Meningkatkan Pemahaman dengan Teknik Feynman
[16] Strategi belajar dengan cara mengajar
ESAI RINGAN
Meningkatkan Pemahaman dengan Teknik Feynman
[16] Strategi belajar dengan cara mengajar
Foto oleh Akson di Unsplash
Pendidikan yang layak merupakan hak setiap warga negara Indonesia. Sebagaimana yang tertulis pada Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) Tahun 1945, bahwa salah satu tujuan negara Indonesia yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.
Untuk mensukseskan amanat itu, Pemerintah Indonesia mengeluarkan program wajib belajar 12 tahun yang merujuk pada UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas).
Durasi tersebut tentu bukan waktu yang singkat. Sejak di bangku Sekolah Dasar (SD) hingga bangku Sekolah Menengah Atas (SMA), siswa dihadapkan dengan berbagai persoalan dan tantangan akademik.
Hal ini bertujuan untuk melatih mereka agar terbiasa berpikir kritis dan terlatih sikap disiplinnya. Dengan begitu, ketika lulus dari sekolah, mereka dapat menjadi bagian dari masyarakat yang berkontribusi aktif dan positif.
Foto oleh National Cancer Institute di Unsplash
Namun, tidak sedikit siswa merasa kesulitan dalam mewujudkan hal tersebut.
Dalam kegiatan belajar, misalnya. Secara fisik, mereka menghadiri ruang kelas dan mendengarkan pemaparan materi dari guru. Sayangnya, tingkat pemahaman mereka sering kali masih perlu ditingkatkan dan rentan lupa dengan apa yang telah dipelajari.
Fenomena mudah melupakan informasi ini bisa dialami oleh siapa saja, tidak hanya pada siswa.
Penyimpanan ingatan pada otak manusia melalui tiga tahap, yaitu penyandian informasi (encoding), penyimpanan (storage), dan pengingatan kembali (retrieval).
Pada mulanya, data yang kita peroleh akan disimpan di memori jangka pendek (short-term memory). Durasinya terbatas hanya sekitar 15–30 detik dan perlahan akan menghilang jika tidak ada pengulangan. (Musdalifah, 2019).
Sebaliknya, jika rutin diingat kembali dengan jeda waktu tertentu, informasi tersebut akan tersimpan di dalam memori jangka panjang (long-term memory).
Durasi ingatannya akan jauh lebih lama daripada versi jangka pendek. Bahkan, bisa sampai bertahun-tahun. Inilah yang perlu kita lakukan saat memperoleh wawasan baru, memindahkannya ke memori jangka panjang agar lebih awet.
Foto oleh Max Shilov di Unsplash
Dalam ranah pendidikan, ada metode belajar yang dapat kita aplikasikan untuk meningkatkan pemahaman, yaitu teknik Feynman.
Dua et al. (2022) menjelaskan bahwa teknik Feynman diperkenalkan oleh Richard Feynman, fisikawan Amerika Serikat yang meraih nobel karena telah ikut mengembangkan teori Quantum Electrodynamics pada tahun 1965.
Selain berkat penghargaan tersebut, Feynman juga dikenal sebagai The Great Explainer. Julukan tersebut diberikan karena beliau mahir menjelaskan konsep rumit dengan cara sederhana.
Metode belajar satu ini meminta penggunanya untuk menjelaskan ulang pemahamannya kepada orang lain. Lebih daripada itu, bahasa yang digunakan pun sebaiknya mudah diterima dan dipahami. Terlebih lagi, apabila informasi tersebut disampaikan kepada orang yang masih awam.
Baca juga
[embed]*Di Balik Film Aksi Militer *[13] Motivasi untuk berkembang lebih baik. medium.com
Dalam proses pemindahan informasi dari memori jangka pendek ke memori jangka panjang, teknik belajar Feynman dapat menjadi solusi. Teknik belajar ini memaksa otak manusia untuk menganalisis informasi secara mendalam.
Dengan menemukan celah pemahaman yang masih kurang, kita dapat merevisi atau menambahkan informasi baru agar konstruksi pengetahuan menjadi makin kokoh. Terutama, jika langkah ini dilakukan berulang kali (active recall), maka informasi tersebut akan makin bertambah lekat.
Foto oleh hossein hashemi di Unsplash
Adegunda et al. (2025) meneliti efektivitas teknik Feynman pada pembelajaran fisika terhadap motivasi belajar. Penelitian tersebut melibatkan siswa kelas XI IPA SMA Negeri Restorasi Doreng, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Riset ini menggunakan desain One Group Pretest-Posttest terhadap 14 peserta didik.
Hasil tes tersebut menunjukkan peningkatan nilai rata-rata siswa sebelum dan sesudah penerapan teknik Feynman, semula 44,71 saat pre-test menjadi 87,71 saat post-test.
Tidak hanya itu, diperoleh pula nilai Normalized Gain (N-gain) sebesar 0,77. Artinya, strategi belajar Feynman membantu responden menguasai 77% materi fisika yang sebelumnya belum mereka pahami.
Selain mengukur hasil belajar, penelitian ini juga menganalisis respons siswa. Terdapat dua variabel berbeda yang dianalisis melalui angket berskala Likert. Hasilnya menunjukkan bahwa efektivitas teknik Feynman mencapai skor 85,43% yang masuk kategori Sangat Baik.
Sementara itu, tingkat motivasi siswa dalam mempelajari fisika memperoleh skor 72,74% yang tergolong dalam kategori Baik. Dengan demikian, strategi belajar ini tidak hanya dapat mendongkrak nilai, tetapi juga dapat membentuk motivasi belajar siswa.
Dimodifikasi dari Ari et al. (2022) dalam proses belajar-mengajar di kelas, teknik Feynman dapat diterapkan melalui beberapa langkah.
- Guru memberikan soal atau topik pemantik kepada siswa.
- Siswa mengeksplorasi materi melalui berbagai sumber relevan.
- Guru menugaskan siswa untuk menjelaskan ulang informasi yang didapat secara sederhana.
- Guru mengevaluasi pemahaman siswa untuk meminimalisasi kekeliruan informasi.
Teknik Feynman menjadi salah satu metode belajar untuk meningkatkan pemahaman peserta didik. Strategi belajar satu ini membuat mereka lebih berusaha untuk memahami materi yang telah dipelajari. Jika tidak demikian, sesi pemaparan ulang akan berjalan kurang lancar.
Lebih lanjut, teknik Feynman juga dapat membantu penggunanya untuk mengetahui bagian mana yang belum dikuasai. Dengan begitu, mereka dapat mengevaluasi dan menambal celah tersebut agar lebih baik dan lebih lengkap pemahamannya.
Daftar Pustaka:
- Musdalifah, Ririn. (2019). Pemrosesan dan Penyimpanan Informasi pada Otak Anak dalam Belajar: Short Term Memory and Long Term Memory. Al-Ishlah: Jurnal Pendidikan Islam. Volume 17. Halaman 222–233.
- Dua, Yohanes Sudarmo., Aseng, Maria Desiratna., & Elizabeth, Agustina. (2022). Analisis Respons Siswa terhadap Implementasi Metode Feynman dalam Pembelajaran Fisika Materi Impuls, Momentum, dan Tumbukan. Jurnal Pendidikan dan Konseling. Volume 4. Halaman 2468.
- Adegunda, Modesta., Elizabeth, Agustina., & Suban, Maria Enjelina. (2025). Efektivitas Penggunaan Metode Feynman pada Pembelajaran Fisika terhadap Motivasi Belajar Peserta Didik. INTELLIGENTES: Jurnal Pendidikan Fisika dan Sains. Volume 5. Halaman 12–13.
- Ari, Hanun Dhiyaa Putri., Putri, Ika Rizki Refima., Azizah, Cahyani Ismi., & Neina, Qurrota Ayu. (2022). Study with Feynman: Implementasi Artificial Intelligence pada PDF Berbasis Aplikasi sebagai Sarana Mitra Belajar Dunia Maya bagi Pengguna Metode Pembelajaran Feynman. Literasi: Jurnal Kajian Keislaman Multi-Perspektif. Volume 3. Halaman 4–5.
Terima kasih telah membaca hingga akhir. Jika artikel ini bermanfaat, Anda bisa menekan ikon tepuk tangan, menyorot tulisan, dan meninggalkan komentar sebagai bentuk dukungan.
메타데이터
- post_id
- d68d1f142fcb
- slug
- meningkatkan-pemahaman-dengan-teknik-feynman-d68d1f142fcb
- url
- https://medium.com/berbagi-berdampak/meningkatkan-pemahaman-dengan-teknik-feynman-d68d1f142fcb
- canonical_url
- https://medium.com/berbagi-berdampak/meningkatkan-pemahaman-dengan-teknik-feynman-d68d1f142fcb
- author_url
- https://medium.com/@aryo.akhmad
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-17 08:20:12