← Back to list

Hal Kecil yang Dimewahkan oleh Manusia Indonesia

#117: Tidak bisa berkata-kata.

Abdan Islah Trisnadi · 2026-06-18 01:53 · 50 claps · 1.5 min read
#bahasa-indonesia #manusia-indonesia
Open on Medium ↗

Hal Kecil yang Dimewahkan oleh Manusia Indonesia

117: Tidak bisa berkata-kata.

Foto oleh Sebastian Pena Lambarri di Unsplash

Foto oleh Sebastian Pena Lambarri di Unsplash

Saya heran mengapa orang-orang di negeri ini sangat terobsesi dengan kesemrawutan. Dari desain jalanan yang tidak jelas hingga sampah yang berserakan adalah hal yang selalu menjadi pembiaran. Entah terobsesi atau pasrah dengan keadaan, kiranya dua motif itu yang saat ini ada.

Tampil rapi dan bersih kerap dianggap sebagai seorang yang ‘lurus’. Perihal membuang sampah, misalnya, pihak yang selalu mengusahakan membuang sampah pada tempatnya selalu dianggap ‘terlalu serius’. Terkadang, ada yang memilih menggunakan sebutan ‘rajin’ agar tidak terdengar kasar.

Saya pernah mengalaminya ketika masih mengajar. Sebutan ‘rajin’ beberapa kali disematkan ke saya. Itu terjadi hanya karena rekan mengajar kerap melihat saya menyapu yang akhirnya membuat sebutan itu dikalungkan ke saya. Padahal, itu murni datang karena perasaan malu dan risih dengan lingkungan sekitar. Tempat kami mengajar sangat berdebu dan ngeres. Jadwal piket ada hanya sebagai hiasan. Yang akhirnya, bersih-bersih hanya berjalan berdasarkan kesadaran pribadi bukan tanggung jawab bersama.

Lagipula, pikir saya, hidup di lingkungan yang bersih dan rapi akan membawa diri ke tingkatan yang lebih tinggi. Jika kebersihan dijaga, kita tidak akan mempersilakan suatu hal yang tak terlihat berjalan di balik layar. Begitu pun sebaliknya, ketika pembiaran terus dilakukan maka artinya kita sedang mempersilakan risiko besar menanti di kemudian hari.

Dugaan saya, keengganan untuk berpikir panjang adalah faktor yang menyebabkan kesemrawutan banyak terjadi di tanah air. Manusia Indonesia selalu suka dengan hal-hal receh alias mudah dilakukan. Maka itu, perencanaan yang bersifat praktis dan instan lebih digemari di sini. Karena itu juga, kita akan dengan mudah melihat TPA yang menggunung, jalanan yang semrawut, hingga permukiman yang tak teratur.

Entah sampai kapan keteraturan dan kebersihan akan selalu dianggap sebagai hal mewah. Walau faktanya mayoritas manusia Indonesia beragama, dua hal itu masih sering disepelakan oleh banyak pihak. Kita kalah telak dengan Jepang. Meski banyak warganya yang tidak beragama, mereka selalu sadar akan kebersihan. Mungkin perbandingan ini terlalu jauh, mari kita menengok jiran kita, Malaysia. Selain serumpun, mereka juga beragama. Namun, apakah segala hal di sana semrawut? Semoga saya tidak salah.


메타데이터
post_id
da13c2bbad8f
slug
hal-kecil-yang-dimewahkan-oleh-manusia-indonesia-da13c2bbad8f
url
https://medium.com/@abdantrisnadi/hal-kecil-yang-dimewahkan-oleh-manusia-indonesia-da13c2bbad8f
canonical_url
https://medium.com/@abdantrisnadi/hal-kecil-yang-dimewahkan-oleh-manusia-indonesia-da13c2bbad8f
author_url
https://medium.com/@abdantrisnadi
status
ok
fetched_at
2026-06-23 19:38:28