← Back to list

Debar dari Segelas Kopi

#13 — Eh ternyata, emang nggak cocok

Rekhanadya · 2026-01-04 15:43 · 0 claps · 1.3 min read
#coffee #kopi #kafein
Open on Medium ↗
Wiki topics: 🍳 · Food & Cooking

Debar dari Segelas Kopi

13 — Eh ternyata, emang nggak cocok.

Setelah cukup lama menekuri menu di Kafe yang didominasi cat biru putih itu. Entah bisikan ghaib dari mana, saya akhirnya berani memutuskan memesan segelas Ruma Coffee untuk menemani diskusi siang ini.

Padahal minuman berbahan dasar Kopi biasanya paling saya hindari saat berada di kafe-kafe.

Kewaspadaan ini bukan tanpa alasan, pasalnya saya punya beberapa pengalaman buruk setelah menyeruput kopi yang disajikan.

Mungkin karena kadar kafeinnya tinggi, dan saya tidak toleran terhadapnya. Efeknya mulai dari pencernaan bermasalah sampai badan yang gemetar.

Namun semua itu kutepis siang ini. Sederhana saja, hari ini saya sudah makan siang dan ada keinginan mendalam untuk minum kopi (bosan dengan yang manis-manis).

Saya rasa itu sudah jadi batas aman, karena di kasus sebelumnya saya memang belum makan.

Tapi siapa sangka, muncul hal lain.

Setelah minuman itu selesai saya teguk barang sepertiga gelas, ada perasaan aneh menyelimuti.

Jantung berdebar-debar, tangan gemetar. Tanda-tandanya sih memang sebelas duabelas dengan jatuh cinta. Tapi jelas ini bukan.

Masih dalam tahap normal, saya tidak menganggap ini menganggu. Sampailah pada, saya pulang ke rumah. Debar-debar ini terasa begitu nyata, seperti baru saja melihat setan dan kamu mau kabur keburu nggak bisa.

Karena penasaran saya mulai googling, kemungkinan seseorang mengalami debaran-debaran itu disebabkan oleh stimulan kafein.

Kadar Kafein yang tinggi Umumnya batas konsumsi kafein seseorang per hari adalah 400mg atau setara 2–4 gelas. Meskipun saya hari ini baru minum segelas. Memang sensitivitas orang itu beda-beda. Ada juga faktor pendukung seperti stress atau kecemasan, pola hidup dsb.

Karena sudah kadung, saya melakukan langkah-langkah penyembuhan. Seperti atur pernafasan, minum air putih, makan karbohidrat dan melakukan olahraga ringan.

Ngomong-ngonong soal olahraga ringan. Saya memenuhinya dengan berjalan menuju acara tasyakuran Jalan Baru yang dilangsungkan malam ini.

Hasilnya berhasil, gejala mendebarkan yang tak nyaman itu mereda.

Dari kejadian ini saya belajar, menjaga lebih baik dripada mengobati. Alangkah baiknya tidak usah mendengarkan bisikan gaib entah dari mana asalnya (hehe).

Jangan lupa jaga kesehatan, gaiss.


메타데이터
post_id
dc7bd7dc898e
slug
debar-dari-segelas-kopi-dc7bd7dc898e
url
https://medium.com/@rekhandya/debar-dari-segelas-kopi-dc7bd7dc898e
canonical_url
https://medium.com/@rekhandya/debar-dari-segelas-kopi-dc7bd7dc898e
author_url
https://medium.com/@rekhandya
status
ok
fetched_at
2026-07-13 16:57:44