← Back to list

Cara Menjaga Kesehatan Mental Pada Pola Asuh Strict Parent

Pernah nggak sih? lo ngerasa nggak punya ruang buat jadi diri sendiri karena aturan di rumah terlalu ketat? Kadang-kadang, pola asuh strict…

Halimah Tussadiyah · 2025-01-01 13:03 · 0 claps · 3.0 min read
#kesehatan-mental #pola-asuh-anak #strict-parents #remaja #kepercayaan-diri
Open on Medium ↗

Cara Menjaga Kesehatan Mental Pada Pola Asuh Strict Parent

Pernah nggak sih? lo ngerasa nggak punya ruang buat jadi diri sendiri karena aturan di rumah terlalu ketat? Kadang-kadang, pola asuh strict parent bikin lo ngerasa stuck, menutup diri, kayak gak bisa bebas buat ngungkapin apa yang lo rasain. Padahal, kesehatan mental itu sama pentingnya kayak kesehatan fisik, lho. Nggak jarang juga kehilangan temen-temen atau bahkan jadi kurang bergaul padahal di jaman sekarang di butuhin banget memperbanyak koneksi (jaringan), bersosialisasi dan beradaptasi di lingkungan masyarakat. Tapi sayangnya, tidak semua anak punya hak istimewa buat ngomong soal ini sama orang tua mereka.

Sumber : Freepik

Sumber : Freepik

Nah, di artikel ini akan membahas bagaimana caranya supaya lo tetap bisa menjaga kesehatan mental meskipun hidup di bawah aturan yang super ketat. Tenang aja, artikel ini juga akan membuka pandangan lo ke dua arah.

Tujuan Positif Dari Pola Asuh Strict Parent (Orang tua ketat)

  1. Keinginan untuk Melindungi

Orang tua yang ketat biasanya memiliki niat untuk melindungi anak-anak mereka dari bahaya dan pengaruh negatif. Mereka percaya bahwa dengan menetapkan aturan yang ketat, mereka dapat menjaga anak dari perilaku yang tidak diinginkan atau situasi berbahaya.

  1. Mendorong Disiplin dan Tanggung Jawab

Orang tua yang menerapkan pola asuh ketat sering kali berusaha untuk mengajarkan disiplin dan tanggung jawab kepada anak-anak mereka. Mereka percaya bahwa dengan menetapkan batasan dan ekspektasi yang jelas, anak-anak akan belajar untuk menghargai aturan dan bertanggung jawab atas tindakan mereka.

  1. Harapan untuk Kesuksesan

Banyak orang tua yang ketat memiliki harapan tinggi terhadap prestasi akademis dan perilaku anak-anak mereka. Mereka percaya bahwa dengan memberikan struktur dan disiplin, anak-anak akan lebih mungkin mencapai tujuan dan kesuksesan di masa depan.

  1. Nilai-Nilai Keluarga yang Kuat

Orang tua yang ketat sering banget berpegang teguh nilai-nilai keluarga dan pengen banget ngajarin hal-hal itu ke lo. Mereka mikir kalo dengan aturan yang ketat, lo bakal tumbuh jadi orang yang baik dan bertanggung jawab. Tapi, meskipun di balik semua aturan itu ada niat baik dan rasa sayang, kadang-kadang pola asuh yang terlalu kaku justru jadi masalah. Orang tua yang tegas emang punya niat baik, tapi dampaknya ke mental lo nggak bisa dianggap remeh. Nggak jarang anak yang dibesarin dengan aturan ketat sering banget ngerasa stres, cemas, bahkan bisa depresi karena nggak ada ruang buat jadi diri sendiri.

Pasti jadi seringkan overthinking karena takut salah terus-menerus? akhirnya gak percaya diri sama apa yang lo bisa. Bukannya berkembang, lo malah terjebak dalam rasa takut untuk ngebuat keputusan lo sendiri. Bahkan, sering banget masalah ini juga mempengaruhi lingkungan pertemanan dan sosial. Lo yang strict parent pasti biasanya susah bangetkan connect atau beradaptasi di lingkaran pertemanan karena nggak pede atau takut di-judge bahkan pertemanan lo jadi mengecil karena lo jarang banget gabung buat kumpul bareng-bareng. Di masyarakat, lo sering terlihat kayak intovert, nggak berani mengambil peran, atau malah milih diem aja daripada salah langkah. Kalo udah kerja, lo juga jadi sering ngerasa ragu buat ngambil tanggung jawab besar atau kasih ide karena bayang-bayang kritik yang bikin lo ngerasa insecure. Nggak jarang lo negara gak punya ruang buat ngomongin apa yang lo rasain, jadi menarik diri dan menutup diri.

Orang tua yang terlalu fokus sama aturan sering banget nganggep masalah mental anak itu sepele atau malah nggak penting. Akhirnya, anak jadi gak berani cerita dan perasaan emosionalnya makin numpuk. Jelas ini bukan cuma ngebuat lo semakin tertekan, tapi juga ngebuat lo kehilangan banyak peluang positif di luar untuk menjadi versi terbaik diri sendiri.

Ini tips biar gak terus-terusan stres dan ngerasa tertekan sama mental dan perasaan emosional :

  1. Ciptakan Ruang Pribadi : Baca buku, workout, explore hal baru, nonton film, hal apapun sesuaikan dengan hobi yang bisa bikin lo lebih ngerasa nyaman dan terhindari dari pikiran-pikiran kacau.
  2. Bicarakan Perasaan lo dengan Orang Terpercaya : Nggak harus orang tua, bisa teman atau keluarga yang lebih paham. Cerita tentang apa yang lo rasain atau hal yang bikin stres bisa ngebantu lo lebih lega. Jangan simpan semuanya sendiri, karena itu cuma bikin numpuk.
  3. Berani Komunikasi : Beranikan diri lo untuk mengemukakan apa yang lo rasain, dan pikirkan dengan dengan orangtua atau oranglain sampaikan dengan hati-hai dan baik, pelan-pelan mengkomunikasikan agar orangtua lo juga dapat memahami apa yang lo rasain, yang ingin lo sampaikan. Lo ga perlu terlalu takut dan cemas berlebihan, percaya sama potensi diri sendiri itu yang terpenting untuk menjaga kesehatan mental.

메타데이터
post_id
d7ecaf4befbb
slug
cara-menjaga-kesehatan-mental-pada-pola-asuh-strict-parent-d7ecaf4befbb
url
https://medium.com/@halimahtussadiyah/cara-menjaga-kesehatan-mental-pada-pola-asuh-strict-parent-d7ecaf4befbb
canonical_url
https://medium.com/@halimahtussadiyah/cara-menjaga-kesehatan-mental-pada-pola-asuh-strict-parent-d7ecaf4befbb
author_url
https://medium.com/@halimahtussadiyah
status
ok
fetched_at
2026-07-14 09:14:07