← Back to list

Iklan Bumerang: Jalan Bunuh Diri Membangun Citra Politisi

Kampanye komunikasi iklan adalah salah satu alat paling kuat dalam pemasaran modern. Termasuk untuk kampanye pencitraan politik. Tak heran…

wahyu ari wicaksono · 2023-11-05 14:25 · 0 claps · 2.6 min read
#kampanye-politik #kampanye-pemilu #iklan #bumerang
Open on Medium ↗

Iklan Bumerang: Jalan Bunuh Diri Membangun Citra Politisi

Postingan seorang Gen-Z yang menyatakan muak kepada aksi Kaesang | twitter@narkosun

Postingan seorang Gen-Z yang menyatakan muak kepada aksi Kaesang | twitter@narkosun

Kampanye komunikasi iklan adalah salah satu alat paling kuat dalam pemasaran modern. Termasuk untuk kampanye pencitraan politik. Tak heran jika para pelaku politik dan juga partai politik selalu bersemangat untuk mengiklankan diri atau partai mereka. Apalagi bagi politisi maupun partai politik yang memiliki dana besar untuk mengiklankan diri. Didukung kelebihan dana yang dimiliki mereka pun jor-joran untuk beriklan. Untung dan rugi secara materi tidaklah menjadi masalah. Yang terpenting adalah keberhasilan citra positif yang berhasil ditumbuhkan. Rugi secara materi? Bodo amat. Toh menurut mereka bisa dicarikan gantinya nanti, setelah berhasil jadi legislatif, eksekutif atau target tujuan lainnya berkat dukungan suara yang didapatkan.

Sampai-sampai mereka tidak menyadari, bahwa terlalu banyaknya eksposur iklan terkadang justru bisa mendatangkan dampak yang tidak diinginkan terhadap citra positif sebuah merek, jenama, politisi, korporat atau pun partai politik. Loh, mengapa kampanye komunikasi iklan yang berlebihan bisa berubah menjadi blunder yang merusak citra positif dan langkah-langkah apa saja yang dapat diambil untuk menghindarinya? Berikut beberapa dampak negatif yang bisa ditimbulkan karena kampanye iklan yang berlebihan:

  1. Overexposure: Lebih Banyak Bukan Berarti Lebih Baik

Seringkali, partai politik atau politisi tergoda untuk membanjiri media dengan iklan mereka dalam upaya untuk meningkatkan kepercayaan, dukungan dan citra positif mereka. Mereka tidak sadar bahwa tanpa strategi yang tepat, taktik bombardir iklan tersebut justru bisa mengakibatkan kejenuhan target audiens dan menyebabkan iklan tersebut kehilangan daya tariknya. Khalayak yang dibidik justru menjadi bosan atau bahkan merasa terganggu dengan terlalu banyaknya iklan yang digelontorkan, yang pada akhirnya dapat merusak persepsi positif terhadap citra tersebut.

  1. Risiko Penurunan Kualitas Pesan

Ketika sebuahpartai politik atau politisi memutuskan untuk menggelontorkan bombardir iklan dalam waktu singkat, maka akan ada kemungkinan bahwa kualitas pesan yang disampaikan dapat terkompromi. Desain, narasi, dan pesan yang terlalu sering diulang mungkin tidak lagi menarik perhatian konsumen dengan efektif. Oleh karena itu, terlalu banyak iklan dapat mengurangi kualitas dan efektivitas pesan yang ingin disampaikan oleh parpol atau politisi tersebut.

  1. Kelelahan Konsumen dan Reaksi Negatif

Khalayak modern memiliki akses yang tak terbatas ke berbagai platform media, karena itu munculnya terlalu banyak iklan justru dapat menyebabkan kelelahan. Akibatnya mereka mungkin malah mulai mengabaikan atau bahkan memblokir iklan dari parpol atau politisi tersebut. Selain itu, terlalu banyak iklan yang muncul secara agresif dapat menimbulkan reaksi negatif dari khalayak yang ditarget, dan di era viralisme sosmed yang menggejala sekarang, maka hal ini dapat dengan cepat menyebar melalui media sosial atau ulasan online yang dampaknya akan sangat merugikan.

  1. Mengganggu Pengalaman Pengguna

Terlalu banyak iklan juga dapat mengganggu pengalaman pengguna. Misalnya, iklan yang tiba-tiba muncul dan menghalangi konten yang sedang dinikmati oleh pengguna dapat membuat frustrasi. Hal ini dapat mengakibatkan konsumen meninggalkan situs atau aplikasi dengan perasaan negatif terhadap merek tersebut.

  1. Menghindari Blunder: Strategi dan Taktik yang Bijak

Untuk menghindari jebakan bombardir kampanye komunikasi iklan yang terlalu berlebihan, maka perlu adanya pendekatan yang matang dan strategi yang terencana dengan baik. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat diambil oleh parpol maupun politisi:

a. Rencanakan dengan Matang: Tentukan dengan jelas tujuan kampanye, sasaran audiens, dan pesan yang ingin disampaikan.

b. Terapkan Frekuensi yang Tepat: Tentukan frekuensi optimal untuk menjangkau audiens tanpa mengganggu atau menimbulkan kelelahan.

c. Diversifikasi Media: Gunakan berbagai platform media untuk mencapai audiens yang berbeda dan meminimalkan risiko kelelahan konsumen.

d. Monitor Respons Konsumen: Selalu pantau respons dan umpan balik dari konsumen. Jika ada tanda-tanda kelelahan atau reaksi negatif, pertimbangkan untuk menyesuaikan strategi kampanye.

Berbekal beberapa langkah strategis tersebut, maka blunder dari bombardir kampanye komunikasi iklan yang berlebihan bisa dihindari. Kemubaziran dana kampanye yang dibuang percuma dan bahkan justru menghancurkan citra sang pengiklan bisa diminnimalisir. Strategi pendekatan kampanye komunikasi yang bijak dan terencana dalam merencanakan dan melaksanakan kampanye iklan diharapkan dapat memaksimalkan dampak positif dari kampanye iklan tanpa mengorbankan dana besar yang bisa jadi bisa menjelma sebagai jalan bunuh diri yang tidak disadari.


메타데이터
post_id
d8d418e7db48
slug
iklan-bumerang-jalan-bunuh-diri-pembangunan-citra-politisi-d8d418e7db48
url
https://medium.com/@wawicaksono/iklan-bumerang-jalan-bunuh-diri-pembangunan-citra-politisi-d8d418e7db48
canonical_url
https://medium.com/@wawicaksono/iklan-bumerang-jalan-bunuh-diri-pembangunan-citra-politisi-d8d418e7db48
author_url
https://medium.com/@wawicaksono
status
ok
fetched_at
2026-08-12 08:04:51