10 Minggu Pertama — 2.0
Hai Kasih
10 Minggu Pertama — 2.0
Hai Kasih
Aku merasa payah sekali. Nafsu makanku berkurang bisa dibilang drastis. Tau apa yang meningkat? Si malas dan si mudah sakit. Tenang, kalau si menangis, dia memang sudah bawaan. Tapi masih dalam kontrol dan hampir selalu keluar karena rasa bahagia yang meluap-luap. Ah satu lagi. Sayur. Aku juga selalu mual kalau makan sayur. Untungnya tidak dengan buah. Kalau buah juga, aku akan sangat merasa bersalah kepadamu.
Berbanding terbalik dengan suamiku, atau yang saat kamu sudah bisa membaca ini, kamu akrab menyapanya dengan nama Bapak. Dia masih memakan segalanya. Malahan, aku merasa bersalah karena selama kami tinggal di tempat yang namanya Burgundy 5, dia jadi jarang makan sayur hijau kuah bening kesukaannya.
Tapi, dia juga yang dengan kesabarannya yang kurasa agak menebal, mau ada dalam setiap proses di 10 minggu pertama ini. Mau memijat-mijat supaya aku bisa tidur, memutar water heater sebelum aku mandi agar tidak kedinginan, membaca buku kadang-kadang kalau malam tiba, dan tentunya mau bersabar dengan segala tingkah malas dan menyebalkan aku ini.
Explore di Instagram kami sekarang ini pun sudah lebih banyak tentang bayi dan anak loh. Mungkin karena dalam benak kami terdalam, kami juga sangat ingin memberikan segala ilmu yang baik untuk menyambut kehadiranmu.
Jadi, sayang. Pun kami belum bisa memegang tanganmu, kami sudah mengasihimu. Apalagi Bapamu di surga, Dia sudah mengenalmu lebih dahulu dan secara sengaja memilih kamu untuk ada di sini, di keluarga ini, di rahimku, saat ini.
메타데이터
- post_id
- d7fc6e823b42
- slug
- 10-minggu-pertama-2-0-d7fc6e823b42
- url
- https://medium.com/@uli.sgl/10-minggu-pertama-2-0-d7fc6e823b42
- canonical_url
- https://medium.com/@uli.sgl/10-minggu-pertama-2-0-d7fc6e823b42
- author_url
- https://medium.com/@uli.sgl
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-27 23:56:40