Di atas pun mereka tidak bebas
Banyak orang memilih skip proses goes to hasil dan akhrinya tidak terampil didalamnya
Di atas pun mereka tidak bebas

Singkat cerita saya lagi diajak untuk naik gunung di daerah Jawa Tengah (nama gunung disamarkan) bersama 3 teman pengangguran karena libur semester. Disini saya tidak berniat untuk cerita bagaimana jalur pendakiannya atau menggambarkan waktu tempuh pendakian dan jarak waktu antar pos untuk bayangan kalian ketika ingin naik juga.
Kenapa begitu? Karena pertama, saya tidak mau kalian menyesuaikan waktu tempuh saya tiap pos, Karena bukan dirancang buat amatir. Daripada kalian maksa fisik tapi ngerepotin tim SAR. Penulis juga sudah sering tek-tok Everest untuk latihan sehari-hari. Kedua, saya emang lupa nyatet tiap kali sampai pos dan kira-kira medan mana saja yang perlu hati-hati (wajar, saya soalnya gak dibayar tapi bayar). Ketiga, Karena memang tujuan awal saya menulis bukan untuk menjelaskan rute, tapi memberikan motivasi dari yang saya liat di puncak.
Cerita tersingkat tiba-tiba saya sudah sampai atas begitu saja. Di puncak itu ternyata ada warung kecil berwarna biru, isi jualannya tidak lebih dari mie, minuman, dan logistik makanan lainnya (tidak mungkin jualan spare part alat berat disitu). Dekat dari warung itu, ada dua kandang burung yang digantung seperti di batang pohon, beserta ada burungnya juga di dalam masing” kandang (bisa diliat di gambar awal, itu gambar asli). Entah juga itu burung jenis apa,yang jelas bukan Burung Elang,dan bukan hewan lain (pempek Ikan Tenggiri misalnya). Terus setelah mengambil foto dari situ muncul pertanyaan dalam diri, “Apa yang mereka rasakan disana?”. Secara maksud saya adalah, mereka berada diatas awan, dengan angin yang segar, pemandangan pagi-sore yang belum tentu bisa dirasakan manusia normal setiap hari, dan bersihnya polusi-polusi hitam yang muncul dari kendaraaan di bawah.
Dua burung itu berada di ketinggian yang damai dan lapang..Tapi kenapa tidak bisa terbang lebih bebas daripada yang berada jauh dibawahnya..
Satu jawabannya: Bagaimana cara dia pergi ke atas
Dugaan awalnya adalah burung ini dibawa dari basecamp sampai puncak dengan keadaan sudah didalam kandang kemudian diangkat oleh pemilik warung disana. Jadi burung ini memang tidak naik dengan usahanya sendiri (terbang dengan sayapnya, bukan jalan sambil bawa hydro pack). Dua burung ini cukup bertengger diam di dalam kandang dan walaa, tibalah di puncak. Tapi setelah di puncak, ya area mainnya kekunci hanya di dalam kandang. Dia tidak bisa memanfaatkan posisinya yang lebih tinggi dari yang lain. Kesempatan dia untuk melihat dunia seluas-luasnya sirna. Semua kenyataan kalau dia bisa lebih baik dari yang hanya di bawah terkurung di balik kandang entah sampai kapan. Akhirnya dia gagal memanfaatkan kesempatan emas itu, dan tidak lebih unggul daripada burung yang di bawah tapi bebas menentukan arah hidupnya. Setelah buurng ini turun pun, dia tidak bisa menceritakan pengalamannya di atas selain sama persis dengan burung kandang rumahan.
Terus apa moralnya?
HARGAI PROSES APAPUN YANG MEMBAWAMU UNTUK KE ATAS.
PUNCAK ITU LEBIH BISA DIMAKNAI DENGAN MELIHAT KE BELAKANG, PROSES LEBIH DIMAKNAI DENGAN MELIHAT KE DEPAN (TITIK TERBAIK)
Banyak orang yang seneng hal-hal instan, termasuk mi instan. Mereka ingin kaya cepat (makanya banyak yang fomo bitcoin atau sejenisnya dan kemudian gagal terus rela online loan), ingin lulus cepat (kamu banyak jokiin tugas sampai skripsi. Setelah lulus, di seleksi kompetensi bidang kamu mendapat nilai jelek dan tidak lulus), ingin cepat punya barang tertentu untuk gengsi( kamu rela ngutang jutaan, yang kemudian malah membebani bunga tiap bulan), ingin cepat punya jabatan tinggi (ngelobi dari oknum tertentu dari kenalan atau transferan, setelah kamu dapat jabatannya malah tidak profesional dan merusak kinerja didalamnya), ingin cepat punya pacar (terlalu gegabah dalam pendekatan, merusak suasana,dan seandainya jadi pun tidak akan bertahan jika ada pemantik konflik sedikit saja), dan banyak keinginan instan yang ada dalam diri seseorang
dari semua ingin-ingin yang cepat tadi, secepatnya kita juga akan bertemu ujung yang mengurung kita dalam penyesalan. Membutakan arahmu dan kemudian jatuh ke dasar dengan luka, karena tangga naikmu saja tidak ada. Kamu mungkin akan mencapai target dengan cepat dan nyaman tanpa perlu usaha yang menguras tenaga dan mental.Kita cuma fokus pada tujuan bukan pada perjalanan. Sebenarnya bagus saja hanya fokus pada tujuanmu, tapi bukan dengan memotong jalan pintas untuk prosesnya. Setelah sampai, kamu hanya akan dihadapi dengan kurungan penyesalan. Tidak bisa menghargai, minim pengalaman, tidak bisa berkembang lebih baik, bahkan tidak bisa menikmati tujuan kita. Setelah kamu gapai, kamu akan tersiksa karena gap kehidupan yang begitu jauh dari awal posisimu di bawah,kamu tidak akan kuat karena kaget begitu banyak perubahan. Sama seperti di gunung, kalau kamu dari bawah langsung ke puncak naik helikopter mungkin cepat dan praktis, tetapi setelah di puncak alam akan mengajarkanmu tentang betapa bodohnya sesuatu yang instan asal keren.
Seandainya burung itu terbang sendiri naik dengan rasa capek dan nafas yang engap ditambah jerih payahnya untuk terus berusaha, tidak perlu orang lain yang mengurangi naik. Maka kelak dia akan sangat menghargai ketika usahanya dibayar dengan bebasnya dia di alam yang asri untuk tempat menjadi lebih baik. Memanfaatkan posisinya untuk menjadi lebih baik dan menyebarkan kebaikan tersebut kepada burung yang masih di bawah.
“Kebebasan adalah segalanya, sangat berharga jika dibayar dengan usaha.”
“Proses adalah hal yang paling bisa dikenang daripada tujuan itu sendiri.”
“Lewati prosesmu, hilangkan usahamu, maka di atas sana kamu akan tersesat.”
“Proses juga merupakan adaptasi secara berkala untuk membiasakan diri kita dengan arus kesuksesan, terbiasa menghadapi gempuran beragam masalah.”
“seberhasil apapun hasilnya, prosesmu yang patut dihargai.. DAN JANGAN PERNAH KAMU LUPAKAN!.”
-Airaka (2025), masih belum sukses
메타데이터
- post_id
- dca594a2147d
- slug
- di-atas-pun-mereka-tidak-bebas-dca594a2147d
- url
- https://medium.com/@rakatoxid/di-atas-pun-mereka-tidak-bebas-dca594a2147d
- canonical_url
- https://medium.com/@rakatoxid/di-atas-pun-mereka-tidak-bebas-dca594a2147d
- author_url
- https://medium.com/@rakatoxid
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-13 06:23:13