Solo Hampa
Aku duduk terdiam di teras rumahku, merindu Solo yang kini hanya tinggal bayang. Kota di mana kenangan dan cinta tumbuh, di mana kau ada…
Solo Hampa
Aku duduk terdiam di teras rumahku, merindu Solo yang kini hanya tinggal bayang. Kota di mana kenangan dan cinta tumbuh, di mana kau ada, namun kini hanya dalam angan. Di sudut-sudut jalan yang pernah kita lewati, aku teringat tanganmu menggenggam hangat. Langkah kecilku kau tuntun dalam damai, di bawah naungan langit Solo yang selalu bersahabat. Solo tanpa hadirmu kini sepi, alun-alun luas tak lagi terasa penuh arti. Bengawan Solo masih mengalir pelan, namun suaramu tak lagi ada dalam lirihnya aliran. Aku rindu sore di teras rumahmu. Saat senja turun, kau ceritakan dongeng lama. Suaramu lembut, bagaikan angin yang tenang, mengisi jiwaku dengan damai yang tak tergantikan.
Solo kini seperti tak lagi lengkap. Tanpamu, ia hanyalah kota yang diam. Tak ada lagi senyummu di pagi yang cerah, tak ada lagi tatapan teduh di setiap petang yang indah. Namun, dalam setiap rinai hujan yang turun, kudengar bisikmu, lembut di antara rintik. Solo tetap menungguku pulang, dan aku tahu kau selalu hadir di sana, dalam diam yang tak pernah hilang. Disetiap doa yang aku ucapkan dalam malam, namamu terucap bersama rindu yang tak pernah padam. Solo, tempatmu bersemayam dalam damai, adalah kota yang akan selalu kujaga dalam kenang sepanjang hayatku yang berjalan.
메타데이터
- post_id
- dcabb15ee3cf
- slug
- solo-hampa-dcabb15ee3cf
- url
- https://medium.com/@khauniyahagista/solo-hampa-dcabb15ee3cf
- canonical_url
- https://medium.com/@khauniyahagista/solo-hampa-dcabb15ee3cf
- author_url
- https://medium.com/@khauniyahagista
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-29 01:02:39