← Back to list

Di mata seluruh siswa SMA Bina Bangsa, Arka adalah definisi cowok paling dingin, tertutup, dan…

Cowok manja kepada cewek nya saat di rumah tapi saat di sekolah paling dingin

Gusti Salenussa · 2026-05-08 07:53 · 0 claps · 2.0 min read
#gabut
Open on Medium ↗
Wiki topics: CRY · Crypto & Web3

Di mata seluruh siswa SMA Bina Bangsa, Arka adalah definisi cowok paling dingin, tertutup, dan sulit didekati. Wajahnya yang tampan selalu terlihat datar, tatapannya tajam, dan jarang sekali ia mengeluarkan suara kecuali benar-benar perlu. Tak ada satu orang pun yang berani mengajaknya bercanda atau sekadar menyapanya lebih dulu—karena udara di sekelilingnya rasanya selalu terasa dingin dan menjauhkan siapa saja.

Hanya ada satu orang yang tahu sisi lain dari Arka, dan itu adalah Laras—pacarnya sendiri.

Di sekolah, hubungan mereka nyaris tak terlihat. Arka tak pernah menegur Laras, tak pernah menatapnya lebih lama dari sekejap mata, bahkan saat mereka berpapasan di koridor, ia hanya berjalan lurus seolah tak mengenalnya. Banyak yang sampai bertanya-tanya, apakah kabar kalau mereka pacaran itu cuma isapan jempol belaka. Laras pun sering digoda teman-temannya, “Kamu yakin dia pacarmu? Dia terlihat seperti orang yang bahkan tak peduli keberadaanmu.”

Namun semuanya berubah total begitu gerbang rumah Arka tertutup rapat.

Begitu tak ada orang lain yang bisa melihat, Arka yang dingin itu seketika berubah menjadi sosok yang paling manja dan lengket. Belum sampai Laras duduk di kursi ruang tengah, ia sudah langsung merangkul pinggang gadis itu, menyandarkan kepalanya yang tinggi ke bahu Laras sambil mendesah pelan seolah baru melepaskan seluruh beban yang ia sembunyikan seharian.

“Lama sekali kamu sampai ke sini… aku sudah kangen banget,” bisiknya pelan, suaranya yang biasanya datar kini terdengar lembut dan penuh rasa ingin dimanja.

Ia tak mau lepas sedikit pun. Kalau Laras sedang membaca buku atau menonton televisi, ia akan merebahkan kepalanya di pangkuan gadis itu, memejamkan mata sambil meminta dibelai rambutnya. “Belai terus ya… jangan berhenti,” pintanya dengan nada memohon, sangat berbeda jauh dari cara bicaranya yang tegas dan dingin di sekolah. Ia bahkan sering merajuk kalau Laras terlalu lama memegang ponselnya daripada memperhatikannya.

“Kenapa sih di sekolah kamu begitu?” tanya Laras suatu sore saat sedang duduk berpelukan di sofa, jemarinya terus bergerak lembut menyisir rambut hitam Arka.

Arka mendongak sedikit, menatap wajah gadisnya dengan tatapan yang hanya dimiliki untuknya saja—tatapan yang lembut, penuh kasih sayang, dan tak pernah dilihat orang lain. “Di sana aku harus terlihat kuat, tak tergoyahkan, supaya tak ada yang berani menggangguku… dan tak ada yang berani mengganggumu juga. Tapi di sini… di rumah, cuma ada kamu. Aku tak perlu berpura-pura lagi. Di sini aku bisa menjadi diriku yang sebenarnya—yang cuma ingin terus dekat denganmu, dimanja olehmu, dan tak mau terpisah sedetik pun.”

Laras tersenyum lembut, lalu mencium kening Arka. “Kamu ini aneh sekali… tapi aku suka.”

Arka hanya menyandarkan kepalanya kembali ke dada Laras, memeluknya makin erat. Ia tahu, dunia luar hanya mengenalnya sebagai sosok yang dingin dan tertutup. Namun untuk Laras—satu-satunya orang yang berhasil menembus dinding pertahanannya—ia rela menjadi yang paling lembut, paling manja, dan paling lengket. Karena hanya di dekat Laraslah hatinya merasa tenang, dan ia tak butuh menjadi siapa-siapa lagi selain laki-laki yang mencintainya sepenuh jiwa.


메타데이터
post_id
d77eb4a4b0df
slug
di-mata-seluruh-siswa-sma-bina-bangsa-arka-adalah-definisi-cowok-paling-dingin-tertutup-dan-d77eb4a4b0df
url
https://medium.com/@gustisalenussa00/di-mata-seluruh-siswa-sma-bina-bangsa-arka-adalah-definisi-cowok-paling-dingin-tertutup-dan-d77eb4a4b0df
canonical_url
https://medium.com/@gustisalenussa00/di-mata-seluruh-siswa-sma-bina-bangsa-arka-adalah-definisi-cowok-paling-dingin-tertutup-dan-d77eb4a4b0df
author_url
https://medium.com/@gustisalenussa00
status
ok
fetched_at
2026-07-10 18:30:51