Semenanjung
“Jangan ajari aku tentang rasa sendiri.”
Semenanjung
“Jangan ajari aku tentang rasa sendiri.”
Tanpa ungkapnya padaku, diriku sedikit tahu kesendirian itu.
Ia berkata dalam malam yang bahagia, sayang hatinya duka.
“Bagaimana aku bisa hidup tanpamu? Tanpa perhatian dan kasih sayangmu. Mengapa dia meninggalkan serta membuatmu menderita dengan senyap?
Oh Ibu, engkau bagaikan suatu karang di semenanjung kekuatan, sedangkan laut adalah kepedihan dan kesedihan dunia.
Engkau sudah merasakan ombak besar dan berlarut-larut dari badai samudra yang mengamuk tanpa tahu alasannya.
Wahai samudra, pernahkah engkau merasa menyakiti karang di semenanjung itu? Engkau pasti tahu itu, tapi apakah pernah engkau menyapanya dengan ombak yang menenangkan lagi membahagiakan?
Karang itu memang terlihat kuat, tapi engkau juga tahu bahwa ia juga dapat terkikis, Dengan begitu apakah engkau dengan semena-menanya menerjangnya dengan angin dan ombakmu yang pedih itu?
Sesungguhnya, dalam pedih dia berkata “aku kuat, aku harus kuat”. Oh karang yang sedang melindungi masa depannya.
Sekarang, aku menatap apa yang ditatap karang itu. Ombak dan angin yang muncul dari luasnya air yang tak bertepi. Sekarang, semenanjung itu masih ada, ia masih terlihat dengan keheningannya. sedangkan ia telah tiada, adalah karang, yang telah disapu habis oleh badai yang mengamuk.
Aku adalah karang itu sekarang ibu. Aku mewarisi kekuatanmu. Aku melihat samudra yang engkau hadapi dulu. Tapi ibu, izinkan aku melawan. Aku tak sekuat engkau yang mampu menahan.
Aku ingin menyadarkan dunia yang tak mengerti tentangmu. Kepedihan dan kesendirianmu kutuntut padanya, pada dunia yang menciptakan samudra yang dingin lagi tak berperasaan.”

메타데이터
- post_id
- d79e5d43eebd
- slug
- semenanjung-d79e5d43eebd
- url
- https://medium.com/@ahmdroizz/semenanjung-d79e5d43eebd
- canonical_url
- https://medium.com/@ahmdroizz/semenanjung-d79e5d43eebd
- author_url
- https://medium.com/@ahmdroizz
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-15 00:52:38