← Back to list

Putri (Gala Bunga Matahari)

“Mungkinkah, mungkinkah, mungkinkah kau mampir hari ini?

Yasma Kusuma in Aksaranara · 2024-08-28 03:48 · 119 claps · 2.4 min read
#gala-bunga-matahari #aksaranara
Open on Medium ↗

Putri (Gala Bunga Matahari)

“Mungkinkah, mungkinkah, mungkinkah kau mampir hari ini?

Bila tidak mirip kau jadilah bunga matahari” — Sal Priadi, Gala Bunga Matahari

Kami berpisah — aku merantau — saat usiaku 15 tahun, sedangkan dia sepuluh tahun. Ya, aku pindah ke Jakarta sendiri untuk melanjutkan SMA meninggalkan orang tua dan adik-adikku di kampung. Adikku ada empat saat itu. Tentu, aku harus bisa jadi contoh dan kakak yang sukses untuk menjadi panutan mereka.

Aku melewatkan tumbuh kembang adik-adikku meski itu bukan tanggung jawabku. Kami tidak sedekat itu saat aku memutuskan pergi, apalagi mereka masih kecil-kecil. Kami bertemu tahun-tahun selanjutnya karena aku pulang dua kali dalam setahun. Setidaknya itu cukup menuntaskan rindu yang tak pernah hilang — hingga kini.

Tahun 2017, saat aku sedang masa ujian tengah semester (UTS) di kampus, salah satu adikku, Putri, sakit. Dia tidak pernah sakit-sakitan sebelumnya. Bahkan, dia anak ayah dan ibu paling kuat imunnya. Dia juga anak ayah ibu paling rajin dalam segala hal, terutama belajar dan beribadah. Tiba-tiba dia harus dirawat di rumah sakit. Dokter bilang dia tipes, padahal dulu aku pernah sakit tipes tapi tidak dirawat. Saat itu aku hanya meledeknya pura-pura sakit.

Tanggal 10 Oktober 2017 tumben sekali Putri mengajakku melakukan panggilan video. Putri termasuk adik yang jarang dan sering enggan melakukan panggilan suara apalagi video. Tadinya aku malas mengangkat karena sedang belajar untuk UTS. Namun, hari itu rasanya aku semangat sekali mengangkat teleponnya.

“Mbak, lagi apa?” tanyanya sambil berbaring dan menunjukkan tangannya yang diinfus.

“Lagi belajar buat besok UTS. Kamu gimana? Lama banget pura-pura sakitnya,” jawabku.

“Iya, nih. Aku betah di sini soalnya rumah sakitnya bagus. Ada sofa, kulkas, dan orang-orang datang menjenguk bawa buah serta makanan yang enak,” katanya terkekeh.

“Jangan lama-lama, Put. Cepat pulang dan lekas sembuh,” ucapku.

“Iya, Mbak. Mbak juga, ya. Belajar yang rajin biar nilainya bagus dan cepat lulus. Semoga nanti Mbak dapat pekerjaan yang Mbak suka,” katanya sebelum menutup telepon.

Saat itu aku menganggap ucapan Putri sebagai kata-kata biasa. Aku tidak tahu bahwa itu adalah kata-kata dan pesan terakhirnya. Ternyata dia juga menyampaikan pesan-pesan serupa untuk ayah, ibu, adik-adikku yang lain.

“Ayah, Ibu. Aku bangga punya ayah dan ibu seperti kalian.”

“Dew, aku ndak bisa ikut kamu ke SMAN 3 Pamekasan — SMAN 3 Pamekasan adalah sekolah unggulan se-Madura — tapi aku tetap bangga karena punya mbak yang sekolah di sana. Kalau sudah lulus SMA, kuliah di Jakarta sama Mbak Tyas biar kamu jadi orang sukses.”

Dek Bagus dan Mas Agung, jangan berantem terus, ya. Kasihan ibu dan ayah.”

Itu pesan-pesan Putri sebelum pergi.

Tanggal 12 Oktober 2017 malam, Putri dikunjungi teman-teman kelasnya. Mereka bercanda dengan suka ria. Teman-temannya bahkan pulang sangat larut sekitar pukul 22.00. Pukul 23.30 Putri mengajak ayah dan ibu mendekat.

“Ayah, Ibu. Temani aku, ya. Jangan ke mana-mana,” ucapnya.

Dia menggenggam tangan ayah dan ibu sambil tak henti melafalkan salawat — hingga pukul 00.00 saat dia tidur untuk selamanya.

Aku tidak langsung dikabari. Aku justru tahu dari tetanggaku karena orang tuaku tidak ingin menggangguku yang sedang UTS hari terakhir. Namun, mereka gagal. Aku tahu lebih dulu dan segera memesan tiket pesawat untuk pulang. Sayang, penerbangan paling cepat pukul 13.00 ketika Putri sudah dimakamkan.

Sampai saat ini, setiap pulang dan setiap ingat Putri, aku pasti tidak pernah tidak menangis. Lagu “Gala Bunga Matahari” merupakan isi hati dari setiap mereka yang ditinggalkan. Jadi, tidak heran kalau siapapun yang mendengar lagu ini jadi menangis dan bernostalgia karena rindu dengan mereka yang ditinggal pergi.

[embed]

Penulis: Fatimah Kusuma Wahyuningtyas

Penyunting: Ivan Lanin


메타데이터
post_id
d8db3a56f7de
slug
putri-gala-bunga-matahari-d8db3a56f7de
url
https://medium.com/aksaranara/putri-gala-bunga-matahari-d8db3a56f7de
canonical_url
https://medium.com/aksaranara/putri-gala-bunga-matahari-d8db3a56f7de
author_url
https://medium.com/@fatimahkusumaa
status
ok
fetched_at
2026-08-10 07:47:38