← Back to list

Akankah Artificial Intelligence (AI) Mengancaman Profesi Dunia Fotografi?

Suatu ketika saya baca komentar di beranda FB, seorang lulusan desain grafis kepada dosennya, “Apakah imbas dari banyaknya aplikasi dengan…

Ramdi · 2025-03-09 14:50 · 0 claps · 2.5 min read
#bahasa-indonesia #photography #ai #fotografer #profesi
Open on Medium ↗
Wiki topics: AI · AI · General 📷 · Photography

Akankah Artificial Intelligence (AI) Mengancaman Profesi Dunia Fotografi?

Suatu ketika saya baca komentar di beranda FB, seorang lulusan desain grafis kepada dosennya, “Apakah imbas dari banyaknya aplikasi dengan fitur Ai?”, sembari melampirkan potongan berita kuning di atas.

Keresahan desainer grafis ini sangatlah mendasar, mengingat berbagai platform aplikasi desain grafis online banyak memberikan kemudahan pengguna dalam melakukan pekerjaan desain grafis, bahkan untuk seorang awam pemula sekalipun.

Penasaran, saya pun langsung bertanya kepada mesin penjawab pintar berbasis Ai, ChatGPT, profesi apa yang dapat digantikan Ai?

Profesi yang memiliki pola kerja berulang, berbasis data, atau dapat diotomatisasi dengan algoritma memiliki risiko tinggi untuk digantikan oleh AI.

Screenshot ChatGPT perihal profesi yang sulit diganti Ai.

Screenshot ChatGPT perihal profesi yang sulit diganti Ai.

Jawaban di atas saya kutip dari kesimpulan yang ChatGPT berikan. Ia menambahkan beberapa contoh profesi yang mungkin terancam digantikan oleh Ai seperti kasir, telemarketer, Akuntan Dasar & Analis Keuangan, pekerja pabrik, operator mesin, penerjemah dasar, hingga editor video & foto Dasar, nah loh.

Sebagai jurufoto, saya pun penasaran, apakah profesi yang ditekuni selama ini akan terimbas kepintaran Ai? Saya coba beralih pada fitur Whatsapp, Meta Ai untuk bertanya.

Jawaban Meta Ai perihal profesi tak terganti

Jawaban Meta Ai perihal profesi tak terganti

Yang menarik adalah, Meta memberikan ulasan bahwa Fotografer adalah salah satu profesi yang sulit digantikan Ai. Sekadar memastikan, kembali saya bertanya pada platform berbeda, ChatGPT perihal yang sama.

Senada dengan Meta, Chat GPT memberikan jawaban bahwa profesi yang sulit digantikan oleh AI, profesi yang membutuhkan kreativitas tinggi, empati mendalam, keterampilan interpersonal, atau keahlian teknis yang sangat kompleks. Ia pun lantas memberikan beberapa contoh profesi yang “agak” sulit digantikan perannya oleh Ai, salah satunya adalah fotografer profesional.

Meta mengungkap empat alasan mengapa peran fotografer masih sulit untuk digantikan Ai.

  1. Fotografer memiliki kreativitas dan visi yang unik dalam mengabadikan momen dan subjek. AI dapat menghasilkan gambar yang mirip, tetapi tidak dapat meniru kreativitas dan visi manusia.
  2. Fotografer memiliki pengalaman dan kemampuan teknis yang luas dalam menggunakan peralatan fotografi, seperti kamera, lensa, dan lighting. AI dapat mengoptimalkan pengaturan kamera, tetapi tidak dapat menggantikan kemampuan teknis manusia.
  3. Fotografer memiliki kemampuan untuk berinteraksi dengan subjek dan mengarahkan mereka untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. AI tidak dapat menggantikan interaksi manusia dengan subjek.
  4. Fotografer memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan tentang komposisi, pencahayaan, dan lain-lain. AI dapat membantu dalam pengambilan keputusan, tetapi tidak dapat menggantikan kemampuan manusia.

Lebih lanjut Meta menambahkan, bagaimana Ai dapat membantu pekerjaan para fotografer dalam urusan:

  1. Pengeditan Foto, seperti menghapus noise, memperbaiki warna, dan lain-lain.
  2. Pengenalan Objek seperti mengenali wajah, objek, dan lain-lain.
  3. Pengoptimalan Pengaturan Kamera seperti mengatur exposure, ISO, dan lain-lain.

Bila melihat apa yang disampaikan kedua mesin Ai di atas, salah satu profesi dunia fotografi yang terkena imbas “kepintaran” Ai adalah profesi Editor foto.

Sementara fotografer masih ada di zona “aman” dan berpotensi dapat terus berkembang. Ai bukanlah musuh fotografer, bila dapat memanfaatkan kemampuan dan kepintaran Ai, ia akan sangat membantu pekerjaan saat dilapangan dan pasca pemotretan.

Seorang dosen dan praktisi Logistik yang saya kenal pernah berpendapat, bahwa Ai layaknya Anjing yang perlu dilatih melalui perintah atau prompt sesuai arahan yang tepat. Bila kita pintar melatihnya, dengan memberikan prompt atau perintah yang tepat, maka ia akan akan menjadi mesin yang “pintar”. Sepintar apapun kecerdasan buatan, tak akan melebihi kecerdasan manusia sebagai pembuatnya, yang notabene adalah makhluk sempurna ciptaan sang Khalik.***


메타데이터
post_id
dad435a7779a
slug
akankah-artificial-intelligence-ai-mengancaman-profesi-dunia-fotografi-dad435a7779a
url
https://medium.com/@ramdi20/akankah-artificial-intelligence-ai-mengancaman-profesi-dunia-fotografi-dad435a7779a
canonical_url
https://medium.com/@ramdi20/akankah-artificial-intelligence-ai-mengancaman-profesi-dunia-fotografi-dad435a7779a
author_url
https://medium.com/@ramdi20
status
ok
fetched_at
2026-07-20 17:35:53