← Back to list

Stop Cetak Al Qur’an !

Perkembangan teknologi adalah suatu hal yang perlu disyukuri karena denganya muncul perkembangan-perkembangan baru di sektor lain seperti…

Bilal Ibnu Aqil · 2026-02-24 15:11 · 3 claps · 2.4 min read
#quran #kalamullah #mushaf #quranic-paradigms #quranic-wisdom
Open on Medium ↗
Wiki topics: 🕊️ · Religion 💭 · Philosophy of Spirit

Stop Cetak Al Qur’an !

Perkembangan teknologi adalah suatu hal yang perlu disyukuri karena denganya muncul perkembangan-perkembangan baru di sektor lain seperti ekonomi, budaya, dan pendidikan.

Salah satu dampak dari perkembangan teknologi yang mempengaruhi sektor pendidikan adalah masifnya media percetakan yang memudahkan kehadiran buku fisik atau modul book dalam dunia pendidikan, bahkan tidak sedikit yang sekarang mengadopsi sitem E-book atau Electronik Book yang dengannya buku dapat dibuka dimana saja dan kapan saja tanpa kekhawatiran buku yang tebal dan berat, kondisi tempat yang kurang cahaya.

Hadirnya E-book bahkan menghapus kehawatiran akan ketidak tersediaan buku, karena masifnya perkembangan teknologi yang menembus waktu dan tempat, kita bisa temukan banyak Electronik Book di banyak website resmi seperti Perpusnas, Maktabah Syamilah, dan web-web lainnya yang mengandung informasi terkait buku yg kita cari entah berbentuk artikel atau E-book itu sendiri

Tidak dipungkiri perkembangan teknologi juga ternyata berdampak positif pada kitab Al Qur’an dengan banyaknya media cetak yang mencetak Al Qur’an dengan masif belum lagi ditambah dengan program wakaf yang menyalurkan Al Qur’an ke tiap penjuru pelosok daerah,

Namun ternyata banyaknya Al Qur’an yang tercetak juga mencetak paradigma bahwa alquran adalah kitab yang bertumpuk-tumpuk dirak lemari di pojok ruangan, alih-alih dibaca dan digunakan untuk membersamai pemiliknya, Al Qur’an saat ini lebih sering ditemukan bertempuk-tumpuk di rak masjid yang di depan raknya orang sedang bermain hp, alih alih menjadi dekorasi yang menghiasi kepribadian seorang muslim Al Qur’an kini menjadi dekorasi yang menghisi masjid.

Al Qur’an adalah kalamullah yang menggetarkan hati dan jiwa, satu-satunya bacaan yang mampu membelah bumi, meluluhlantahkan gunung, dan menghidupkan orang mati adalah Al Qur’an. Al Qur’an perlu hadir disetiap jiwa seorang muslim agar menjadi asas pedoman bersikap secara aktif ( berdampak positif kepada sosial) dan pasif (menerima kehidupan dengan respon yang baik).

Tentunya butuh fokus dan perhatian lebih terhadap Al Qur’an sebagai pedoman agar pelaksanaannya berdampak kepada kita. Dengan membatasi cetakan Al Qur’an dan menetapkan 1 orang 1 mushaf menjadikan Al Qur’an itu barang langka yang diminati, alih alih mencetak Al Qur’an yang sudah sangat banyak kemudian menjadikanya berdebu di pojok ruangan maka menetapkan 1 orang 1 mushaf adalah solusi yang mengurangi jumlah cetakan Al Qur’an yang overload ( yang berdebu hanya memenuhi suatu tempat dan tidak dibaca) ini bertujuan agar ummat muslim kembali menaruh perhatian lebih kepada Al Qur’an sebagai Kalamullah sebagai pedoman dan rujukan dalam kehidupan kita.

Membatasi cetakan Al Qur’an bukan berarti membatasi pembacaan Al Qur’an tapi ini menjadi gerakan untuk kembali menaruh perhatian kepada kalamullah, jangan sampai kita menjadi kaum yang disebutkan dalam surat Al Furqon ayat 30

وَقَالَ الرَّسُوۡلُ يٰرَبِّ اِنَّ قَوۡمِى اتَّخَذُوۡا هٰذَا الۡقُرۡاٰنَ مَهۡجُوۡرًا‏ ٣٠

Dan Rasul (Muhammad) berkata, “Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah menjadikan Al-Qur`an ini diabaikan.” (Al Furqon: 30)

Gerakan ini juga menarik momentum tentang perlunya kita menyadari kembali bahwa Al Qur’an yang turun ditengah-tengah kita bukanlah kitab biasa sebagaimana kitab/buku2 pada umumnya, namun ia adalah keutamaan yang diberikan kepada kita dengan valuasi (valuenya) lebih dari dunia dan seisinya.

قُلۡ بِفَضۡلِ اللّٰهِ وَبِرَحۡمَتِهٖ فَبِذٰلِكَ فَلۡيَـفۡرَحُوۡا ؕ هُوَ خَيۡرٌ مِّمَّا يَجۡمَعُوۡنَ‏ ٥٨

Katakanlah (Muhammad), “Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaknya dengan itu mereka bergembira. Itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan.” (Yunus: 58)

Kendatipun Al Qur’an yang bertumpuk-tumpuk karena penyebaran yang tidak merata dan faktanya masih ada pelosok-pelosok daerah di indonesia yang belum terdistribusikan Al Qur’an fisknya secara utuh, tulisan ini tetap menjadi sebuah reminder agar menjadikan Al Qur’an hadir dalam setiap langkah kita yang dengannya mengalir keberkahan dalam setiap individu sehingga membentuk masyarakat yang Baldatun Thayyibatun warabbun Ghafuur.

wallahu A’lamu Bisshawaab


메타데이터
post_id
d8a523c8146d
slug
stop-cetak-al-quran-d8a523c8146d
url
https://medium.com/@abilalibnu/stop-cetak-al-quran-d8a523c8146d
canonical_url
https://medium.com/@abilalibnu/stop-cetak-al-quran-d8a523c8146d
author_url
https://medium.com/@abilalibnu
status
ok
fetched_at
2026-07-13 06:23:13