MEMAHAMI KONFLIK SURIAH MELALUI JOURNAL ARTIKEL KARYA AGUS HERLAMBANG DENGAN JUDUL “MENGURAI BENANG…
Artikel jurnal “Mengurai Benang Kusut Konflik di Suriah” oleh Agus Herlambang menyajikan analisis yang provokatif dan kritis terhadap…
MEMAHAMI KONFLIK SURIAH MELALUI JOURNAL ARTIKEL KARYA AGUS HERLAMBANG DENGAN JUDUL “MENGURAI BENANG KUSUT KONLIK DI SURIAH”
Artikel jurnal “Mengurai Benang Kusut Konflik di Suriah” oleh Agus Herlambang menyajikan analisis yang provokatif dan kritis terhadap konflik berkepanjangan di Suriah. Penulis berargumen bahwa kekacauan di negara itu bukan semata-mata konflik internal yang dipicu oleh revolusi atau modernisasi, melainkan sebuah perang yang dipaksakan oleh negara-negara Barat dan Teluk, serta Israel dan AS, yang didorong oleh ketidaksukaan mereka terhadap rezim Bashar Al-Assad dan keinginan untuk menggulingkannya. Artikel ini bahkan menyebut Suriah sebagai contoh negara yang mampu berkembang mandiri tanpa dominasi ekonomi Barat sebelumnya. Secara historis, artikel ini merinci perjalanan Suriah pasca-kemerdekaan hingga kepemimpinan Bashar Al-Assad. Meskipun perekonomian sempat maju, korupsi dan kekeringan memicu frustrasi yang berujung pada demonstrasi 2011. Aksi protes ini, yang ditanggapi dengan kekerasan, kemudian diberitakan secara masif oleh media internasional sebagai “kebrutalan Assad”. Namun, terpilihnya kembali Assad pada 2014 menunjukkan dukungannya yang masih kuat dari rakyat dan militer. Salah satu argumen sentral artikel ini adalah bahwa perang ini adalah perebutan sumber energi minyak dan gas. Penolakan Assad pada tahun 2009 terhadap tawaran pipa gas Qatar yang akan melewati Suriah, demi kepentingan sekutunya Rusia, disebut memicu pendanaan Central Intelligence Agency (CIA) terhadap kelompok oposisi di Suriah. Selain itu, konflik ini juga diklaim bertujuan menghancurkan Suriah, mendistorsi citra Islam, dan menjalankan kebijakan luar negeri Israel, termasuk proyek “Israel Raya”. Artikel ini membagi keterlibatan aktor eksternal ke dalam dua koalisi utama: Koalisi Assad (Rusia, Iran, Cina) yang ingin mempertahankan pengaruh geopolitik dan ekonomi, serta Koalisi Barat dan Teluk (Amerika Serikat, Uni Eropa, Perancis, Arab Saudi, Turki, Israel, dan negara-negara GCC) yang mendukung penggantian rezim Assad demi kepentingan politik-ekonomi dan Israel. Israel secara khusus disebut mengambil keuntungan dari konflik ini untuk merebut Dataran Tinggi Golan dan menjaga ketidakstabilan Suriah demi keamanannya. Tragedi kemanusiaan dengan ratusan ribu korban tewas dan jutaan pengungsi sebagian besar disebut sebagai propaganda Barat untuk mendukung agenda “Israel Raya”. Artikel ini menyimpulkan bahwa konflik menjadi rumit karena kelompok oposisi radikal, seperti Jabhat al-Nusrah dan ISIS, menginginkan konflik bersifat zero sum game, sementara rakyat Suriah sendiri pada dasarnya hanya menginginkan perdamaian dan stabilitas kembali.
메타데이터
- post_id
- d91cf0028fe2
- slug
- memahami-konflik-suriah-melalui-journal-artikel-karya-agus-herlambang-dengan-judul-mengurai-benang-d91cf0028fe2
- url
- https://medium.com/@igapurbamawarni18/memahami-konflik-suriah-melalui-journal-artikel-karya-agus-herlambang-dengan-judul-mengurai-benang-d91cf0028fe2
- canonical_url
- https://medium.com/@igapurbamawarni18/memahami-konflik-suriah-melalui-journal-artikel-karya-agus-herlambang-dengan-judul-mengurai-benang-d91cf0028fe2
- author_url
- https://medium.com/@igapurbamawarni18
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-18 23:02:24