← Back to list

TEPUNG MOCAF : SOLUSI HARGA SINGKONG ANJLOK

Kuliah Kerja Nyata, Berita

KKN Gunungkidul · 2025-08-18 09:14 · 0 claps · 3.1 min read
#kuliah-kerja-nyata #universitas-gadjah-mada #agroecology #mocaf #gunungkidul
Open on Medium ↗

TEPUNG MOCAF : SOLUSI HARGA SINGKONG ANJLOK

Kuliah Kerja Nyata, Berita

Dari singkong menjadi peluang — ibu-ibu PKK Karangnongko belajar membuat tepung MOCAF bersama KKN UGM

Dari singkong menjadi peluang — ibu-ibu PKK Karangnongko belajar membuat tepung MOCAF bersama KKN UGM

Ngloro, Saptosari, Gunungkidul — 12 Juli 2025. Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gadjah Mada (UGM) di Desa Ngloro, Kecamatan Saptosari, Kabupaten Gunungkidul, meluncurkan inisiatif pembuatan tepung MOCAF (Modified Cassava Flour) sebagai strategi meningkatkan nilai tambah singkong lokal dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Kegiatan ini berlangsung sejak awal Agustus di Balai Dusun Karangnongko dan melibatkan ibu-ibu setempat, kelompok tani, pelaku UMKM, serta kader PKK.

Singkong merupakan hasil pertanian utama di wilayah pesisir selatan Gunungkidul, termasuk Desa Ngloro. Namun, selama ini pemanfaatannya masih terbatas pada olahan sederhana dan sebagian besar dijual mentah dengan harga rendah. Tepung MOCAF, yang bebas gluten dan dapat menjadi alternatif tepung terigu, dinilai memiliki nilai tambah tinggi serta potensi besar untuk dipasarkan secara luas. Pengolahan singkong menjadi MOCAF tidak hanya memperpanjang rantai nilai produk pertanian, tetapi juga membuka peluang usaha baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Menurut Deviana Susilowati, salah satu mahasiswa KKN UGM, program ini dirancang untuk mengoptimalkan potensi singkong yang melimpah dengan memanfaatkan proses fermentasi terkontrol.

“Melalui MOCAF, mutu tepung meningkat, aroma lebih netral, dan bisa menjadi substitusi parsial tepung terigu pada berbagai produk,” ujarnya.

Pelaksanaan kegiatan dimulai dengan sosialisasi mengenai manfaat MOCAF, peluang pasar, dan potensi usaha berbasis singkong. Setelah itu, tim menyampaikan materi teori tentang tahapan pembuatan MOCAF dan dilanjutkan dengan praktik langsung. Peserta pelatihan mempelajari proses mulai dari pengupasan dan pencucian singkong segar, fermentasi menggunakan bakteri asam laktat, pengeringan hasil fermentasi menggunakan pengering surya rak bertingkat, hingga penggilingan menjadi tepung halus dan pengemasan kedap udara lengkap dengan label komposisi serta tanggal produksi.

Selain tahapan teknis tersebut, warga juga mendapat pembekalan manajemen mutu, perhitungan harga pokok produksi (HPP), strategi pemasaran digital, dan pemanfaatan media edukasi berupa poster serta panduan tertulis untuk mempermudah replikasi proses di rumah produksi skala kecil.

Kepala Dusun Karangnongko, Sukadi, menyampaikan apresiasinya terhadap pendampingan ini.

“Selama ini petani kami menjual singkong basah. Dengan MOCAF, rantai nilai lebih panjang dan pendapatan bisa naik. Kami akan dorong pembentukan kelompok usaha bersama,” ujarnya.

Salah satu peserta pelatihan, Siti (42), mengaku ingin mengembangkan produk turunan.

“Tepungnya bisa untuk mi, cookies, dan bolu. Rasanya lebih ringan dan cocok untuk pasar wisata,” katanya.

Uji coba produksi perdana berhasil mengolah 10 kilogram singkong segar menjadi sekitar 2–4 kilogram tepung MOCAF, tergantung kadar air. Tepung tersebut kemudian digunakan untuk membuat mi mocaf, brownies mocaf, dan peyek mocaf yang diperkenalkan pada acara gelar hasil di balai dusun. Respon konsumen uji menyebut tekstur halus dan rasa netral sebagai keunggulan. Produk contoh ini menunjukkan bahwa masyarakat telah mampu memproduksi MOCAF secara mandiri, menyiapkan produk siap kemas, serta membuka peluang usaha baru di bidang olahan singkong.

Dampak kegiatan ini mulai terasa: pengetahuan dan keterampilan warga meningkat, potensi lokal termanfaatkan secara optimal, dan produk MOCAF mulai dikenal sebagai salah satu hasil olahan khas desa. Tepung yang dihasilkan tidak hanya bisa dijual sebagai bahan baku industri rumahan atau UMKM, tetapi juga dibawa pulang oleh peserta untuk digunakan pada pembuatan kue, mi, roti, gorengan, dan berbagai olahan lainnya. Selain itu, keberadaan MOCAF berkontribusi pada penguatan ketahanan pangan melalui penyediaan alternatif tepung bebas gluten berbasis bahan baku lokal.

Dari sisi ekonomi, simulasi HPP menunjukkan margin positif jika produksi dilakukan minimal 200 kilogram singkong per siklus dengan pengeringan efisien. Tim KKN membantu warga dalam desain merek dagang, label gizi sederhana, dan kode QR yang menautkan ke profil produsen untuk meningkatkan kepercayaan pembeli.

Untuk keberlanjutan, dibentuk Kelompok Usaha Bersama (KUB) MOCAF Ngloro beranggotakan 15 warga. Kelompok ini didampingi dalam pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikat PKP-PIRT, penyusunan standar operasional kebersihan, serta penjajakan kemitraan penjualan dengan warung makan, sekolah, dan pelaku wisata di kawasan Saptosari–Tanjungsari. Produk juga akan didaftarkan pada e-katalog lokal dan pasar daring. Tim KKN menyerahkan satu unit pengering surya rak dan ayakan manual yang dapat digunakan bergiliran antar anggota. Ke depan, pelatihan lanjutan akan mencakup uji kadar air sederhana, pengembangan varian fortifikasi, serta uji daya simpan produk.

Harapannya, kelompok usaha ini dapat mengokohkan MOCAF sebagai komoditas unggulan desa dengan memperluas pemasaran melalui kerja sama dengan UMKM maupun pasar modern. Dosen pembimbing lapangan, Prof. Ir. Nafiatul Umami, S.Pt., MP., Ph.D., IPM., ASEAN Eng., menegaskan pentingnya konsistensi mutu dan pencatatan produksi.

“Kekuatan MOCAF Ngloro ada pada bahan baku lokal dan proses yang disiplin. Jika kualitas terjaga, pasar akan mengikuti,” tuturnya.

Dengan bertumpu pada potensi singkong dan semangat kolaborasi, program KKN pembuatan tepung MOCAF di Desa Ngloro diharapkan menjadi model hilirisasi komoditas lokal yang mampu memperkuat ekonomi rumah tangga sekaligus memperkenalkan identitas kuliner Gunungkidul ke pasar yang lebih luas.

SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 2: Tanpa Kelaparan (Ketahanan Pangan)


메타데이터
post_id
db11d2ef424e
slug
tepung-mocaf-solusi-harga-singkong-anjlok-db11d2ef424e
url
https://medium.com/@kknsaptojetis/tepung-mocaf-solusi-harga-singkong-anjlok-db11d2ef424e
canonical_url
https://medium.com/@kknsaptojetis/tepung-mocaf-solusi-harga-singkong-anjlok-db11d2ef424e
author_url
https://medium.com/@kknsaptojetis
status
ok
fetched_at
2026-07-18 03:46:58