Cinta Manipulasi Dalam Memoar Broken Strings : Apakah Wanita Sebuah Boneka Yang Diatur?
“Manipulasi adalah taktik seseorang untuk mengontrol orang lain demi mendapatkan apa yang ia inginkan. Hal ini sering terjadi dalam…
Cinta Manipulasi Dalam Memoar Broken Strings : Apakah Wanita Sebuah Boneka Yang Diatur?

Source : Google
“Manipulasi adalah taktik seseorang untuk mengontrol orang lain demi mendapatkan apa yang ia inginkan. Hal ini sering terjadi dalam hubungan percintaan dan bisa berdampak signifikan pada mental korbannya.”
Sebagai seorang perempuan yang menjalankan hidup dengan tenang, hidup berdampingan baik dengan orang-orang disekitar. Hidup ini sudah ditulis sebelum kita lahir, bagaimana kita menjalaninya saja. Kehidupan ini belum tentu kita selalu beruntung, begitupula dengan kisah cerita yang ditulis dalam memoar “Broken Strings” oleh Aurelie Moeremans. Kenapa cerita ini? Karena cerita ini sempat viral dimana-mana, platform sosial media sangat mencakup banyak mengenai memoar ini. Aurelie menceritakan semua yang ia alami dalam memoar tersebut, sampai-sampai saat itu banyak netizen berkomentar dan konspirasi hubungan Aurelie dengan artis-artis yang terlibat dalam memoar tersebut.
Memoar ini ditulis langsung oleh Aurelie Moeremans dan resmi dirilis pada 10 Oktober 2025. Buku ini menceritakan perjalanan hidup Aurelie sejak remaja di Belgia hingga pengalaman traumatisnya di usia sekitar 15 tahun. Aurelie mengisahkan pertemuannya dengan seorang pria dewasa bernama samaran Bobby yang awalnya tampak perhatian, tetapi kemudian menjadi sosok manipulatif yang menimbulkan kekerasan emosional, fisik, bahkan seksual. Broken Strings bukan sekadar memoir selebritas atau kisah galau biasa. Aurelie menuliskan pengalaman manipulasi yang sering tidak terlihat dari luar hubungan, serta dampak psikologis jangka panjangnya. Selain menceritakan pengalaman pahit, buku ini juga menampilkan proses pemulihan Aurelie, bagaimana ia belajar mencintai hidup kembali, serta dukungan keluarga dan langkah-langkah penyembuhan diri yang memberi inspirasi bagi pembaca.
Cerita ini mungkin saja menjadi suatu hal paling tidak ingin sang penulis ingat, tapi ini merupakan langkah yang paling berani dilakukan penulis sendiri dalam menceritakan kisahnya melalui novel. Banyak perempuan yang tidak berani speak-up pengalaman buruknya, sudah banyak kasus dimana seorang perempuan merupakan korban. Iya, korban. Tapi, orang-orang sekitar kita sering judge yang sudah jelas-jelas ini adalah korban seperti pelaku.
Mengapa saya memilih memoar ini?
Sejujurnya tertarik dengan keberanian dari si Penulis sendiri. Apalagi cerita ini begitu viral di sosial media. Hal ini banyak perempuan mulai speak-up pengalaman pahit yang terjadi dalam kehidupan mereka. Mereka membagi cerita ini bukan untuk mencari perhatian, mereka lakukan ini hanya untuk memberi pelajaran yang orang belum alami bisa menjaga dirinya agar tidak mengalami hal ini.
Semua terlihat dirancang agar terasa aman, tapi tak ada yang benar-benar terasa aman saat itu. Rasanya seperti sedang diuji, ujian yang sudah pasti gagal. Seolah aku sedang berpura-pura menjadi seseorang yang berani, padahal aku hanyalah gadis ketakutan yang duduk di kursi yang terasa terlalu besar. Aku bukan anak yang sedang bicara dari hati. Aku hanyalah boneka, talinya ditarik begitu kencang. (Broken Strings : 56)
Narasi pada halaman ini sudah menjelaskan, orang-orang melihat kehidupan Aurelie dari luar, terlihat baik-baik saja tapi sebenarnya didalamnya sudah ada yang mengatur semuanya. Sang pacar — Bobby memanipulasi si Aurelie untuk kepuasan diri sendiri. Hak keinginan Aurelie berbicara tidak ada, kebebasan pun tidak ada. Pikiran Aurelie melakukan apapun yang dikatakan Bobby adalah cinta. Aurelie menganggap kalau ia melakukan hal itu, berarti ia membuktikan kalau ia mencintai Bobby. Cinta seperti apa yang membuat salah satu pasangan merasa terancam? Pikiran seorang anak remaja, hanya ingin menyenangkan hati pasangannya. Karena ia yakin dengan cara itu, pasangannya bisa bahagia. Tapi itu hubungan Red-flag!
Papaku tinggal di Indonesia sebulan dan melihat sendiri bagaimana Bobby masih datang ke apartemen setiap hari, masih mengaturku, masih marah untuk hal-hal sepele, bahkan hanya karena aku menjawab pesan terlalu lama. Papaku melihat bagaimana aku terus menangis, bagaimana beban di pundakku tidak pernah hilang. Yang lebih buruk, Bobby mulai bersikap lebih berani, seperti menantang. Ia melontarkan lelucon sarkastik di meja makan yang hanya ia sendiri anggap lucu, memutar bola mata pada mamaku, tersenyum sinis pada papaku. (Broken Strings: 48)
Pandangan terhadap narasi bagian ini sudah memperlihatkan Bobby sangat mengatur hidup Aurelie, bahkan Bobby tak peduli pada orangtua Aurelie. Hal ini membuat Aurelie merasakan kalau ia begitu terancam. Akan tetapi kembali lagi sifat Bobby yang begitu manipulatif untuk hidup seorang remaja yang ingin kebebasan.
“Kau pikir ini hanya tentangmu, Aurélie? Kami pindah demi kariermu. Mamamu meninggalkan Belgia, Jérémie meninggalkan sekolahnya, Papamu bolak-balik antarnegara, keluarga kita terpisah dua dunia, semua demi kamu. Dan lihat kamu sekarang. Menangis setiap hari, menyiksa diri karena laki-laki. Ini yang kami dapat?” (Broken Strings: 49)
“Dia tidak baik untukmu, Aurélie.” (Broken Strings: 49)
Dialog ini bertujuan untuk Aurelie untuk meninggalkan si Bobby, karena mereka tau kalau Bobby orang yang tidak baik untuk hidup Aurelie. Tangisan yang seharusnya tidak perlu di tangisi seorang pria si*lan itu sendiri. Orangtua Aurelie mendukung untuk karier Aurelie sebagai aktris tapi tidak untuk hubungan Toxic itu.
“Bagaimana kita melawan mereka?” (Broken Strings: 50)
Dialog Bobby yang ingin kalau Aurelie melawan orangtuanya sendiri untuk hubungan itu, Aurelie sebenarnya bingung dan bahkan menjawab.
“Aku tidak mau melawan siapa-siapa. Mereka orang tuaku. Aku harus nurut. Sudahi saja sampai di sini.” (Broken Strings: 50)
Aurelie menjawab yang berharap bisa pergi dari kehidupan ini yang sudah tidak benar, ia tidak masalah jika Bobby marah karena ia memutuskan hubungan ini. Akan tetapi, Bobby bukanlah orang yang kita pikirkan.
“Di parkiran lantai lima. Aku mau bunuh diri saja. Aku nggak bisa. Aku terlalu cinta sama kamu.” (Broken Strings: 50)
Bobby mengancam Aurelie dengan ingin membunuh dirinya, sungguh memanipulasi Aurelie. Aurelie tidak ingin Bobby mengakhiri hidupnya seperti itu hanya karena hubungan, sampai Aurelie saat itu membujuk untuk tidak melakukan itu. Sampai disaat Bobby bilang kalau Aurelie harus melakukan apa yang ia minta, dan seperti biasa Bobby mengarah ke ranah seks yang dimana meminta foto Aurelie tanpa busana. Itu sempat ditolak Aurelie tapi sialnya, Bobby mengancam lagi. Dasar Pedofil!!!!
Tak ada cinta yang seperti ini? Sekalipun, jika seorang pria begitu mencintai seorang wanita, tidak akan ada ancaman yang mengarah ke seks. Sebenarnya ini bisa dibilang cinta atau hanya sekedar kepuasan seorang pria?
Melihat dalam cerita itu saya berpendapat ini hanyalah kepuasan dari seorang pria untuk nafsunya, mengancam pasangannya itu sudah tidak wajar dalam hubungan. Kita bisa saja mengatur hidup pasangan kita, apabila itu yang positif.
Perempuan diperlakukan seperti boneka oleh pasangannya sudah digambarkan hubungan yang tidak sehat, di mana wanita diperlakukan seperti objek yang dikendalikan, bukan sebagai individu dengan pikiran, perasaan, dan kebebasan mereka sendiri. Dalam hubungan seperti itu, pasangan cenderung mendikte hampir setiap aspek kehidupan, mulai dari cara berpakaian, dengan siapa mereka dapat berinteraksi, hingga bagaimana mereka harus berperilaku dalam situasi tertentu. Seiring waktu, kendali ini dapat disertai dengan tekanan emosional seperti kemarahan, ancaman halus, atau rasa bersalah, yang memaksa wanita untuk mematuhi keinginan pasangannya. Hal ini sering menyebabkan korban kehilangan kepercayaan diri, merasa tidak mampu membuat keputusan sendiri, dan menjadi semakin bergantung pada pasangannya. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat berkembang menjadi bentuk pelecehan emosional yang berdampak pada kesehatan mental, seperti kecemasan, stres, dan depresi.
Perempuan itu sendiri bukanlah sebuah boneka yang bisa diatur oleh orang lain, hidup ini Tuhan sudah putuskan.
Manipulasi cinta sendiri itu pola hubungan di mana seseorang menggunakan perasaan cinta untuk mengendalikan, menekan, atau memengaruhi pasangannya demi keuntungan sendiri, bukan demi hubungan yang sehat. Hal ini dapat mengambil bentuk yang halus, seperti membuat pasangan merasa bersalah jika mereka tidak patuh, mengatakan, “Jika kamu mencintaiku, kamu seharusnya…” atau hanya memberikan perhatian ketika pasangan patuh, lalu menariknya kembali ketika hal itu tidak memenuhi harapan mereka. Manipulasi ini membuat cinta terasa seperti kewajiban yang harus dibalas dengan kepatuhan, bukan hubungan yang setara dan saling menghormati. Dalam jangka panjang, ini dapat menyebabkan seseorang mengacaukan cinta dengan kendali, dan secara bertahap kehilangan batasan dan kepercayaan diri mereka dengan terus-menerus mencoba memenuhi tuntutan pasangannya. Kami sebagai perempuan hanya ingin hidup dengan cinta yang sesungguhnya bukan ancaman.
Pesan moral dari memoar ini adalah kekuatan kita sendiri untuk pulih dari pengalaman yang buruk, pentingnya hubungan yang sehat, dukungan sosial, dan keberanian untuk berbicara ketika mengalami sesuatu yang tidak pantas. Kisah ini juga menekankan bahwa trauma tidak boleh disembunyikan, melainkan harus dipahami dan diatasi bersama.
Wahai Perempuan juga yang diluaran sana yang mengalami hal serupa, jangan takut bersuara, beranilah untuk menyuarakan apa yang sudah tersimpan dalam hati kalian.
Kalian bukan paling lemah. Kalian adalah orang yang kuat.
Wahai laki-laki, tolong jaga wanita sebaik mungkin dan cintailah sebisa kalian asalkan tidak membuat ia merasa tidak nyaman akan ia tempati sebagai rumah.
”Laki-laki (suami) itu pelindung bagi perempuan (istri), karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah memberikan nafkah dari hartanya…” (QS. An-Nisa: 34)
REFERENSI
Moeremans, A. (2026). Broken Strings.
Halodoc. (n.d.). Kenali Tanda Manipulasi dalam Hubungan Percintaan. Halodoc. https://www.halodoc.com/artikel/kenali-tanda-manipulasi-dalam-hubungan-percintaan
S3 Pendidikan Sains FMIPA UNESA. (2026). Sinopsis Broken Strings dan Cara Download Buku Aurelie Moeremans Gratis yang Viral di 2026. S3 Pendidikan Sains FMIPA UNESA. https://s3pendsains.fmipa.unesa.ac.id/post/sinopsis-broken-strings-dan-cara-download-buku-aurelie-moeremans-gratis-yang-viral-di-2026
메타데이터
- post_id
- db7de7e6f4cc
- slug
- cinta-manipulasi-dalam-memoar-broken-strings-apakah-wanita-sebuah-boneka-yang-diatur-db7de7e6f4cc
- url
- https://medium.com/@iyeon_/cinta-manipulasi-dalam-memoar-broken-strings-apakah-wanita-sebuah-boneka-yang-diatur-db7de7e6f4cc
- canonical_url
- https://medium.com/@iyeon_/cinta-manipulasi-dalam-memoar-broken-strings-apakah-wanita-sebuah-boneka-yang-diatur-db7de7e6f4cc
- author_url
- https://medium.com/@iyeon_
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-11 18:50:18