← Back to list

Apakah Penderitaan Adalah Hal yang Menakjubkan Untukmu, Pak Cik?

Pembacaan kedua novel Sang Pemimpi, karya Andrea Hirata

Atmadeva Wiranata in Booknotations · 2026-07-10 02:01 · 226 claps · 3.4 min read
#booknotations #july #philosophy #life-lessons #novel
Open on Medium ↗
Wiki topics: PHI · Philosophy LIT · Literature & Writing ✍️ · Writing & Creative

Apakah Penderitaan Adalah Hal yang Menakjubkan Untukmu, Pak Cik?

Pembacaan kedua novel Sang Pemimpi, karya Andrea Hirata

Photo by Thought Catalog on Unsplash

Photo by Thought Catalog on Unsplash

Beberapa minggu lalu, aku memutuskan untuk membaca ulang novel Andrea Hirata yang berjudul Sang Pemimpi. Bukan karena kehabisan bacaan, bukan pula karena tidak ada novel lain yang menarik perhatianku.

Tapi karena kemarin, tiba-tiba aku teringat pada salah satu tokoh dalam novel ini. Seorang tokoh yang kehilangan semua keluarganya, hidup miskin bin melarat, yang sempat tinggal di sebuah gubuk reyot di tengah hutan, dan pada akhirnya diadopsi oleh keluarga miskin lainnya yang masih merupakan saudara.

Arai, seorang bocah sekolah dasar yang disebut "simpai keramat" dalam novel Sang Pemimpi, karena ia adalah anggota keluarga terakhir yang tersisa dari garis keturunannya. Tapi tak pernah sekalipun diceritakan bahwa ia pernah membenci takdir kehidupan.

Bayangkan seorang anak yang ditinggal oleh kedua orang tua, hidup sendiri dalam gubuk reyot di tengah hutan selama beberapa hari, sampai akhirnya diadopsi oleh keluarga Ikal, sang tokoh utama dalam cerita ini.

Bahkan dalam keadaan yang miris sekalipun, ia hanya memiliki beberapa helai baju lusuh, buku yang sudah tidak layak pakai, dan mainan sederhana yang dibuatnya sendiri. Arai tetap menjadi seorang pemimpi yang begitu keras kepala untuk mengejar cita-citanya.

Arai, Ikal, serta Jambron ibarat “Three Musketeers” yang sama payahnya dalam mengarungi kerasnya kehidupan. Mereka adalah satu dari sekian banyak anak di Bangka Belitung yang dipaksa untuk menjadi dewasa sebelum waktunya. Harus bekerja setiap pagi, tinggal di loteng berbau ikan busuk, agar bisa melanjutkan sekolah di SMA Bukan Main. Sekolah Negeri yang pertama dan satu-satunya di daerah pelosok sana.

Cover buku dari Wikipedia.com

Cover buku dari Wikipedia.com

Yang selalu membuatku kagum dan gak habis pikir setiap membaca novel karya Andrea Hirata adalah bagaimana beliau menggambarkan sebuah penderitaan, nasib buruk, dan miris yang dialami setiap tokoh dalam ceritanya menjadi sebuah bentuk perjuangan yang penuh dengan martabat seorang manusia.

Semua tokoh inti dalam novel ini digambarkan sebagai orang-orang yang masuk dalam golongan miskin ekstrem, yang tak punya barang berharga kecuali baju safari bersaku empat yang mirip petugas sensus cacar, sepeda butut yang berumur 80 tahun, dan jatah beras yang senantiasa diperebutkan oleh manusia dan tikus yang tinggal di atap rumah yang sama.

I mean, Bro, hidup seperti itu pasti bukan sebuah kehidupan yang layak untuk diromantisasi. Bukan sebuah hidup seorang manusia yang bisa dibilang “layak untuk dijalani”, apalagi ketika mereka hidup di sebuah pulau yang begitu kaya raya akan hasil alam, yang hasilnya selalu digerus oleh penguasa dan orang yang punya jatah untuk berfoya-foya.

Tapi Pak Cik Andrea Hirata ini begitu lihai dalam menguntai kata, begitu cerdas dalam bermain komedi. Sehingga banyak orang yang membacanya selalu tertawa, menangis, dan merasa miris, lalu merenungi hidupnya sendiri. Berulang kali, lagi dan lagi, konsisten dalam semua novel karya beliau yang pernah kubaca sejauh ini.

Dan hampir semua novel karya beliau sudah aku baca; 11 dari 13 novel Andrea Hirata sudah kulahap habis sejauh ini. Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Edensor, Maryamah Karpov, Padang Bulan, Cinta Dalam Gelas, Sirkus Pohon, Guru Aini, Orang-Orang Biasa, dan Buku Besar Peminum Kopi.

You can name it, and I’ve already read it, probably. Meski jujur, aku tak bisa mengingat secara detail semua kisah yang pernah diceritakan dalam setiap bukunya.

Tapi, Kak, ada beberapa momen yang begitu membekas, yang bikin aku kepikiran bahkan setelah 10 tahun terlewati sejak pertama kali aku membaca novel ini. Sang Pemimpi adalah novel pertama dari beliau yang pernah aku baca ketika masa remaja dulu, menjadi sebuah pembuka yang sangat memikat dan membuatku jatuh hati untuk terus membaca dan menantikan karya beliau yang selanjutnya.

Novel lain dari Andrea Hirata yang dibaca beberapa bulan lalu. Sesuai judulnya, lebih enak kalo dinikmati sambil minum kopi, dan tenggelam dalam bacaan yang dibawa sendiri.

Novel lain dari Andrea Hirata yang dibaca beberapa bulan lalu. Sesuai judulnya, lebih enak kalo dinikmati sambil minum kopi, dan tenggelam dalam bacaan yang dibawa sendiri.

Setiap kali aku pergi ke toko buku ataupun ke perpustakaan, sudah bertahun-tahun ada sebuah kebiasaan yang membekas dalam diri. Ketika bingung ingin membeli atau membaca buku apa, yang selalu aku lakukan sejak dulu adalah mengecek ke bagian novel dan mencari tahu apakah ada karya dari Andrea Hirata yang belum sempat kubaca. Sering kali seperti itu.

Karena memang karya dari beliau selalu membekas, membuat tangis dan tawa yang aku alami sendiri saat membacanya menjadi sebuah momen yang layak untuk disyukuri. Seberapa absurd pun hal itu bagi orang lain, aku sungguh tak mau terlalu peduli.

Karena sebuah buku yang berhasil “menyentuhmu” saat membacanya, yang membuatmu merasakan sesuatu, hanyut dalam setiap untaian kata dan cerita yang ada didalamnya, sungguh merupakan sebuah berkah yang patut untuk dijaga.

Dan aku, meski bukan seorang penggiat sastra, bukan orang yang begitu mengerti tentang kegiatan tulis-menulis yang dilakukan oleh manusia. Tetap ingin mempertahankan kebiasaan ini, untuk membaca buku dengan baik, menikmatinya, dan melebur dalam setiap halaman yang ada di depan mata.

Itu saja.

Punya tulisan tentang buku? Terbitkan di Booknotations. Daftar sekarang dan cek panduannya!

[embed]Submission Guideline — Booknotations Panduan mengirim tulisan ke Booknotationsmedium.com


메타데이터
post_id
d8512503bac9
slug
apakah-penderitaan-adalah-hal-yang-menakjubkan-untukmu-pak-cik-d8512503bac9
url
https://medium.com/booknotations/apakah-penderitaan-adalah-hal-yang-menakjubkan-untukmu-pak-cik-d8512503bac9
canonical_url
https://medium.com/booknotations/apakah-penderitaan-adalah-hal-yang-menakjubkan-untukmu-pak-cik-d8512503bac9
author_url
https://medium.com/@atmadevawiranata
status
ok
fetched_at
2026-07-11 06:42:13