recap Review Serial The Underclass & One Year

Yang satu kritik terhadap sekolah, yang satu drama keluarga dan cinta-cintaan yang pastinya bikin baper ~

Alif Mauludi in Zinema ID · 2021-07-21 13:12 · 0 claps · 11.0 min read
#review #spesial #series #bnk48 #idols
Open on Medium ↗

Recap Review Serial The Underclass & One Year

Walaupun sebenarnya penulis udah cukup lama nonton dua serial ini, alias sebenarnya mager untuk segera mengulasnya waktu itu, tapi penulis memaksakan diri untuk wajib mengulas dua serial ini karena ini adalah serial Thailand dan ini adalah kontennya anak-anak BNK48.

Karena ini ulasan recap, maka penulis gak akan membagi-bagi berdasarkan beberapa section seperti ulasan biasanya. Jadi karena sudah pasti tulisannya akan panjang, dibutuhkan kesabaran dan waktu luang untuk membaca ulasan ini. Jika belum punya waktu yang luang, silahkan simpan dulu artikel ini dibookmark biar kalian tidak lupa.

Sebelum ini, penulis juga pernah bikin recap ulasan dua serial Korea yakni Kingdom dan Itaewon Class. Silahkan cari di blog ini. Dan penulis juga pernah mengulas konten BNK48 lainnya mulai dari dua dokumenter BNK48 di Netflix, lalu satu film BNK48 yang collabs dengan Thibaan, serta satu film BNK48 yang bener-bener di bumpernya tertulis “BNK48 Production” yang sempat tayang di JAFF 2020 online edition yang berjudul “Where We Belong”.

Baiklah, penulis akan mulai mengulas dari serial The Underclass terlebih dahulu karena penulis waktu itu nonton yang ini dulu. Serial ini tersedia di Netflix. Penulis lupa mulai tau serial ini ketika apa. Tapi ya gak penting juga sih. Langsung aja ke overview singkatnya. The Underclass bercerita tentang seorang siswi yang diperankan oleh Mewnich dari generasi 2 BNK48, yang bersekolah di sebuah sekolah mewah yang dikhususkan untuk perempuan. Di sekolah ini diterapkan sebuah sistem yang relate banget dengan sistem sekolah di Indonesia yakni ranking dan pembagian kelas berdasarkan ranking tersebut. Jadi yang pintar tambah pintar karena kumpulnya sama yang pintar, dan sebaliknya dengan yang bodoh juga seperti itu. Pada suatu hari, si Mewnich yang memerankan karatker bernama Pang ini ketahuan mencontek di ujian yang menyebabkan ia tidak hanya turun ke kelas B tapi langsung ke kelas E. Sorry kalau kelasnya salah. Penulis agak-agak lupa juga sih. Pokoknya si Pang turunnya ke tingkatan kelas paling rendah lah. Pang tentu punya alasan kenapa ia mencontek. Yakni karena ia berusaha agar ia bisa bertahan di kelas A.

Biar gak capek bacanya, penulis lanjutkan di paragraf baru. Nah si Pang ini sebenarnya paling benci banget sama murid kelas E. Ia merasa gak pantas lah untuk disandingkan dengan mereka. Itulah yang membuatnya merasa kesulitan untuk berbaur dengan teman-teman barunya di kelas E. Tentunya banyak kelebihan-kelebihan di kelas A yang tidak bisa ia rasakan kembali. Apalagi ia turunnya di kelas E. Dari situlah cerita bermula dan banyak pelajaran baru yang bisa diambil oleh Pang sejak ia turun di kelas E.

Sebenarnya cerita dari The Underclass mirip-mirip dengan serial-serial sekolahan Thailand lain seperti The Gifted atau Blacklist. Dan kebetulan The Underclass ini juga bikinan GMM TV. Jadi secara ide cerita itu sudah bagus banget karena menawarkan sesuatu yang relate tapi jarang diceritakan di konten lain. Tetapi konsistensi untuk menghadirkan sesuatu yang akan membuat kita terkagum-kagum pada setiap episodenya agak kurang. Jadi ada momen tertentu yang terasa membosankan dan pengen langsung di skip aja. Tapi bukan berarti semua serial GMM TV kaya gitu semua. Girl From Nowhere bisa dibilang satu-satunya konten GMM yang terbaik dan gak ada celah.

Oh iya. Penulis hampir lupa untuk menyebutkan siapa saja yang berperan di serial ini. Bisa dibilang ini buanyak banget. Baik dari gen satu ataupun gen dua BNK48. Selain Mewnich, di sini ada Music BNK48 yang menjadi ketua geng di kelas E. Music adalah member yang keren bagi penulis dan bikin oleng karena keimutannya. Mungkin kalau di serial atau film dia selalu dapat karakter yang tomboy tapi kalau di dunia nyata dia manis banget sumpah. Sayangnya dia selalu dapat peran sebagai karakter pendamping. Gak tau juga sih kalau dia pernah jadi karakter utama. Tapi kalau memang gak ada, semoga dia cepat mendapatkan peran itu. Denger-denger dia akan berperan di sebuah film horror Thailand. Peran Music sebagai karakter pendamping gak pernah gagal. Kehadiran dia sebagai pendamping justru terasa lebih bersinar dibandingkan karakter utamanya. Di serial ini peran Mewnich terkesan biasa aja dan stagnan banget dengan muka cemberutnya. Mungkin kalau di serial One Year dia cocok karena berperan sebagai karakter adik yang dimanjakan. Tapi di serial ini kurang cocok dan cocoknya jadi pacar aja hehe.. Penampilan Mewnich yang seperti itulah yang membuat Music malah terasa menonjol banget. Kalian mungkin punya teman yang suka ngelabrak di sekolah, dan Music sangat menggambarkan karakter yang kaya gitu banget apalagi dia sangat terlihat tomboy di sini.

Sementara di film Where We Belong, Music juga gak kalah menjadi supporting cast yang beneran mensupport penampilan Jennis BNK48 banget. Penampilan Jennis di situ bagus banget. Lebih bagus daripada Mewnich. Sorry Mewnich.. Gapapa yang penting kamu juga bisa bikin oleng xixixi…. Jadi duo Jennis dan Music di Where We Belong, ditambah dengan kesan filmnya yang sangat art-house banget menjadi dynamic duo terbaik di ranah per-BNK48-an.

Wow.. saking luar biasanya penampilan Music sampai-sampai penulis hampir lupa kalau harus menyebutkan member lain yang juga tampil di serial ini. Penulis sebut namanya aja ya karena kalau sama karakter yang diperankan jadi panjang banget nanti. Ada Faii BNK48 yang menjadi pemimpin regu di kelas A dan menjadi musuh dalam selimutnya Mewnich. Doi udah graduate dari BNK48 dan kabarnya dia tau-tau kaya udah gak dianggap sebagai member BNK48 sebelum tiba hari kelulusannya. Sorry nih ya kalau ada beberapa kalimat yang salah. Kalian bisa protes langsung ke kolom komentar. Nah si Faii ini padahal mengumumkan graduatenya itu kaya baik-baik gitu loh. Dan tentu kecewa banget sih pastinya. Oh iya, Music dan Mewnich sebenarnya juga dikabarkan bakal graduate dan sudah mengumumkan kelulusannya. Tapi ketika tulisan ini dibuat, akun Instagram mereka masih terafiliasi dengan BNK48.

Sangat disayangkan sih kalau member-member cantik ini keluar. Karena penulis juga kecewa ketika tau June BNK48 keluar padahal penulis baru tau dia ketika nonton serial Bad Genius. Tapi gapapa yang penting kan konsep 48 Group adalah “graduate satu, masuk seribu”. Selanjutnya ada Fond BNK48, Miori BNK48, Stang BNK48, Jaa BNK48 (doi satu sub-unit dengan Music, tapi di serial ini keduanya terpisah karena Jaa adalah bagian dari geng kelas A. Tapi tenang aja, walaupun si Faii dan beberapa anak kelas A digambarkan jahat, si Jaa tetap jadi cewek manis yang baik kok. Sub-unit Jaa dan Music di BNK48 bernama Mimigumo, mungkin kalau di JKT48 kaya 4 Gulali, tapi Mimigumo isinya cuma tiga, satu lagi adalah Kaimook BNK48), Pakwan BNK48, Piam BNK48, Nink BNK48 (sudah graduate juga), Korn BNK48, Jib BNK48, Minmin BNK48 (doi berperan jadi kakaknya Mewnich.. kakak adek bikin meleleh semua sumpah. Jadi kan di serial ini diceritakan kalau si Minmin ini menghilang karena ia pengen mewujudkan mimpinya sendiri. Karena itulah si Mewnich akhirnya benci. Sebab sejak ditinggal kakaknya, Mewnich harus menggantikan sosok Minmin yang terkenal cerdas di sekolahnya dan akhirnya memaksa Mewnich untuk jadi ambis meraih posisi tertinggi di sekolah), Nine BNK48, dan New BNK48. Itu daftar member yang berperan di serial ini. Penulis gak hafal semua member BNK48 karena lebih susah dibanding menghafal semua member JKT48, oleh karena itu kalau ada printilan-printilan member yang harusnya juga tertulis sebagai cast serial ini dan terlupakan mohon ditambahkan.

Penulis gak akan bahas serial ini secara kontekstual. Karena sudah dibahas di artikel #JulidDoang yang membahas tentang film remaja Indonesia yang gitu-gitu aja. Silahkan cari sendiri di blog ini.

Agak bingung sih mau membahas apa lagi. Mungkin inti atau amanat dari serial ini aja kali ya. Biasanya kan suka gitu tuh penonton film kita. Suka komentar, “Ini pesannya apa ya? Kok gak ada pesannya ini?” Jadi pesan atau amanat yang bisa diambil dari serial ini adalah gak usah serius dengan sekolah. Jangan jadi ambis karena nilaimu tidak akan berguna di dunia kerja. Lakukan apa yang kamu senangi dan tekuni itu. Tapi pastikan untuk pelajaran lain jangan sampai di bawah KKM. Biar apa? Biar naik kelas lah. Kan cuma butuh ijazahnya aja. Lagian ijazah juga gak guna-guna banget sih di dunia kerja saat ini. Beberapa perusahaan sekarang udah gak menjadikan ijazah sebagai syarat biar bisa kerja.

Terus mumpung masih bahas serial ini. Kayanya asyik kalau ngomongin tentang efek sistem ranking di serial ini. Seperti tertulis di awal tadi, ini kan sesuatu yang relate banget dengan kita. Konteks ini juga berkaitan dengan kandungan film atau serial Thailand lainnya yaitu Bad Genius. Jadi di serial ini kita diperlihatkan kalau ternyata si Faii yang ternyata keponakan dari kepala sekolah ini diam-diam dibantu oleh pamannya itu. Ia pun bersekongkol dengan geng kelas A dan saling bekerjasama untuk mempertahankan posisi mereka di kelas A. Gimana caranya? Ya curang lah. Mereka diam-diam melakukan kecurangan ketika ujian. Jadi apakah kalian sudah melihat kesimpulan dari kalimat di atas? Sederhana banget. Sistem ranking bisa dibilang mirip dengan kapitalisme. Memang gak semua perusahaan kapitalis bakal berbuat curang. Tapi… emm… jangan-jangan curang semua.. Ya anggap kalau semuanya curang lah. Sistem seperti ini hanya menguntungkan mereka yang ada di lingkaran atas. Akhirnya yang kalangan bawah semakin tersisih, terbuang, dan terlupakan, padahal perannya gak kalah penting di kehidupan ini. Intinya sistem ranking adalah penyebab dari bobroknya kualitas generasi muda yang akan menggerakkan ekonomi (asekk) ataupun penerus di lingkaran pemerintahan. Ini adalah akar dari budaya korupsi yang bisa dibilang berkurang di Indonesia (alhamdulillah) karena gak ketahuan dan yang menyelidiki udah mati (sok sarkas nih..). Anak-anak kelas E di serial ini adalah gambaran rakyat sekarang yang saling bekerjasama atau bergotong-royong agar bisa terus hidup. Terlebih anak-anak kelas E juga digambarkan sebagai pemberontak yang sering demo dan mengkritik sekolah, dan udah cocok banget kan dengan kehidupan masyarakat di negeri dongeng (bukan Indonesia kok. Kalau di sini kan rakyatnya makmur).

Jadi ya itu inti dari serial ini. Biar gak lebih panjang lagi. Penulis akan beralih ke ulasan berikutnya yaitu serial One Year.

Awal tau serial ini adalah ketika pada suatu hari penulis menemukan sebuah potongan adegan dari serial ini di Instagram. Di situ ada adegan June (ex-member BNK48 dan kesayangan penulis setelah Phi Orn) yang sedang ngobrol dengan karakter pria di serial ini. Awalnya penulis gak tau kalau ternyata serial ini isinya anak-anak BNK48. Makanya pas tau penulis langsung gas cari-cari serial ini di Google.

Agak lama untuk menemukan serial ini. Bahkan di situs ilegal pun juga gak ada. Tapi pada suatu hari entah kenapa penulis punya insting secara tiba-tiba pengen cari di platform streaming asal Thailand bernama Trueid. Kaya random aja gitu. Dan ternyata ada dong. Wow luar biasa. Penulis senang banget terlebih serial ini bisa ditonton secara gratis di platform tersebut.

Oh iya, seperti serial Thailand atau mungkin lebih tepatnya serial GMMTV pada umumnya. Jumlah episode serial The Underclass ada 13. Sementara itu untuk serial One Year ini ada 10 episode dan serial ini diproduksi oleh GDH. Film atau serial Thailand yang terkenal memang kebanyakan dari dua studio itu doang sih. Bahkan dulu penulis cuma tau GDH aja. Tapi sekarang juga tahu GMM.

Berbeda dengan The Underclass yang sifatnya hiburan tapi jika dibahas secara kontekstual juga gak kalah seru, penulis menganggap serial One Year lebih menonjol ke hiburannya aja sih. Karena kalau The Underclass kan agak-agak serius gitu isinya. Kalau di One Year lebih santai karena isinya agak-agak slice of life gitu lah. Tapi drama di serial ini juga dapet sih.

Serial One Year bercerita tentang seorang ibu rumah tangga yang sudah dua kali bercerai dan kali ini tengah menjalin hubungan dengan temannya sendiri. Masalah dimulai ketika si anak sulung yang diperankan oleh Cherprang masih belum bisa menerima hubungan di antara keduanya. Namun karena merasa ibunya serius dan menjamin tidak akan dikecewakan lagi, ia pun memberikan kesempatan. Yakni selama satu tahun keluarga mereka akan tinggal dengan keluarga paman Tum (yang akan menjadi ayah tiri Cherprang dan adik-adiknya). Masalahnya, keluarga ini seperti Mewnich (kebetulan tampil di serial One Year juga) yang harus beradaptasi dengan lingkungan baru. Di keluarga Cherprang ada enam orang yakni si ibu, terus Cherprang, dan empat adiknya yaitu June ex-BNK48, Wee BNK48, Korn BNK48, Mewnich BNK48. Sementara di keluarganya paman Tum, ia punya dua anak yakni si sulung Boom yang diperankan oleh Jirayu La-ongmanee dan Fond BNK48.

Mungkin yang asyik diulas adalah hubungan antar karakter di sini. Jadi langsung aja akan penulis mulai.

Jirayu mungkin bisa dibilang cowok paling beruntung yang akan membuat fans BNK48 iri (gak tau juga sih iri apa enggak). Karena karakternya dibuat jatuh cinta dengan Cherprang. Dan itu salah satu konflik yang bikin rumit di serial ini karena ya coba kalian bayangkan, jika orang tua kalian yang telah bercerai hendak menikah lagi, tapi kalian justru suka dengan anaknya calon papa tiri kalian. Susah kan? Harusnya jadi adik malah jadi pacar ups.. Kalau kaya gini ya mau gak mau harus ada yang mengalah di antara orang tua mereka atau mereka (Cherprang dan Jirayu). Dan konfliknya gak cuma berhenti di situ aja. Jirayu rupanya dibuat memiliki hubungan cinta segitiga dengan Cherprang dan June. Oh tidak… kesayangan akuu… Penulis gak tau reaksi fans BNK48 gimana pas nonton ini. Cuma terkesan berani banget gitu loh. Apalagi serial ini diproduksi ketika mereka masih jadi member BNK48 kan pastinya. Dan tau sendiri lah golden rules di 48 Group kaya gimana. Memang sih cuma akting. Tapi tetep aja penulis gak terima. Hikss… Apalagi dua member diembat. Tapi ya udahlah. Kita beralih ke karakter berikutnya.

Anak ketiga… Penulis agak lupa antara Wee atau Pun yang jadi anak ketiga. Tapi penulis akan bahas Pun dulu aja lah. Oh iya lupa… June sebenarnya bukan bagian dari keluarga ini. Karena dia juga punya ibu sendiri gitu lah. Gak paham juga sih kenapa dia ada di keluarga ini. Pokoknya dia sebenarnya sepupunya Cherprang, bukan adiknya Cherprang. Lanjut ke Pun. Pun di sini juga digambarkan punya relationship dengan karakter cowok yang merupakan teman kuliahnya. Tapi berhubung doi bukan kesayangan penulis, jadi penulis merelakan hubungan dia dengan karakter Mark yang diperankan oleh Nattarat Nopparattayaporn. Hubungan mereka bahkan lebih uwu jika dibandingkan dengan cinta segitiga kakaknya.

Lanjut ke Wee. Karakter ini adalah karakter yang paling menolak hubungan ibunya denga paman Tum. Ia gak mau makan masakan paman Tum, dan kalau diajak ngobrol selalu diam. Pada suatu hari, dalam sebuah pesta, keluarga ini bertemu dengan mantan suami si ibu alias ayahnya Wee. Si Wee memilih untuk tinggal bersama ayahnya itu, dan mulai menyadari bahwa si ayah sudah tidak sesayang itu kepadanya. Hiks.. hikss.. Gapapa Wee, masih ada aku kok yang sayang sama kamu. Ups sorry. Maksudnya ada paman Tum yang menyayangi Wee sepenuh hati. Penulis lupa momen ketika Wee ini akhirnya suka atau menerima kehadiran paman Tum. Tapi yang jelas dia salah satu orang yang kecewa ketika tau ada hubungan cinta segita rahasia di antara kakaknya yang hampir membuat ibunya gagal nikah dengan paman Tum. Kalau kakak-kakaknya tadi punya love interest, Wee juga punya dong. Please jangan kaget ya. Ini sudah biasa kok di Thailand. Di sini diceritakan kalau Wee punya love interest dengan Jane BNK48. Hubungan mereka yang awalnya penulis kira cuma temenan biasa ternyata merupakan hubungan LGBT. Penulis gak ada masalah sih sebenarnya dengan hal itu. Cuma begini.. penulis awalnya senang banget dengan kehadiran Jane si kocak di serial ini. Karena doi salah satu kesayangan penulis berkat kekocakannya. Tapi dibuat jadi karakter LGBT kaya agak gimana gitu ya. Agak susah sih menjelaskannya. Tapi kita lanjut aja ke karakter berikutnya.

Terakhir, ada Mewnich yang jadi anak bungsu di sini. Kali ini ia bukan bersaing untuk naik ke kelas A. Tapi dia harus bersaing dengan anak bungsu paman Tum yaitu Fond. Dua-duanya lucu, gemesin, dan adik-able banget. Si Mewnich dipaksa untuk berbaur dengan Fond. Tapi ya gak semudah itu. Terlebih ketika Namsai BNK48 yang merupakan sahabat Mewnich ternyata suka dengan kehadiran Fond yang sama-sama suka dance. Penulis juga lupa momen ketika mereka akhirnya bisa saling akrab sejak kapan. Pokoknya Mewnich pernah melakukan kesalahan dengan meninggalkan Fond pulang sendirian dan bikin ribut satu keluarga.

Itu tadi recap review dari serial The Underclass dan One Year. Entah kenapa penulis suka dengan inisiatif manajemen untuk sering-sering menaruh membernya di film atau serial. Karena konten seperti ini tentu bisa menjangkau seluruh dunia dan berpotensi menamabah fans. Adiknya BNK48, yakni CGM48 aja juga udah punya film sendiri lho. Tapi penulis gak tau satu pun nama dari member CGM48. Yang BNK48 aja belum hafal semua kok…

Intinya penulis berharap ada inisiatif dari JOT alias JKT48 Operational Team untuk melakukan hal serupa. Atau minimal pelaku industri film kek yang memulai. Masa dengan boomingnya Zara tidak membuat mereka mencoba untuk menarik member JKT48 buat tampil di layar lebar.

Oh iya, penulis lupa menyebutkan kalau Cherprang juga pernah bermain di film Homestay. Penulis belum nonton itu. Tapi kalau memang bagus nanti akan penulis ulas juga. Dan penulis juga hampir lupa menyebutkan orang penting di belakang layar dari dua serial ini. Untuk sutradara One Year adalah Jirassaya Wongsutin yang juga menulis skenario Homestay. Dan sutradara The Underclass adalah Pass Patthanakumjon.

Sekian ulasan kali ini. Penulis saat ini sedang menonton serial Let’s Fight Ghost yang diadaptasi dari serial Korea berjudul Bring It On Ghost. Di serial ini ada oshi pertama penulis di BNK48 yakni Phi Orn BNK48. Ini karena doi adalah member BNK48 pertama yang membuat penulis tau BNK48 berkat kehadirannya di film AppWar. Tapi saat ini oshi penulis adalah Music BNK48. Sudah jelas ya karena apa. Tadi udah dijelasin di atas.

Terima kasih banyak buat yang sudah membaca sampai habis. Semoga kalian suka. Sampai jumpa di artikel lainnya!


메타데이터
post_id
d644baec9b16
slug
recap-review-serial-the-underclass-one-year-d644baec9b16
url
https://medium.com/zinema-id/recap-review-serial-the-underclass-one-year-d644baec9b16
canonical_url
https://medium.com/zinema-id/recap-review-serial-the-underclass-one-year-d644baec9b16
author_url
https://medium.com/@alifmldid
status
ok
fetched_at
2026-07-18 09:00:38