Edisi Pertama: Mencintai Dalam Diam — Rasa yang Kupeluk Sendiri
Photo by Parn Cha on Pinterest
Edisi Pertama: Mencintai Dalam Diam — Rasa yang Kupeluk Sendiri

Photo by Parn Cha on Pinterest
Ia tinggal diam di dalam dada yang tak pernah mampu kutaruh di bibir — hangat. Namun, sunyi dan gemuruh di dada akan selalu menjadi teman yang tak mampu aku umumkan. Seperti rahasia yang paling rapuh, aku bertaruh kepada rasa ini yang tak pernah meminta untuk dimiliki. Ia hanya ingin hidup dan hadir dalam bentuk bayang indah — meski tanpa nama.
Aku tak pernah mengharap Ia diketahui oleh tuannya — hanya saja aku meminta izin meminjam namamu, tuan. Nama yang selalu aku rapalkan untuk segala hal-hal baik dan berharap Ia bisa kugenggam walau dalam angan. Sebab, Ia tidak melulu dalam wujud bersama oleh dua insan. Melainkan tentang keberanian untuk tetap tulus meski sendirian. Maka, sebagai bentuk penghormatan akan kupeluk Ia perlahan.
Dan jika suatu hari kelak kau tak pernah tau tuan, biarlah. Ia akan selalu memiliki ruangnya untukmu. Karena aku yakin ada cinta yang memang ditakdirkan cukup untuk dirasakan — oleh satu hati saja, aku.
메타데이터
- post_id
- d797ffebb5bf
- slug
- edisi-pertama-mencintai-dalam-diam-rasa-yang-kupeluk-sendiri-d797ffebb5bf
- url
- https://medium.com/@nadeevada/edisi-pertama-mencintai-dalam-diam-rasa-yang-kupeluk-sendiri-d797ffebb5bf
- canonical_url
- https://medium.com/@nadeevada/edisi-pertama-mencintai-dalam-diam-rasa-yang-kupeluk-sendiri-d797ffebb5bf
- author_url
- https://medium.com/@nadeevada
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-13 06:23:13