← Back to list

Tidak Peduli Untuk Peduli

Kita Siapa? Untuk Apa Diciptakan? Terus Mau Kemana?

Dycii · 2026-05-06 01:25 · 1 claps · 1.8 min read
#peduli #wellness #kesehatan-mental #sadar-diri #refleksi
Open on Medium ↗
Wiki topics: 💪 · Fitness & Wellness

Tidak Peduli Untuk Peduli

Kita Siapa? Untuk Apa Diciptakan? Terus Mau Kemana?

Kebingungan

Kelelahan

Kerap kita rasakan, jika memikirkan Aku ini siapa? ketika kita tidak benar benar tahu kita ini siapa, ketika gelembung persepsi manusia manusia lain lebih dominan dibanding diri kita, pada akhirnya kita kehilangan jati diri. Terlalu peduli. Terlalu peduli dengan suara yang bukan milik kita, suara suara tidak bermakna dan sebetulnya tidak perlu kita dengar.

Kita pada mereka untuk hadir bukan untuk di korbankan, masalah mereka bukan tugas kita, itu tanggung jawab mereka, kita bukan super hero yang hadir dan mengambil alih semua tanggung jawab, karena ketika makna ikhlas itu rusak mungkin akan menjadi petaka untuk semua.

Saya merasa saya harus belajar untuk tidak peduli, setelah sekian lama sampai detik hidup ini menjadi manusia yang super sensitif dan peka, saya perlu mencoba hal lain, bagaimana untuk menjadi tidak peduli?

Hidup itu tanggung jawab masing masing, semua diberi potensi oleh Tuhan baik dan buruk. Tidak selama nya baik itu buruk, Tidak selama nya huruk itu baik, Untuk siapa? bukan untuk mereka tapi untuk diri kita, untuk kebutuhan kita sendiri. Karena urusan kita siapa yang mau perduli? selain diri kita sendiri.

Yang ditolong selalu merasa terpenuhi, sedangkan yang menolong selalu berkorban bahkan sampai kesepian. penolong selalu digambarkan oleh sosok yang kuat dan tangguh, bagaimana jika penolong itu digambarkan yang lemah dan rapuh, yang ditolong pasti segan dan berfikir mungkin memang saya yang harus membantu dia.

Hidup bukan seperti di film, karena semua manusia hakikatnya main character tidak seperti di film. Tidak mungkin semua akan menang dan semua akan bahagia. Tuhan atur sedemikian rupa dimana semua manusia main character tapi bisa hidup berdmapingan, Tuhan yang melapangkan dan menyempitkan rezeki, hidup bukan selalu vertikal tentang siapa yang diatas dan dibawah, siapa yang menolong dan di tolong, siapa dominan dan yang tertekan. Tapi Horizontal semua setara, tiap peran saling mengisi kekosongan, bahkan menguji.

Belajar untuk tidak peduli dimana kita, setiap ada kesempatan untuk mengisi peran kita masuk, selama itu bermanfaat, bukan untuk dia atau mereka tapi untuk diri kita sendiri, karena sejatinya kebaikan keburukuan apapun yang kita pilih untuk diri sendiri. Kita hanya perlu memastikan dampak dari peran yang kita ambil tidak merugikan orang lain dan dilakukan dengan cara yang tepat bukan dengan tekanan. Mengisi peran dengan tekanan dan ego itu bukan bentuk kasih sayang, tapi bentuk kontrol, tidak peduli serusak apapun kita, dia atau mereka akan terus gunakan kita selama masih berfungsi. Ya menjadi alat yang tidak berperasaan., menjadi penampung ego yang kita tidak tahu bentuknya.

Saya akhirnya sadar, tidak peduli justru berkah, karena kita sedang memberi jeda pada diri kita untuk bertanya ‘Apa yang sedang saya hadapi?’, memberi ikhlas ruang untuk tumbuh, menata kembali yang di rusak. Saya memilih tidak peduli karena saya peduli dengan diri sendiri dan dia atau mereka. Ketidaktahuan yang membuat mereka begitu tanpa sadar, bukan tanggung jawab saya untuk mengolah tumpahan emosi mereka, karena sebenarnya saya baik-baik saja.


메타데이터
post_id
d88bac096e18
slug
tidak-peduli-untuk-peduli-d88bac096e18
url
https://medium.com/@dycii/tidak-peduli-untuk-peduli-d88bac096e18
canonical_url
https://medium.com/@dycii/tidak-peduli-untuk-peduli-d88bac096e18
author_url
https://medium.com/@dycii
status
ok
fetched_at
2026-07-13 06:23:13