← Back to list

TryHackMe: ADBASICENUMERATION — Langkah demi langkah (Writeup)

Pendahuluan

Rezafairusnugraha · 2026-03-09 13:30 · 0 claps · 8.5 min read
#enumeration #tryhackme #idn #cybersecurity #active-directory
Open on Medium ↗
Wiki topics: 🔒 · Cybersecurity 🎬 · Film & Television

TryHackMe: ADBASICENUMERATION — Langkah demi langkah (Writeup)

Pendahuluan

Dalam dunia cybersecurity, salah satu tahap paling penting dalam proses penetration testing adalah enumeration, yaitu proses pengumpulan informasi secara sistematis mengenai target sistem atau jaringan. Informasi yang dikumpulkan pada tahap ini dapat mencakup host yang aktif dalam jaringan, layanan yang berjalan pada server, konfigurasi sistem, hingga identitas pengguna yang terdaftar dalam suatu domain.

Pada artikel ini, saya akan mendokumentasikan proses pengerjaan room ADBASICENUMERATION di platform pembelajaran cybersecurity TryHackMe. Lab ini dirancang untuk memberikan pemahaman dasar mengenai teknik enumerasi dalam lingkungan Active Directory, yang merupakan komponen penting dalam infrastruktur jaringan berbasis Windows di banyak organisasi.

Melalui praktikum ini, saya mempelajari bagaimana melakukan pemetaan jaringan untuk menemukan host yang aktif, mengidentifikasi layanan yang berjalan pada sistem target, serta melakukan enumerasi terhadap resource yang tersedia di dalam domain. Proses ini membantu memberikan gambaran mengenai struktur jaringan dan potensi miskonfigurasi yang dapat membuka peluang bagi penyerang untuk memperoleh informasi sensitif.

Dengan memahami teknik enumerasi secara mendalam, seorang praktisi keamanan tidak hanya dapat melakukan pengujian keamanan secara lebih efektif, tetapi juga dapat membantu organisasi dalam mengidentifikasi dan memperbaiki kelemahan konfigurasi sebelum dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Task 1 — Koneksi ke Lab TryHackMe

Langkah pertama dalam pengerjaan lab ini adalah menghubungkan mesin lokal ke jaringan lab yang disediakan oleh TryHackMe menggunakan koneksi OpenVPN. Koneksi ini memungkinkan mesin lokal untuk berkomunikasi langsung dengan host yang berada di dalam environment lab.

Untuk melakukan koneksi VPN, saya menggunakan file konfigurasi .ovpn yang telah disediakan oleh TryHackMe. Perintah yang dijalankan pada terminal adalah sebagai berikut:

sudo openvpn 'rezzafairusnugra-Jr-Pentester-AD-v01-69a798a92bcc6713cc298930(2).ovpn'

Setelah menjalankan perintah tersebut, sistem akan meminta password untuk menjalankan proses dengan hak akses root. Jika konfigurasi dan koneksi berhasil, maka terminal akan menampilkan proses inisialisasi koneksi hingga status koneksi VPN aktif.

Pada tahap ini, mesin lokal berhasil terhubung dengan jaringan lab TryHackMe dan siap digunakan untuk melakukan proses enumerasi pada host yang tersedia di dalam environment tersebut.

Screenshot koneksi OpenVPN berhasil:

Task 2 — Enumeration: Pemetaan Jaringan dan Identifikasi Layanan

Setelah berhasil terhubung ke jaringan lab, langkah berikutnya adalah melakukan enumerasi jaringan untuk mengetahui host mana saja yang aktif serta layanan apa saja yang berjalan pada sistem target. Tahap ini sangat penting karena informasi yang diperoleh akan menjadi dasar untuk proses analisis keamanan selanjutnya.

Dalam lab ini, subnet yang digunakan adalah:

10.211.11.0/24

Setelah melakukan proses host discovery, ditemukan dua host utama dalam jaringan target, yaitu sebuah Domain Controller (DC) dan sebuah Workstation. Fokus utama analisis kemudian diarahkan pada host Domain Controller karena biasanya host tersebut menyimpan banyak informasi penting terkait domain.

Identifikasi Layanan Menggunakan Nmap

Untuk mengetahui layanan yang berjalan pada host target, saya menggunakan tool Nmap dengan melakukan pemindaian pada beberapa port yang umum digunakan dalam lingkungan Active Directory.

Perintah yang digunakan adalah:

nmap -p 88,135,139,389,445 -sV -sC 10.211.11.10

Penjelasan singkat parameter yang digunakan:

  • -p : menentukan port yang akan dipindai
  • -sV : mendeteksi versi layanan yang berjalan
  • -sC : menjalankan script default Nmap untuk mendapatkan informasi tambahan

Hasil pemindaian menunjukkan beberapa layanan penting yang berjalan pada host tersebut, antara lain:

  • 88/tcp — Kerberos → digunakan untuk proses autentikasi pada Active We’re so sorry, but the image we created may violate our guardrails around illicit or illegal activities. If you think we got it wrong, please retry or edit your prompt.Directory
  • 135/tcp — MSRPC → layanan komunikasi remote procedure call
  • 139/tcp — NetBIOS → layanan berbagi file dan komunikasi jaringan Windows
  • 389/tcp — LDAP → layanan directory service pada Active Directory
  • 445/tcp — SMB → layanan file sharing pada Windows

Dari hasil analisis Nmap juga diketahui bahwa sistem operasi yang berjalan pada server tersebut adalah:

Windows Server 2019 Datacenter

Selain itu, hasil enumerasi juga menunjukkan bahwa domain yang digunakan pada jaringan ini adalah:

tryhackme.loc

Informasi ini mengonfirmasi bahwa host yang dipindai merupakan Domain Controller dalam lingkungan Active Directory.

Hasil Pemindaian Nmap

Screenshot berikut menunjukkan hasil pemindaian layanan menggunakan Nmap.

Hasil Scan Nmap

We’re so sorry, but the image we created may violate our guardrails around illicit or illegal activities. If you think we got it wrong, please retry or edit your prompt.

We’re so sorry, but the image we created may violate our guardrails around illicit or illegal activities. If you think we got it wrong, please retry or edit your prompt.

Validasi Jawaban pada Lab TryHackMe

Insight dari Tahap Enumeration

Dari tahap ini kita berhasil memperoleh beberapa informasi penting, yaitu:

  • Domain name: tryhackme.loc
  • Sistem operasi: Windows Server 2019 Datacenter
  • Host berperan sebagai Domain Controller
  • Beberapa layanan Active Directory aktif seperti Kerberos, LDAP, dan SMB

Informasi-informasi ini sangat penting karena dapat digunakan sebagai dasar untuk melakukan enumerasi lanjutan terhadap domain, seperti eksplorasi SMB shares, enumerasi akun pengguna, serta analisis konfigurasi keamanan domain.

Task 3 — Network Enumeration with SMB

Setelah berhasil mengidentifikasi layanan yang berjalan pada Domain Controller, langkah berikutnya adalah melakukan enumerasi terhadap layanan SMB (Server Message Block) yang berjalan pada port 445. Protokol SMB sering digunakan pada sistem Windows untuk berbagi file, printer, serta berbagai resource jaringan lainnya.

Dalam proses penetration testing, SMB sering menjadi target penting karena terkadang terdapat network share yang dapat diakses tanpa autentikasi (anonymous access) atau memiliki konfigurasi hak akses yang kurang aman.

Mengakses Network Share

Untuk melakukan enumerasi terhadap network share, saya menggunakan tool smbclient untuk mencoba mengakses share yang tersedia pada server.

Perintah yang digunakan adalah:

smbclient //10.211.11.10/AnonShare -N

Parameter -N digunakan untuk melakukan koneksi tanpa memasukkan password (anonymous login).

Setelah berhasil masuk ke dalam share tersebut, saya mencoba melihat isi direktori menggunakan perintah:

ls

Namun pada share AnonShare tidak ditemukan file penting sehingga saya melanjutkan enumerasi ke share lain.

Mengakses Share UserBackups

Selanjutnya saya mencoba mengakses share UserBackups dengan perintah berikut:

smbclient //10.211.11.10/UserBackups -N

Setelah berhasil masuk ke dalam share tersebut, saya menjalankan perintah:

ls

Dari hasil tersebut terlihat bahwa terdapat dua file dalam direktori tersebut:

  • flag.txt
  • story.txt

Untuk mengambil file flag, saya menggunakan perintah:

get flag.txt

Setelah file berhasil diunduh ke mesin lokal, saya membuka file tersebut menggunakan perintah:

cat flag.txt

Hasilnya menunjukkan flag sebagai berikut:

THM{88_SMB_88}

Bukti Proses SMB Enumeration

Screenshot berikut menunjukkan proses enumerasi SMB hingga berhasil mengambil file flag dari share UserBackups.

Validasi Flag pada TryHackMe

Setelah mendapatkan flag dari server, saya memasukkan flag tersebut ke dalam soal pada lab TryHackMe dan sistem berhasil memverifikasi bahwa jawaban tersebut benar.

Insight

Dari proses ini dapat disimpulkan bahwa server memiliki network share yang dapat diakses secara anonim, yang merupakan contoh miskonfigurasi keamanan. Kondisi seperti ini dapat memungkinkan penyerang untuk mengakses atau mengekstraksi data sensitif tanpa memerlukan kredensial.

Dalam lingkungan produksi, administrator sistem seharusnya membatasi akses terhadap network share serta memastikan bahwa hanya pengguna yang memiliki otorisasi yang dapat mengakses resource tersebut.

Task 4 — Domain Enumeration

Setelah berhasil melakukan enumerasi terhadap network share menggunakan protokol SMB, langkah berikutnya adalah melakukan enumerasi domain untuk mengidentifikasi akun pengguna yang terdapat dalam sistem Active Directory.

Pada tahap ini saya memanfaatkan tool rpcclient untuk berinteraksi dengan layanan MSRPC yang berjalan pada Domain Controller. Tool ini memungkinkan kita untuk melakukan berbagai proses enumerasi terhadap informasi domain seperti daftar pengguna, grup, serta atribut akun yang tersedia.

Mengakses RPC Service

Untuk memulai proses enumerasi, saya terlebih dahulu mengakses layanan RPC pada server menggunakan anonymous login dengan perintah berikut:

rpcclient -U "" 10.211.11.10

Parameter -U “” digunakan untuk melakukan koneksi tanpa memasukkan username.

Setelah berhasil masuk ke dalam RPC shell, saya dapat menjalankan berbagai perintah enumerasi.

Mengambil Informasi Detail User

Selanjutnya saya mencoba mengambil informasi detail dari salah satu pengguna dengan menggunakan perintah:

queryuser 0xa31

Perintah ini menampilkan berbagai informasi terkait akun pengguna tersebut, seperti:

  • Username
  • Full name
  • Group RID
  • Password policy
  • Logon information

Dari hasil enumerasi tersebut ditemukan informasi berikut:

  • Username: rduke
  • Full name: Raoul Duke
  • Group: Domain Users

Melakukan RID Lookup

Selain itu, saya juga melakukan proses RID lookup untuk mencari username yang terkait dengan RID tertentu menggunakan perintah berikut:

lookupsids S-1-5-21-1966530601-3185510712-10604624-1634

Dari hasil lookup tersebut diketahui bahwa RID 1634 terkait dengan user:

katie.thomas

Teknik ini sering digunakan dalam proses enumerasi domain untuk menemukan akun pengguna lain yang mungkin ada dalam sistem.

Bukti Proses Domain Enumeration

Berikut merupakan screenshot proses enumerasi domain menggunakan rpcclient yang menunjukkan informasi pengguna serta hasil RID lookup.

Validasi Jawaban pada TryHackMe

Setelah mendapatkan informasi dari proses enumerasi domain, saya memasukkan jawaban pada platform TryHackMe dan sistem berhasil memverifikasi bahwa jawaban tersebut benar.

Informasi yang diperoleh dari tahap ini antara lain:

  • Group user rduke: Domain Users
  • Full name user: Raoul Duke
  • Username dengan RID 1634: katie.thomas

Insight

Tahap domain enumeration sangat penting dalam penetration testing karena memungkinkan seorang pentester untuk mengidentifikasi akun pengguna yang valid dalam sistem Active Directory. Informasi ini sering kali digunakan pada tahap selanjutnya seperti password spraying, brute force, atau analisis hak akses pengguna dalam domain.

Jika sistem tidak dikonfigurasi dengan baik, penyerang dapat memperoleh daftar pengguna hanya dengan memanfaatkan akses anonim melalui layanan RPC.

Task 5 — Password Spraying

Setelah berhasil melakukan enumerasi domain dan mendapatkan beberapa informasi terkait akun pengguna, langkah berikutnya adalah melakukan teknik Password Spraying untuk menguji apakah terdapat kredensial yang lemah pada sistem.

Password spraying merupakan teknik serangan yang mencoba satu atau beberapa password umum terhadap banyak akun pengguna. Teknik ini berbeda dengan brute force karena password spraying mencoba password yang sama pada banyak akun sehingga lebih kecil kemungkinan memicu account lockout policy.

Mengidentifikasi Password Policy

Sebelum melakukan password spraying, penting untuk mengetahui kebijakan password (password policy) yang diterapkan pada domain. Hal ini bertujuan agar proses pengujian tidak menyebabkan akun pengguna terkunci.

Untuk melihat kebijakan password pada domain, saya menggunakan tool rpcclient dengan perintah berikut:

rpcclient -U "" 10.211.11.10 -N -c "getdompwinfo"

Selain itu, saya juga menggunakan tool NetExec untuk mendapatkan informasi tambahan mengenai konfigurasi keamanan domain.

netexec smb 10.211.11.10 --pass-pol

Dari hasil enumerasi tersebut diperoleh beberapa informasi penting, di antaranya:

  • Minimum password length: 7
  • Account lockout duration: 2 minutes
  • Account lockout threshold: 10

Screenshot — Password Policy Enumeration

Melakukan Password Spraying

Setelah mengetahui kebijakan password, langkah berikutnya adalah melakukan password spraying menggunakan tool NetExec.

Perintah yang digunakan adalah:

netexec smb 10.211.11.20 -u user.txt -p passwords.txt

Keterangan:

  • -u user.txt → daftar username hasil enumerasi sebelumnya
  • -p passwords.txt → daftar password yang akan dicoba

Dari proses tersebut ditemukan kredensial yang valid sebagai berikut:

rduke:Password

Screenshot — Password Spraying Result

Validasi Jawaban pada TryHackMe

Setelah mendapatkan kredensial yang valid, saya memasukkan jawaban tersebut pada platform TryHackMe dan sistem berhasil memverifikasi bahwa jawaban tersebut benar.

Informasi yang diperoleh dari tahap ini adalah:

  • Minimum password length: 7
  • Locked account duration: 2 minutes
  • Valid credentials: rduke:Password1!

Screenshot — Validasi Jawaban

Kesimpulan

Praktikum ini memberikan pemahaman mendalam mengenai alur kerja Enumerasi Active Directory (AD) yang sistematis, mulai dari pengenalan jaringan hingga penemuan kredensial yang valid. Berdasarkan langkah-langkah yang telah dilakukan, berikut adalah poin-poin utama yang dapat disimpulkan:

  1. Pentingnya Fase Enumerasi: Tahap awal menggunakan Nmap berhasil memetakan struktur jaringan dan mengidentifikasi layanan kritis seperti Kerberos (88), LDAP (389), dan SMB (445). Informasi ini menjadi fondasi untuk menentukan vektor serangan selanjutnya.
  2. Kerawanan Anonymous Access: Ditemukannya network share (UserBackups) yang dapat diakses tanpa autentikasi (anonymous login) menunjukkan adanya miskonfigurasi serius. Hal ini memungkinkan ekstraksi data sensitif, seperti file flag.txt dan story.txt, yang seharusnya terlindungi.
  3. Ekstraksi Informasi melalui MSRPC: Penggunaan rpcclient membuktikan bahwa akun pengguna dan struktur domain dapat dipetakan bahkan tanpa kredensial awal. Teknik RID Lookup sangat efektif untuk mengidentifikasi nama pengguna spesifik dalam domain secara berurutan.
  4. Efektivitas Password Spraying: Dengan memahami Password Policy (seperti lockout threshold dan minimum password length), serangan password spraying dapat dilakukan secara terukur tanpa memicu penguncian akun. Keberhasilan mendapatkan kredensial rduke:Password1! menunjukkan bahwa kebijakan kata sandi yang lemah masih menjadi titik masuk utama bagi penyerang.

Rekomendasi Keamanan

Untuk memitigasi temuan di atas, organisasi disarankan untuk:

  • Menonaktifkan akses anonim pada layanan SMB dan RPC.
  • Menerapkan kebijakan kata sandi yang lebih kompleks dan unik.
  • Melakukan audit rutin terhadap hak akses pada setiap network share untuk memastikan prinsip Least Privilege terpenuhi.

메타데이터
post_id
da80109eaeab
slug
tryhackme-adbasicenumeration-langkah-demi-langkah-writeup-da80109eaeab
url
https://medium.com/@rezafairusnugraha/tryhackme-adbasicenumeration-langkah-demi-langkah-writeup-da80109eaeab
canonical_url
https://medium.com/@rezafairusnugraha/tryhackme-adbasicenumeration-langkah-demi-langkah-writeup-da80109eaeab
author_url
https://medium.com/@rezafairusnugraha
status
ok
fetched_at
2026-06-11 17:55:54