← Back to list

Tentang lagu di akhir tahun….

Halo 2025!

D. · 2025-01-07 05:29 · 0 claps · 2.9 min read
#self-healing #songs #begginer #daily-blog #new-year
Open on Medium ↗
Wiki topics: 🧠 · Mental Wellness 🎵 · Music & Audio

Tentang lagu di akhir tahun….

Halo 2025!

Aku mau cerita sedikit tentang sebuah lagu yang menghantarkanku dari penghujung tahun 2024 ke awal 2025.

Sekitar pertengahan Desember tahun 2024 kemarin, aku mendengarkan lagu Kembalikanku milik Teddy Adhitya untuk pertama kalinya. Sebenarnya, aku hanya menumpang “akun” spotify kakak-ku, so yeah lagu tersebut berasal dari playlist kakak-ku.

Saat pertama kali mendengarkan lagu itu, aku hanya menikmatinya; dalam artian aku menikmati melodinya tanpa mengindahkan lirik dari lagu tersebut. Kemudian, sampailah aku di titik rendahku — dimana aku merasa worthless, beban bagi keluargaku tetapi aku tidak bisa melakukan apa-apa, I feel like, I’m living in a well that has been dug deeply into the ground, where I can’t reach out for help and barely get out. Itu semua sepertinya karena skripsiku, duh alasan klasik mahasiswa bukan? Aku cukup sering mengalami hal ini setahun kebelakang. Sialnya, perasaan itu selalu muncul di waktu yang tidak menentu, sampai hal itu mengunjungiku lagi di penghujung tahun 2024.

Aku mendengarkan lagu Kembalikanku untuk yang kedua kalinya. dalam keadaan hati yang sedang kalut dan suasana yang mellow, aku meresapi dan memahami lirik yang terdapat di lagu milik Teddy tersebut.

dimulai dengan,

semua begitu membosankan

yang dulu menarik tak lagi berkesan

“hilang rasa, tidak peka” begitu katanya

Pada verse 1 di lagu ini sangat menggambarkan diriku saat ini. Aku merasa hal-hal yang menarik sudah tidak lagi meninggalkan kesan yang berarti bagiku, aku sedih akan hal itu. Karena tandanya aku sudah tidak memiliki “sesuatu” yang bisa membekas setelah melakukannya, seperti semua hanya angin lalu, tidak ada lagi “residu” yang tertinggal. Yah betul, jadinya semua menjadi begitu membosankan dan monoton.

Dulu, aku sangat suka menonton film di bioskop tapi akhir-akhir ini aku kehilangan sparks itu. Disusul dengan hilang rasa dan sedikit tidak peka terhadap lingkungan sekitarku. bukannya aku tidak peka, aku hanya ingin menjaga kestabilan emosi dan mental and trying to be ‘careless’ is one of my coping mechanism to stay sane. To be honest, it kills me…slowly.

Selanjutnya, chorus lagu ini adalah harapanku untuk tahun 2025,

kembalikanku ke dunia yang dulu

saat tatap mata terasa sangat berharga

bawa aku ke dunia yang kutahu

di sana ada ruang untuk maknai

kembalikanku ke RUMAH yang dulu

saat tatap mata terasa sangat berharga

bawa aku ke dunia yang kutahu

di sana ada ruang untuk maknai rindu lagi

Di tahun 2025 ini aku berharap akan kembali ke duniaku yang dulu. Dunia yang aku huni sekarang terasa berbeda dari tempat yang pernah aku tinggali sebelumnya. Atau sebenarnya semua hal yang kurasakan adalah sebuah fase transisi, dan aku belum bisa beradaptasi secara cepat dengan dunia yang baru? Well, setidaknya aku ingin merasakan versi diriku yang lama ada di dunia yang baru ini.

Sedikit #TMI, saat malam tahun baru aku dengarkan lagu ini melalui earphone sambil menepuk dada bagian kiriku dengan tangan kanan lalu berkata, “you’re doing great, tahun ini kamu udah menjalani hidup dengan baik, kamu survive, you’re gonna be alright” berasa kaya jompa-jampi diri sendiri hehe. Hati sedikit plong. Anyway, kegiatan menepuk dada, ini aku lakukan setelah melihat video di salah satu show dari Surya Dini, intinya kamu harus mengapresiasi dan memberikan afeksi untuk diri sendiri dan beliau melakukannya saat bangun tidur… Kalau versi aku sih, di malam tahun baru kemarin.

Sedikit intermezzo, aku sudah mendengarkan lagu Kembalikanku ini sebanyak 15 kali bahkan lebih dalam kurun waktu 2 minggu. Aku tidak menggunakan mode shuffle jadi urutan saat mendengarkan lagu ini akan selalu berurutan dalam 3 versi and of course no skip. Dimulai dari piano version, acapella, hingga live performance dengan artis-artis lainnya. Urutan playlist di spotifyku seperti ini:

In conclusion, mendengarkan dan memaknai lagu Kembalikanku milik Teddy Adhitya ini adalah salah satu self-healing yang paling terjangkau tanpa harus staycation, do yoga/pilates, or anything that cost an arm and a leg for me. Melalui lagu ini juga, aku bisa mengusahakan untuk kembali ke RUMAHku — diriku lagi. I’m trying now, taking baby steps.

Terakhir aku mau mengucapkan terima kasih untuk Teddy Adhitya telah menciptakan lagu ini, walaupun aku cukup terlambat mendengarkannya… I guess? I wish I had known it sooner.

Last but not least, ada sedikit pesan dari aku untuk semua yang membaca, “please be gentle and kind to yourself before doing the same for anyone else”.

.KITA BANTAI 2025 INI DENGAN BEST VERSION OF OURSELF.


메타데이터
post_id
d7e4af2e00d5
slug
tentang-lagu-di-akhir-tahun-d7e4af2e00d5
url
https://medium.com/@draafina/tentang-lagu-di-akhir-tahun-d7e4af2e00d5
canonical_url
https://medium.com/@draafina/tentang-lagu-di-akhir-tahun-d7e4af2e00d5
author_url
https://medium.com/@draafina
status
ok
fetched_at
2026-07-21 10:10:43