← Back to list

Chemtalks: Pertamax sama Pertalite emang beda ya?

Akhir-akhir ini sosial media kita dipenuhi dengan berita mengenai “Pertamax oplosan” yang bermula dari kasus dugaan korupsi tata kelola…

A Little Pion · 2025-02-27 15:15 · 0 claps · 3.3 min read
#chemistry #fossil-fuels #bensin
Open on Medium ↗
Wiki topics: AI · AI · General 🔓 · Open Source 🧪 · Chemistry 🌍 · Earth Science

Chemtalks: Pertamax sama Pertalite emang beda ya?

Akhir-akhir ini sosial media kita dipenuhi dengan berita mengenai “Pertamax oplosan” yang bermula dari kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah. Sehingga, bermunculan banyak sekali meme seperti ini:

sumber: instagram pandemic talks

sumber: instagram pandemic talks

“Ya, kenapa sih hal-hal kecil begini harus bohong?”

Oke, disini aku nggak ngebahas sama sekali tentang korupsinya. Tapi, kali ini aku akan bahas mengenai pertalite dan pertamax dari sisi kimia nya.

Bensin merupakan salah satu produk olahan dari minyak bumi. Bensin juga termasuk golongan alkana yang merupakan campuran alkana dan rantai C6H14 — C9H20. Di SPBU setidaknya ada tiga jenis bensin, yaitu premium, pertalite, dan pertamax. Tentunya ketiga jenis bensin ini mempunyai perbedaan harga yang sesuai dengan kandungan didalamnya. Namun, premium sudah tidak dianjurkan untuk digunakan karena memiliki kualitas yang rendah. Dari ketiga jenis bensin ini, pertamax memiliki harga yang paling mahal. Meskipun sedang membahas dari sudut pandang kimia, tetapi konsep ekonomi juga berperan disini. Kalau di ekonomi, Menurut MIT Libraries, ada namanya “Pricing with quality perception” atau yang lebih populer dikenal dengan “ada harga ada kualitas”.

Oke, sekarang apakah bensin yang kita beli sudah sesuai dengan kualitasnya?

Dalam dunia per-bensin-an ada yang namanya bilangan oktan atau dikenal juga dengan istilah RON (Reaseacrh octan number). Bilangan oktan merupakan persentase volume dari bahan dasar bensin. Lalu, apa bahan dasar dari bensin?

Bahan dasar bensin itu ada dua. Pertama adalah isooktana dan kedua adalah nomal-heptana (n-heptana). Berikut struktur kimianya:

semakin bercabang rantai alkana nya maka akan semakin tinggi nilai oktan nya. Semakin tinggi nilai persentase isooktana nya maka akan semakin tinggi juga bilangan oktan yang menyebabkan semakin baik juga kualitas bensinnya.

Nah, sekarang diketahui bahwa Pertalite memiliki bilangan oktan 90 yang artinya komposisi bensin terdiri atas 90% isooktana dan 10% n-heptana. Sedangkan pertamax memiliki bilangan oktan 92 yang artinya terdiri atas 92% isooktana dan 8% n-heptana. Dapat dilihat bahwa secara komposisi, pertamax memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan pertalite. Hal ini juga berkorelasi dengan harga nya.

Lalu, apa hubungan nya sama kendaraan bermotor? kenapa pengendara mengisi bensin yang berbeda-beda?

Oke, terlepas dari perbedaan harga, disini aku mau bahas sedikit mengenai knocking dan proses pembakaran.

Selain untuk menunjukkan volume bahan dasar bensin, bilangan oktan juga menunjukkan seberapa tahan bahan bakar terhadap knocking (dentuman) pada mesin pembakaran internal (Teknik mesin UMA, 2023). Knocking dapat terjadi ketika campuran udara-bahan bakar terbakar secara tidak merata atau tidak terkontrol sehingga dapat menyebabkan kerusakan pada mesin.

Sehingga, ketika kita menggunakan bensin yang kualitas nya rendah dan tidak sesuai dengan kualifikasi mesin kendaraan, hal ini dapat memicu terjadinya knocking pada mesin dan akhirnya akan mempengaruhi perfoma pada kendaraan tersebut.

Lalu muncul pertanyaan, bisakah kita menaikkan bilangan oktan? contohnya pertalite dengan bilangan oktan 90 dinaikkan menjadi 92 lalu berubah nama menjadi pertamax :D

Jawaban bisa-bisa saja, tetapi….

Gini, kita bisa menaikkan bilangan oktan (octane booster) suatu bensin dengan berbagai cara:

  1. Meningkatkan rasio senyawa isooktana.Ketika kita meningkatkan rasio senyawa isooktana, maka bilangan oktannya akan bertambah.
  2. Menggunakan zat aditif Methyl Tertiary Buthyl Ether (MTBE). MTBE yang merupakan zat aditif dalam bensin di Amerika Serikat sejak tahun 1970-an. Praktek penambahan MTBE mengalami peningkatan pesat pada era 1990-an dalam rangka untuk meningkatkan efisiensi pembakaran dan mengurangi polusi udara. Seiring peningkatan pemanfaatan MTBE yang mencapai lebih dari 10,5 juta galon/hari sejak tahun 1998, Namun masalah pencemaran MTBE semakin meningkat (Robert, 2005).
  3. Sebelum menggunakan MTBE, sebenarnya Tetra Ethyl Lead (TEL) dulunya lebih umum digunakan, tetapi dihentikan penggunaannya karena tidak ramah lingkungan. Mengutip dari Britannica, “Tetra ethyl lead digunakan pada 1930-an, dengan tujuan memperlambat pembakaran pada mesin, tetapi penggunaannya dihentikan pada 1980-an karena senyawa lead memiliki sifat beracun ketika dibuang dalam proses pembakaran.”
  4. Zat aditif berupa toluene dan beberapa zat aditif lainnya.

Nah, mungkin muncul pertanyaan lagi. Apakah mencampurkan pertalite ke pertamax dapat meningkatkan bilangan oktan?

Jawaban tentu tidak. Hal ini dikarenakan dua jenis bensin ini memiliki komposisi (bilangan oktan) dan karakteristik yang berbeda. Sehingga meskipun dicampurkan itu tidak akan menaikkan bilangan oktannya. Malah, dapat membuat kerusakan pada mesin kendaraan secara perlahan.

Lalu, apakah sebaiknya kita membeli cairan aditif agar bisa menaikkan bilangan oktan pada bensin yang rendah?

Oke, jadi gini. Sebenarnya, Penggunaan cairan aditif boleh-boleh saja digunakan. Hanya saja penggunaan cairan aditif ini hanya memperbaiki kualitas bawaan bahan bakar nya, dan peningkatannya bilangan oktan nya pun tidak terlalu signifikan. Penggunaan zat aditif secara terus menerus dan tidak sesuai dosis atau takarannya dapat menyebabkan adanya endapan pada bahan bakar, sehingga dapat memicu kerusakan atau performa pada mesin kendaraan. Selain itu, penggunaan zat aditif juga bisa memicu masalah baru yaitu “pencemaran lingkungan”.

So, udah ngerti kan?

masa nggak ngerti :D


메타데이터
post_id
dd03d25588bc
slug
chemstory-pertamax-sama-pertalite-emang-beda-ya-dd03d25588bc
url
https://medium.com/@silviawahyuni1/chemstory-pertamax-sama-pertalite-emang-beda-ya-dd03d25588bc
canonical_url
https://medium.com/@silviawahyuni1/chemstory-pertamax-sama-pertalite-emang-beda-ya-dd03d25588bc
author_url
https://medium.com/@silviawahyuni1
status
ok
fetched_at
2026-07-20 20:15:43