setengah mati
ia menjadi gila karena terus hidup dalam sangkar burung. tidak ada yang bagus dari tempat itu. ruangannya sempit bahkan terus menyempit…
ia menjadi gila karena terus hidup dalam sangkar burung. tidak ada yang bagus dari tempat itu. ruangannya sempit bahkan terus menyempit tiap waktunya. tiap hari menggantung di langit-langit. kadang ditutupi kain jika malam. padahal tidak berpengaruh sama sekali, toh tidak ada sinar matahari dan ia juga tetap kedinginan.
tempat itu sangat tidak cocok untuk kesehatan tubuhnya. di sana sangat lembab dan penuh dengan jamur-jamur hitam di temboknya. entah dasar apa pemiliknya menyimpan ia di tempat seperti itu. meski begitu, ia tetap diberi makan dan minum pagi dan malam. meskipun kadang makanan pagi ia satukan dengan malam karena tidak habis. seakan pemiliknya ingin memperlihatkan bahwa ia masih hidup dan baik-baik saja. padahal nyatanya, dia setengah mati.
tidak ada kebebasan di sana. sayapnya dipotong dan kakinya dibuat pincang. bahkan akhir-akhir ini, penglihatannya sudah mulai kabur. ia sudah tidak bisa lagi mengenali sekitarnya. rasanya sangat buram dan tidak jelas.
“kenapa saya harus berakhir di tempat menyedihkan seperti ini, Tuhan? kenapa cerita saya harus dibuat seperti ini? saya telah mati bahkan sebelum kematian itu mendatangi saya.”
ia tidak ingin sendiri. ia tidak ingin terkurung di sini dan dilupakan. ia… ia ingin hidup kembali dengan potongan-potongan cerita yang sudah hilang.
메타데이터
- post_id
- dbc03decb604
- slug
- setengah-mati-dbc03decb604
- url
- https://medium.com/@akmalfn/setengah-mati-dbc03decb604
- canonical_url
- https://medium.com/@akmalfn/setengah-mati-dbc03decb604
- author_url
- https://medium.com/@akmalfn
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-12 18:14:10