← Back to list

Dari Kegelapan Malam Menuju Terang

Kisah Nikodemus memperlihatkan bagaimana terang Kristus bekerja dari kegelapan iman menuju kehidupan yang dinyatakan oleh Allah.

The Way · 2026-01-07 13:35 · 0 claps · 2.5 min read
#nikodemus #yohanes #injil #terang
Open on Medium ↗

Dari Kegelapan Malam Menuju Terang

Jesus and Nicodemus (AI Generated)

Jesus and Nicodemus (AI Generated)

Pendahuluan

Dalam Injil Yohanes, tidak ada detail yang kebetulan. Setiap kata, waktu, dan peristiwa ditata dengan kesadaran teologis yang mendalam, mengarahkan pembaca untuk melihat bukan hanya apa yang terjadi, tetapi juga apa yang Allah sedang nyatakan. Maka ketika Yohanes mencatat bahwa Nikodemus “datang kepada Yesus pada waktu malam (Yoh. 3:2), ia sedang membuka sebuah narasi tentang iman yang masih ragu untuk terlihat dan sedang digerakkan menuju terang.

Malam: Sebuah Kondisi

Situasi malam (Gk: Νυξ — Nyx) menjadi sebuah simbol kondisi rohani yang berada dalam gelap, ketidakmengertian, ketidakpastian, keraguan, dan ketersembunyian iman. Simbolisme yang sama digunakan juga pada waktu Yudas akan mengkhianati Yesus, “Yudas menerima roti itu lalu segera pergi. Pada waktu itu hari sudah malam(Yoh. 13:30).

Nikodemus datang di dalam ketidak-mengertiannya, seperti keadaan malam, dalam kegelapan. Tapi Nikodemus sebenarnya sudah melihat Terang itu karena ia memberikan pujian yang tulus kepada Yesus.

“Rabi, kami tahu, bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah; sebab tidak ada seorangpun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya.” Yoh. 3:2

Ungkapan tulus itu datang bukan dari orang sembarangan. Nikodemus adalah seorang Farisi, pemimpin agama, bahkan pengajar Israel (Yoh. 3:10). Waktu malam menjadi ruang aman bagi Nikodemus dari sorotan publik, risiko reputasi, dan dari konsekuensi sosial.

Yesus kemudian mengajar Nikodemus tentang kerajaan Allah, Roh Kudus, kelahiran kembali, dan kehidupan kekal, walaupun Nikodemus terlihat belum mengerti. Sampai kemudian pada puncaknya, Yesus mengajar tentang Terang dalam ayat 19–21.

Iman yang Keluar kepada Terang

“Terang telah datang ke dalam dunia” mengatakan bahwa inisiatif selalu berasal dari Allah. Dalam hal ini dunia tidak mencari Terang tetapi Terang itu sendiri yang mendatangi dunia (bdk. Yoh. 1:9). Namun kehadiran Terang tidak otomatis menghasilkan pertobatan. Yesus melanjutkan dengan kalimat: “manusia lebih menyukai kegelapan daripada terang.”

Menyukai disini menggunakan kata Ēgapēsen dari kata kerja ἀγαπάω (agapaō), yang biasanya diterjemahkan “mengasihi” atau “mengasihi dengan komitmen”. Kata ini berasal dari akar yang sama dengan ἀγάπη (agapē), yang dalam Injil Yohanes sering menunjuk pada kasih yang bersifat mendalam, terarah, dan melibatkan kesadaran kehendak. Dengan menggunakan ēgapēsen, Injil Yohanes mengatakan bahwa manusia cenderung mengikatkan diri pada kegelapan dan kegelapan menjadi “pesaing kasih” bagi terang. Manusia dapat hidup dekat dengan terang secara religius, namun tetap mencintai kegelapan. Di sinilah Yohanes 3:21 berdiri sebagai penutup yang kuat dan terarah ketika Yesus mengatakan

“Tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah.” Yohanes 3:21

Iman yang sejati tidak takut terlihat, karena sumbernya bukan pembenaran diri, tetapi adalah karya Allah sendiri.

Menariknya, Yohanes tidak menutup kisah Nikodemus di pasal 3. Ia muncul kembali dengan suara yang masih hati-hati di ruang publik (Yoh. 7:50–51), lalu akhirnya dengan tindakan terbuka saat menguburkan Yesus (Yoh. 19:39).

Nikodemus sering dipahami sebagai discipulus occultus atau murid yang tersembunyi. Agustinus menyebut Nikodemus sebagai gambaran mereka yang “percaya, tetapi masih takut akan terang” (Tractates on the Gospel of John). Dalam tradisi Gereja Timur dan Barat, Nikodemus bahkan dihormati sebagai orang kudus. Gereja Ortodoks memperingatinya sebagai Saint Nicodemus the Myrrh-bearer, sejajar dengan Yusuf dari Arimatea. Dalam tradisi ini, Nikodemus dipahami sebagai pribadi yang telah sepenuhnya keluar dari kegelapan dan mengabdikan hidupnya kepada Kristus.

Kesimpulan

Yohanes sedang mengajarkan bahwa terang bekerja secara progresif. Allah tidak menolak mereka yang datang di malam hari, tetapi Ia juga memimpin mereka menuju pagi. Nikodemus mewakili banyak orang beriman yang mengenal kebenaran, tetapi membutuhkan waktu untuk berani hidup di dalam terang.

Datang kepada Terang adalah panggilan untuk melangkah keluar dari persembunyian walaupun belum sempurna. Mulai dengan hidup dalam keterbukaan, integritas, dan kesiapan dibentuk ulang oleh Allah. Di sanalah iman menemukan kedewasaannya, dalam Terang sejati yang tidak meniadakan masa lalu yang gelap namun Ia menebusnya. Dan justru dari kegelapan itulah Terang dapat bersinar.

[embed]


메타데이터
post_id
daec6c0ebb5d
slug
dari-kegelapan-malam-menuju-terang-daec6c0ebb5d
url
https://medium.com/@icare.theway/dari-kegelapan-malam-menuju-terang-daec6c0ebb5d
canonical_url
https://medium.com/@icare.theway/dari-kegelapan-malam-menuju-terang-daec6c0ebb5d
author_url
https://medium.com/@icare.theway
status
ok
fetched_at
2026-07-13 14:59:43