← Back to list

Kalau Pertanyaannya Perihal Mimpi, Dulu Aku Mau Jadi Segalanya

Fauziah masih kecil ketika mimpi-mimpinya beranak pinak tanpa izin, tumbuh liar. Ia pernah sedemikian pemimpi sampai berpikir dunia bisa…

haizuaf · 2025-12-26 00:46 · 18 claps · 1.1 min read
#mimpi #life #cita-cita
Open on Medium ↗

Kalau Pertanyaannya Perihal Mimpi, Dulu Aku Mau Jadi Segalanya

Fauziah masih kecil ketika mimpi-mimpinya beranak pinak tanpa izin, tumbuh liar. Ia pernah sedemikian pemimpi sampai berpikir dunia bisa dibagi ke dalam shift kerja. Pagi Ia ingin jadi guru, berseru di depan papan tulis. Siang Ia bermetamorfosis menjadi ilmuwan, mengutak-atik sebab-akibat. Sore Ia beralih rupa menjadi pengusaha kaya raya, menghitung angka sambil tersenyum amikal pada kemungkinan. Malam Ia membayangkan diri sebagai selebriti — lampu, tepuk tangan, nama yang dipanggil berulang. Dan di sela tengah malam hingga menjelang pagi, Ia menempatkan satu mimpi paling sunyi: astronot, mengapung jauh dari rumah, mengintip bumi dari jarak aman. Sejatinya, Ia pernah percaya satu tubuh cukup untuk memuat segalanya.

Namun usia, seperti bajingan, mulai mengeruk mimpi satu per satu. Kegagalan datang beriringan, tidak selalu besar, tetapi malar-malar, selalu ada anak lain yang lebih cepat, lebih cerdas. Perbandingan menjadi udara yang dihirup tanpa sadar. “Tidak cukup,” menjadi mantra yang janggal, berulang di kardia. Setiap kalah terasa final, setiap salah seperti vonis.

Kesalahan sepele berubah cacat besar. Kata-kata dilontarkan dengan nada berseru, menembus kepetang: mau jadi apa? kamu tidak akan bisa jadi apa-apa. Kalimat-kalimat itu menggema, menempel di dinding kepala. Jika kata-kata adalah doa dan doa bisa menembus langit, Ia memohon satu hal yang sangat kecil dan sangat putus asa: untuk yang ini saja, semesta, jangan dikabulkan.

Ia masih ingin menjadi orang hebat, kendati kini peta cita-cita mengabur. Tidak ada lagi papan tulis, laboratorium, gedung tinggi, panggung, atau roket yang jelas. Hanya ragu yang rapi, berdiri amikal di tengah dada. Kini ketika ditanya mimpinya apa, Ia kelu — lidahnya tersangkut oleh memori tentang mimpi yang pernah dipatahkan. Orang-orang lupa bahwa mimpi juga bisa buruk. Maka ia memilih diam, menyimpan sisa harap di saku yang bocor.


메타데이터
post_id
d69deb76def0
slug
kalau-pertanyaannya-perihal-mimpi-dulu-aku-mau-jadi-segalanya-d69deb76def0
url
https://medium.com/@haizuaf/kalau-pertanyaannya-perihal-mimpi-dulu-aku-mau-jadi-segalanya-d69deb76def0
canonical_url
https://medium.com/@haizuaf/kalau-pertanyaannya-perihal-mimpi-dulu-aku-mau-jadi-segalanya-d69deb76def0
author_url
https://medium.com/@haizuaf
status
ok
fetched_at
2026-06-24 23:31:39