Anterior Mid-Cingulate Cortex (AMCC): Pusat Kemauan dan Cara Mengaktifkan Otot Ketekunan (Tidak Ada…
Apakah Anda pernah merasa sangat bersemangat untuk berolahraga pagi hari? Namun, keesokan harinya Anda terlalu berat bangun dari tempat…
Anterior Mid-Cingulate Cortex (AMCC): Pusat Kemauan dan Cara Mengaktifkan Otot Ketekunan (Tidak Ada Tips, Mulailah Berlatih)

Apakah Anda pernah merasa sangat bersemangat untuk berolahraga pagi hari? Namun, keesokan harinya Anda terlalu berat bangun dari tempat tidur. Pernahkah Anda ingin mencoba membangun kebiasaan baru? Namun, hanya berlaku beberapa hari saja dan selanjutnya Anda kembali dan semakin tak berdaya karena gelombang perasaan bersalah? Hal tersebut sangatlah normal. Hal tersebut menimpa semua orang tanpa terkecuali. Menurut Profesor Harvard, Daniel Lieberman rasa malas berhubungan dengan cara nenek moyang kita menghemat energi. Untuk bertahan hidup nenek moyang kita mencari, berburu dan mengumpulkan cadangan makanan yang sangat terbatas. Karena ketersediaan energi yang sangat terbatas, nenek moyang kita dipaksa untuk kompromi dengan efisiensi energi sebagai cara untuk bertahan hidup dengan prinsip usaha minimal. Tidak mengeluarkan energi untuk aktivitas yang tidak mendesak. Namun hal tersebut bukan menjadi pembenaran akan rasa malas untuk beraktivitas. Marcus Aurelius adalah salah seorang kaisar Roma dari tahun 161 sampai 180 M. Ia sering disebut sebagai salah satu dari Lima Kaisar Baik Roma dan seorang “Raja-Filsuf”. Sebagai seorang pemimpin tertinggi kerajaan adikuasa pada masanya, Marcus Aurelius hampir menjadi satu-satunya orang yang tidak perlu melakukan apapun dan termasuk bangun pagi. Dalam bukunya Meditations ia menyampaikan, “Saat fajar, ketika Anda kesulitan bangun dari tempat tidur, katakan pada diri sendiri: “Aku harus pergi bekerja — sebagai manusia. Apa yang harus kukeluhkan, jika aku akan melakukan apa yang memang sudah ditakdirkan untukku — hal-hal yang memang ditakdirkan untuk kulakukan di dunia ini? Atau apakah ini tujuan penciptaanku? Untuk meringkuk di bawah selimut dan tetap hangat?” Secara sains pergolakan batin Kaisar Romawi tersebut sama seperti yang kita alami dan hal tersebut bersumber dari sistem otak kita.
Mengenal Anterior Mid-Cingulate Cortex (AMCC) Saat Anda keluar dari zona nyaman, otak akan mengalami benturan hebat, disinilah AMCC mengambil kendali. Dalam siniarnya yang berjudul How to Build Extreme Willpower, Dr. Andrew Huberman menyampaikan bahwa ada bagian otak yang disebut Anterior Mid-Cingulate Cortex atau AMCC. Melalui fungsi neuroplastisitas, kemampuan otak untuk memprogram ulang jaringan sarafnya, proses bekerja AMCC persis sama seperti otot manusia. Ukuran volume AMCC akan membesar ketika seseorang melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak ingin mereka lakukan. Beberapa contoh kondisi yang terbukti dapat memperbesar volume AMCC antara lain seperti menambah jam olahraga per hari atau per minggu. Berjuang menjalankan diet dan menurunkan berat badan. Menolak makanan tertentu yang diinginkan atau memaksakan diri melakukan aktivitas yang enggan dilakukan (seperti bangun pagi). Sebaliknya, ukuran area AMCC ini lebih kecil pada orang obesitas dan membesar ketika mereka mulai berdiet. Area ini lebih besar pada atlet dan semakin bertambah besar pada orang-orang yang menyukai tantangan dan rintangan. Menariknya, pada orang yang telah hidup cukup lama (lanjut usia) namun tetap aktif menantang dirinya, area ini ditemukan tetap mempertahankan ukurannya. Ilmuwan mulai menganggap AMCC bukan hanya sebagai salah satu pusat tekad atau kemauan saja, namun mungkin itu adalah tempat bersemayamnya keinginan kuat seseorang untuk hidup (the will to live).
Latihan : Rangkul Ketidaknyamanannya Seperti judul tulisan diatas, tidak ada tips. Mengaktifkan AMCC hanya butuh satu hal, lakukan apa yang tidak Anda ingin lakukan. Bangun 30 menit lebih awal, tetap latihan fisik walau tubuh sedang lelah atau menolak camilan manis saat diet adalah contoh latihan yang baik untuk memperbesar volume AMCC. Namun, jika Anda sudah mulai menikmatinya, melakukan olahraga yang sama tidak akan memperbesar AMCC. Perlu diingat jika Anda terus menerus melakukan sesuatu yang tidak diinginkan hal tersebut pun akan menjadi kebiasaan. Saat menjadi kebiasaan sirkuit otak akan kembali ke Ganglia Basal (otomatis), dan AMCC berhenti bekerja. AMCC hanya aktif saat ada gesekan baru (friction), bukan pengulangan yang sudah nyaman. Anda harus menambah rintangan atau tantangan baru, misalnya intensitas yang lebih tinggi atau beban yang lebih berat. Otot dan otak memiliki ketergantungan yang sama pada koneksi jaringan antar saraf. Semakin sering koneksi terjadi, maka semakin cepat dan kuat informasi yang diterima. Ketika koneksi jarang dipergunakan maka koneksi jaringan akan semakin lemah dan menyusut (degenerasi). Sehingga, ketika Anda memanjakan rasa malas, AMCC Anda akan menyusut. Dampak jangka panjang penyusutan AMCC sangat berpengaruh kepada kemampuan kognitif pada usia lanjut. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, ditemukan peningkatan memori dan ketajaman kognitif pada lansia yang mempertahankan ukuran dan ketebalan AMCC mereka (Super-Ages). Latihan panjang tersebut membantu peremajaan otak dan memperbaiki kualitas hidup mereka. Akhirnya, Anda sendiri harus berhadapan dengan pertanyaan yang paling jujur. Apakah Anda siap untuk melatih AMCC? atau memilih meringkuk di dalam selimut?
메타데이터
- post_id
- dbc079df5e29
- slug
- anterior-mid-cingulate-cortex-amcc-pusat-kemauan-dan-cara-mengaktifkan-otot-ketekunan-tidak-ada-dbc079df5e29
- url
- https://medium.com/@rajarichardginting/anterior-mid-cingulate-cortex-amcc-pusat-kemauan-dan-cara-mengaktifkan-otot-ketekunan-tidak-ada-dbc079df5e29
- canonical_url
- https://medium.com/@rajarichardginting/anterior-mid-cingulate-cortex-amcc-pusat-kemauan-dan-cara-mengaktifkan-otot-ketekunan-tidak-ada-dbc079df5e29
- author_url
- https://medium.com/@rajarichardginting
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-24 04:09:36