Percakapan Sebuah Telepon.
Apa reaksi pertama kamu ketika mendengar percakapan telepon yang ternyata membicarakan dirimu?
Percakapan Sebuah Telepon.
Apa reaksi pertama kamu ketika mendengar percakapan telepon yang ternyata membicarakan dirimu?
“Kok lu ngasih izin anak lu kuliah jauh sih? Dia kan punya imun ringkih. Kalau dia kenapa-kenapa dan butuh lu kan makan waktu” “Dia udah 18 tahun, bentar lagi juga umur 20, tahu kok konsekuensi yang akan dihadapi jika suatu hal terjadi dan butuh gw.” “Kalau gw jadi lu, gw ga akan ngasih izin kuliah jauh begitu.” “Ya itu kan lu, gw mah percaya kok sama anak gw.”
Jujur, saya yang mendengar sungguh marah, sedih, dan kecewa. Pasalnya percakapan itu h-2 minggu sebelum pengunguman SNBP tiba. Dan saya tidak bisa berbuat apa-apa. Karena percakapan itu lewat telepon, bukan face to face. Mungkin jika percakapan itu dilakukan secara langsung, saya bisa berontak ditempat. Namun yang saya bisa lakukan hanyalah diam sambil mengeluarkan sumpah serapah di akun X pribadi saya sambil berharap dan berdoa bahwa saya akan mendapatkan hasil yang lebih dibandingkan anaknya.
Suatu malam di bulan Mei, ibu saya datang ke kamar dan mengatakan bahwa “beliau” mendaftarkan mandiri anaknya ke universitas yang sama dengan saya.
MUNAFIK.
Beberapa waktu lalu ia mengatakan bahwa ia tidak akan memberi izin anaknya kuliah sejauh itu, JIKA IA ADALAH IBU SAYA. Tapi apa yang ia lakukan di kemudian hari? Sungguh ajaib.
Ibu saya sebenarnya sudah meng-spoiler bahwa ada kemungkinan anaknya “beliau” ini akan di daftarkan ke universitas yang sama seperti saya. Jelas saya tidak setuju dan ogah. Saya masih ingat percakapan tempo lalu di telepon itu. Apa maksudnya coba?
Hasilnya anaknya berhasil masuk ke universitas yang sama dengan saya, walau bukan lulus di jurusan pilihan 1. I genuinely happy for her. Tapi percakapan di telepon itu masih terekam jelas di otak saya bahkan terulang terus di kepala saya.
Mungkin saya akan melupakan percakapan itu seiring perkuliahan berjalan atau tidak akan melupakan karena tidak ada kata maaf yang terucap?
메타데이터
- post_id
- d75fad6dcda2
- slug
- percakapan-sebuah-telepon-d75fad6dcda2
- url
- https://medium.com/@wavy2iv/percakapan-sebuah-telepon-d75fad6dcda2
- canonical_url
- https://medium.com/@wavy2iv/percakapan-sebuah-telepon-d75fad6dcda2
- author_url
- https://medium.com/@wavy2iv
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-09 20:10:33