Piknik: Medium Berharga untuk Mensyukuri Nikmat Hidup yang Sering Terlupakan
Ayo! Jangan lupa piknik!
Piknik: Medium Berharga untuk Mensyukuri Nikmat Hidup yang Sering Terlupakan
Ayo! Jangan lupa piknik!

Foto oleh Penulis, @zulfialhakim
Musim dingin telah tiba di tempat saya tinggal. Artinya, durasi matahari yang akan menyinari hari-hari seperti biasanya semakin menipis. Mensiasati waktu-waktu sempit di sela keseharian untuk studi dan bekerja, kami merencanakan sebuah piknik di taman terbuka.
Tanpa perintah, masing-masing dari kami memiliki inisiatif untuk membawa bekal yang nantinya akan dibagikan: saya membeli beberapa potong kue berisi coklat, kawan lainnya membeli beragam cemilan untuk dinikmati, dan ada pula yang membeli wine. Sesampai di taman, kami berkumpul bercanda tawa. Menikmati sajian yang kami bawa masing-masing dan bagikan, sembari menikmati sisa-sisa matahari yang sebentar lagi luput dari langit.
Aktivitas yang kami lakukan sangat sederhana dan tidak memerlukan pengeluaran yang besar. Kami hanya menikmati fasilitas yang disediakan baik oleh alam maupun infrastruktur kota. Namun, sepulang piknik, saya menyadari begitu banyak nikmat hidup yang nampaknya sering terlewat oleh saya sendiri. Dan dari situ, bagi saya, piknik menjadi sebuah medium untuk mengakrabkan diri saya kembali pada hal-hal yang mungkin sering saya lewati.
Waktu yang Semakin Sempit
Sebagai procrastinator andal, saya sering mengabaikan waktu dan menganggap semuanya bisa dilakukan nanti. Saya yakin bukan hanya saya berfikir seperti ini. Namun, ketika siang hari dan durasi matahari semakin menipis, saya dan teman-teman lainnya merasa kami perlu memanfaatkan momen ini sebaik mungkin. Di antara kesibukan masing-masing, mencuri waktu untuk sejenak berkumpul dan menyegarkan penatnya kepala menjadi terasa sangat berharga.
Masih Punya Teman untuk Berkumpul itu Anugerah
Inilah yang begitu saya apresiasi ketika saya menjalani kehidupan dewasa. Satu-persatu, teman-teman yang dulu akrab terasa asing. Bukan semata-mata terjadi sebuah pertikaian besar atau konfrontasi lainnya, namun begitulah kehidupan orang dewasa. Saya memiliki kesibukan masing-masing. Teman-teman saya pun begitu. Ketika semuanya bisa dan mau meluangkan waktunya untuk kegiatan sederhana seperti piknik, saya menjadi begitu terharu bahwa kami ternyata masih benar-benar berteman. Maka dari itu, masih memiliki teman yang mau meluangkan waktunya dengan saya adalah sebuah anugerah yang harus disyukuri.
Pentingnya Cahaya Matahari
Untuk orang yang sehari-harinya berkutat di sebuah ruangan demi menyelesaikan kewajibannya, ungkapan “pergi gelap, pulangpun gelap” nampaknya tak akan pernah asing. Kehidupan yang semakin kompetitif memaksa saya untuk tetap sibuk di dalam ruangan dan menjadi asing dengan cahaya matahari. Ketika berpiknik, saya sadar pentingnya cahaya itu bagi diri saya sendiri. Bukan saja untuk kepentingan kesehatan (seperti Vitamin D), tetapi juga untuk menjaga kewarasan.
Kesederhanaan
Di tengah-tengah dunia yang sedang berporos pada bentuk kenikmatan yang memiliki harga, menikmati hari dengan kesederhanaan adalah bentuk resistensi romantis yang perlu saya romantisir. Bermodalkan tikar dan camilan warungan, kami bisa merasakan kesenangan yang mungkin sama dirasakan orang-orang lain ketika mereka berbelanja atau memberi self-reward dalam bentuk konsumerisme. Kami hanya memaksimalkan semua yang telah disediakan oleh alam dan infrastruktur kota, dan mengolahnya menjadi momen menyenangkan setiap kami berjumpa.
Ayo Piknik!
Di akhir tulisan ini, saya mengajak teman-teman pembaca untuk piknik! Bukan secara literal piknik bersama saya sang penulis, tetapi teman-teman pembaca sekalian dengan orang-orang yang kalian kasihi. Barangkali, dengan membuktikannya langsung, tulisan ini bisa lebih beresonansi dan kita bisa sama-sama lebih mengapresiasi hal-hal sederhana yang kita lewati. Akhir kata, AYO PIKNIK!
메타데이터
- post_id
- da66a736908e
- slug
- piknik-medium-berharga-untuk-mensyukuri-nikmat-hidup-yang-sering-terlupakan-da66a736908e
- url
- https://medium.com/komunitas-blogger-m/piknik-medium-berharga-untuk-mensyukuri-nikmat-hidup-yang-sering-terlupakan-da66a736908e
- canonical_url
- https://medium.com/komunitas-blogger-m/piknik-medium-berharga-untuk-mensyukuri-nikmat-hidup-yang-sering-terlupakan-da66a736908e
- author_url
- https://medium.com/@kemendikbud
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-29 01:02:39