← Back to list

Tips Bangun Tidur Tanpa Alarm Buat Para Penulis

Disclaimer: Tips ini berasal dari pengalaman pribadiku. Kalau tidak cocok, artinya lebih baik menyalakan alarm jam atau minta dibangunkan…

Dwi Cipta · 2024-11-26 12:31 · 235 claps · 2.6 min read paywalled
#penulis-pemula #malam-hari #tidur-berkualitas #kekuatan-sugesti #menulis
Open on Medium ↗

Tips Bangun Tidur Tanpa Alarm Buat Para Penulis

Photo by Lukas Blazek on Unsplash

Photo by Lukas Blazek on Unsplash

Disclaimer: Tips ini berasal dari pengalaman pribadiku. Kalau tidak cocok, artinya lebih baik menyalakan alarm jam atau minta dibangunkan saja. Haha.

Bisakah kalian bangun dini hari atau menjelang subuh agar mendapatkan suasana tenang ketika sedang menulis? Tentu ada yang bisa, ada pula yang tidak bisa. Yang bisa melakukannya aku angkat topi. Tapi bagi yang tidak atau belum bisa, jangan khawatir. Kemampuan untuk tidur dan bangun sewaktu-waktu itu sebenarnya bisa diatur kok.

Di luar kecenderungan pelor (nempel bantal langsung molor), sebenarnya tubuh kita bisa dilatih untuk tidur dan bangun jam berapa pun. Sama halnya badan yang tadinya lemah bisa kuat dengan cara dilatih lewat olahraga teratur. Dalam hal melatih ketepatan waktu bangun tidur, aku mendapatkan pelajaran berharga dari ibuku.

Sejak masa kanak-kanak, terutama ketika mulai bersekolah, ibu menyuntikkan sugesti agar aku menaruh jam yang bisa berdering sewaktu-waktu di dalam tubuhku. Tujuannya adalah agar aku bisa belajar sejak menjelang subuh.

Sebelum menghidupkan alarm yang bisa berbunyi sewaktu-waktu di tubuhku, sulit rasanya bangun di tengah malam atau dini hari. Di tahun pertama sekolah, ibuku sering kerepotan saat membangunkanku di pagi hari.

Memasuki tahun kedua sekolah dasar, ketika aku mulai keranjingan membaca, ia melatihku bangun sejak pukul tiga dini hari. Karena sering jengkel dengan kebiasaan pelorku, pada suatu malam ia memberitahuku cara menghidupkan bunyi alarm di tubuhku.

“Lihat baik-baik jarum panjang dan pendek di jam itu. Dan lihat baik-baik pula di jam berapa kau harus bangun. Begitu berbaring dan akan terlelap, kau harus terus mengingat jam bangunmu,” ujarnya.

Aku tak ingat pasti apakah ucapannya saat itu langsung manjur atau tidak. Sepertinya tidak. Namun kata-katanya kuingat betul dan kupraktekkan setiap akan tidur. Dari praktek itu aku mulai mengidentifikasi bagian tertentu di kepalaku yang menjadi lokasi penyetelan dering alarm jam.

Sugesti yang diucapkan ibuku berkali-kali itu membuatku bisa bangun pukul tiga pagi tanpa harus dibangunkan oleh siapapun. Selain punya waktu belajar lebih banyak, semasa SD sampai SMP aku hampir tak pernah terlambat sekolah. Bahkan menjadi orang pertama yang sampai di sekolah.

Ketika mulai hidup di perantauan semasa SMA, aku bisa menipu teman satu kosku. Kok bisa tidak belajar tapi nilai pelajaran bagus? Ya, mereka tidak sadar kalau aku bangun jam satu atau dua lalu belajar sendirian sampai subuh. Senang rasanya belajar atau mengerjakan PR ketika mereka sedang enak tidur. Tidak ada gangguan sama sekali!

Karena skill bisa bangun tidur jam berapa pun itu, teman satu kos semasa kuliah biasanya memintaku membangunkan mereka bila ada kuliah pagi. Selepas kuliah, gantian teman satu rumah yang mau kerja pagi yang memintaku menjadi alarm hidup mereka. Kadang lucu juga membayangkan diriku menjadi manusia weker. Kerjanya membangunkan orang tidur. Hahaha.

Sesudah intens menulis, aku melatih diriku untuk tidur dan bangun jam berapa pun. Memulai aktivitas pada pukul dua belas malam sama okenya dengan memulai aktivitas pada pukul tiga atau lima pagi.

Di masa-masa darurat, semisal harus bangun pukul tiga pagi sementara mata baru mau terpejam pukul satu, aku tinggal menyetel alarm jam di dalam kepalaku yang bisa berdering sewaktu-waktu. Biasanya aku melihat jarum jam terakhir sebelum tidur dan menentukan kapan alarm dari jam di tubuhku harus berbunyi. Sesudah itu langsung tidur. Tubuhku akan bangun dengan sendirinya saat jam yang ditentukan telah tiba. Tanpa berkurang sedetikpun!

Di sela-sela menulis, kadang aku tersenyum sendiri dengan ketepatan waktu dari alarm jam di tubuhku ini. Nampaknya butuh penelitian tersendiri kenapa manusia bisa mengatur tubuhnya dengan ketepatan waktu yang sama mengherankannya dengan jam dinding.

Jadi, bagi para penulis yang suka mengeluh suasana bising ketika mau menulis, apakah kalian tidak tertarik mencobanya? Enak lho punya kemampuan bangun tidur jam berapa pun sesuai keinginanmu. Kalian cuma diharuskan men-sugesti saraf-saraf di tubuh kalian sendiri kok.

Masa iya akan bergantung pada alarm jam terus menerus?

Oh iya, kalau kalian suka tulisan ini, jangan lupa beri tepukan tangan, highlight, atau komentar ya. Kontribusi kalian pada tulisanku sangat kuhargai. Terimakasih.


메타데이터
post_id
d87bfdffb189
slug
tips-bangun-tidur-tanpa-alarm-buat-para-penulis-d87bfdffb189
url
https://medium.com/@dwicipta1977saja/tips-bangun-tidur-tanpa-alarm-buat-para-penulis-d87bfdffb189
canonical_url
https://medium.com/@dwicipta1977saja/tips-bangun-tidur-tanpa-alarm-buat-para-penulis-d87bfdffb189
author_url
https://medium.com/@dwicipta1977saja
status
ok
fetched_at
2026-08-09 16:08:26