← Back to list

Tamu

Mereka yang datang dan pergi tentu berharap meninggalkan kesan baik.

dell · 2025-04-28 12:19 · 30 claps · 0.9 min read
#tamu #masa-lalu #prosa
Open on Medium ↗

Tamu

Credit: Tumblr

Credit: Tumblr

Masih terbayang pertanyaan bertubi-tubi darinya saat kukatakan bahwa aku sedang sakit. Rasanya menyenangkan sekali. Seolah ia akan datang dengan sigap dan berusaha membuatku merasa lebih baik.

Namun, nihil yang kudapat.

Apa yang diharapkan dari masa lalu? Ia tidak akan datang lagi. Kalaupun bertamu, ia hanya menyuguhkan luka lama yang dibalut perhatian kosong. Ia hanya berusaha tampak sopan. Bukankah semua tamu seperti itu? Datang dan pergi dengan harapan meninggalkan kesan baik.

Sudah kuhardik hati kecilku agar jangan lagi membuka celah barang sedikit. Namun, ia dengan bodohnya menoreh pisau dan membiarkan kepulan asap kehampaan menguar ke segala penjuru. Siapa pun bisa mengendus aromanya. Ada yang suka dan mendekat seperti burung dan bangkai. Ada yang berjengit jijik dan menjauh tak ubahnya nyamuk dan lavender.

Kutepis semua dalam satu gerakan. Kujahit lagi celah itu yang bahkan cahaya pun menyerah untuk masuk. Buat apa? Buat apa dibuka lagi? Biar tambalannya makin banyak? Sakit, Dell.

Detaknya masih sama payah, warnanya masih merah kemayu. Ia masih belum pulih benar, dan hati kecil ini berani-beraninya bermain belati? Kejam betul. Kesinikan benda jahat itu, kusimpan dulu kalau sewaktu-waktu ada tamu lagi.

Cheers 👣


메타데이터
post_id
dc93977116a0
slug
tamu-dc93977116a0
url
https://medium.com/@dellaarayes/tamu-dc93977116a0
canonical_url
https://medium.com/@dellaarayes/tamu-dc93977116a0
author_url
https://medium.com/@dellaarayes
status
ok
fetched_at
2026-06-29 01:02:39