Hidup Sejahtera jangan sekedar kaya
Dewasa ini, banyak sekali orang yang ingin kaya. Bahkan mereka mengupayakan segala cara untuk menjadi kaya dengan cepat. Hal ini juga…
Hidup Sejahtera jangan sekedar kaya
Dewasa ini, banyak sekali orang yang ingin kaya. Bahkan mereka mengupayakan segala cara untuk menjadi kaya dengan cepat. Hal ini juga didukung oleh banyaknya kaum sosialita yang hedonis, dan juga suka flexing (Pamer) harta di sosial media. Memang menjadi kaya adalah salah satu keputusan penting dalam hidup, namun jangan hanya sekedar kaya.
Agar hidup lebih bermakna, kita perlu menjadi “sejahtera”. Kata sejahtera ini sengaja ditebalkan karena merupakan kata dalam bahasa Indonesia yang unik. Banyak orang atau mungkin saja pembaca saat ini merasa bahwa Kaya sama dengan Sejahtera. Namun bila kita merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) maka arti kata sejahtera punya definisi yang lebih kompleks dari sekedar kaya.
Menurut KBBI:
**sejahtera**/se·jah·te·ra/ aman sentosa dan makmur; selamat (terlepas dari segala macam gangguan);
kesejahteraan**/ke·se·jah·te·ra·an/ hal atau keadaan sejahtera; keamanan, keselamatan, ketenteraman;- jiwa kesehatan jiwa; — sosial** keadaan sejahtera masyarakat
Aman (Financial Security) — Keamanan berarti bahwa seseorang harus memiliki keamanan finansial dan keamanan yang memadai untuk melindungi kekayaannya dari risiko-risiko yang tidak diinginkan. Aman secara finansial artinya dapat makmur sekarang dan nanti di masa mendatang hingga ke generasi berikutnya dalam segala kondisi kehidupan.
Sentosa (Peacefully) — Hidup yang sejahtera juga berarti dapat hidup dengan sentosa, pikiran tenang, damai dan lingkungan hidup tentram. Agar pikiran tenang maka perlu namanya Perencanaan Keuangan (financial planning) yang baik. Pikiran tenang karena sudah terencana, disiapkan dan dievaluasi dengan baik.
Makmur (Wealthy, Prosperity) — Syarat hidup yang makmur adalah terpenuhi segala kebutuhan. Makmur berarti seseorang harus memiliki kemampuan untuk menghasilkan pendapatan yang berkelanjutan dan berkembang seiring waktu.
Untuk dapat Sejahtera perlu ada 3 unsur yaitu aman, sentosa dan makmur. Salah satu dari ke tiga unsur tersebut tidak terpenuhi , maka seseorang tidak dapat di katakan sejahtera. Hidup sejahtera adalah tentang keadaan di mana seseorang merasa bahagia, sehat, aman, dan makmur dalam hidupnya.
Hidup sejahtera tidak hanya mencakup aspek materi, seperti kekayaan dan kemakmuran, tetapi juga memperhatikan aspek sosial dan psikologis. Ini berarti bahwa hidup sejahtera bukan hanya tentang memiliki banyak uang, tetapi juga tentang memiliki hubungan yang sehat dan memuaskan dengan orang lain, mempunyai kesehatan fisik dan mental, kesetimbangan kehidupan kerja dan kehidupan pribadi (work-life balance), dan merasa memiliki arti dan tujuan hidup yang jelas, serta kebebasan untuk mengekspresikan diri secara kreatif dan mengejar minat dan hobi yang disukai.
Studi Kasus berikut ini akan membantu anda lebih memahami kenapa orang-orang berikut tidak dapat dikatakan sejahtera:
Akiau (bukan nama sebenarnya), setiap harinya bekerja di kantor dengan jabatan manager, ia memiliki gaji yang cukup tinggi untuk memenuhi segala kebutuhan pribadi dan keluarganya, setiap akhir minggu, ia memainkan hobi nya untuk bermain golf, ia pun juga selalu menyempatkan waktu untuk beribadah dan makan bersama keluarga setiap minggunya. Akiau kelihatan baik-baik saja dan bahagia di kesehariaannya hingga akhirnya dia mengikuti sesi life coaching dengan Coach Kevin, dan dia mengeluh bahwa setiap akhir bulan gaji yang dia terima hanya untuk melunasi kartu kredit dan tersisa untuk kebutuhan bulanannya. Saat pandemi ada kebijakan perusahaan untuk pemotongan gaji sebesar 50% dan pemangkasan karyawan agar perusahaan dapat survive. Hal ini membuat Akiau sangat takut dan stres jika ia harus di PHK atau pun dilakukan pemotongan gaji. Singkat cerita ternyata selama ini ia tidak mempunyai perencanaan keuangan masa depan, dan tidak menyisihkan sebagian penghasilan nya sebagai dana darurat untuk keamanan finansial.
Salah satu peserta training IFEC oleh dr.Stefanus Tan, sebut saja Bile memiliki kasus yang berbeda. Bile adalah seorang single mom dan pengusaha yang memiliki 2 orang anak. Ia tahu bahwa perencanaan keuangan itu penting dan menyisihkan beberapa % dari penghasilannya untuk asuransi. Namun Bile mengeluh bahwa penghasilan yang ia dapatkan kurang karena suami nya sudah meninggal. Belum lagi uang sekolah dan kebutuhan anaknya yang setiap tahun terus meningkat. Sebagai seorang single mom, kesulitan terbesarnya adalah membagi waktu antara kehidupan dan pekerjaannya. Waktu 24 jam terasa kurang, dan bisnis yang ia miliki membuat ia harus bekerja dari pagi hingga malam, itupun masih kurang untuk kebutuhan keluarganya. Bile sudah memiliki kesadaran untuk merencanakan keuangannya, tapi ia tidak hidup sejahtera karena belum mempunyai kemampuan untuk menghasilkan pendapatan yang cukup besar, ada kesedihan dalam tawanya, ketimpangan antara hidup dan pekerjaan membuat dia harus merelakan antara bisnis atau keluarganya.
메타데이터
- post_id
- d79aac82f042
- slug
- hidup-sejahtera-jangan-sekedar-kaya-d79aac82f042
- url
- https://medium.com/@kevinciu001/hidup-sejahtera-jangan-sekedar-kaya-d79aac82f042
- canonical_url
- https://medium.com/@kevinciu001/hidup-sejahtera-jangan-sekedar-kaya-d79aac82f042
- author_url
- https://medium.com/@kevinciu001
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-26 01:50:08