← Back to list

16 — Keghaiban yang tersingkap

Hanya Dia yang berhak disembah. Karena hanya Dia yang tahu.

~ menulis · 2023-07-19 23:38 · 0 claps · 3.2 min read
#ghaib #janin #arbain-nawawi #berkah
Open on Medium ↗

16 — Keghaiban yang tersingkap

Hanya Dia yang berhak disembah. Karena hanya Dia yang tahu.

*Dengarkan Audio 📻 untuk mendengarkan audio, buka di chrome atau web browser lainnya [Ikuti di Telegram ✈️](https://t.me/+gURZOu41h9FiMDk9)*

Tahapan penciptaan kita — saya dan anda, dijelaskan oleh sang Nabi ﷻ.

إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِينَ يَوْمًا، ثُمَّ يَكُونُ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يَكُونُ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ

Sesungguhnya salah seorang di antara kalian dikumpulkan penciptaannya dalam perut ibunya selama 40 hari (dalam bentuk nuthfah), kemudian setelah itu 40 hari dalam bentuk segumpal darah, kemudian setelah itu 40 hari dalam bentuk segumpal daging.

Keghaiban itu

Inilah tahapan itu. Seratus dua puluh hari pertama.

Dalam masa itu, tidak ada satupun yang tahu, akan jadi apa janin tersebut. Laki atau perempuan?

Bahkan malaikat-pun tidak tahu. Semuanya hanya menunggu. Menunggu setiap perubahan itu terjadi. Nuthfah, kemudian alaqah, kemudian mudhgah.

Inilah yang diamini juga oleh para ahli kedokteran. Mereka-pun menyatakan bahwa janin sebelum usianya 120 hari belum terlihat jenisnya.

Dan setelah masa itu, tersingkaplah keghaiban tadi. Tersingkap, meskipun tidak semuanya diketahui.

Malaikat tahu, dan para ahli kedokteran pun bisa tahu, dengan teknologi peralatan yang mereka miliki.

Adapun sebelum 120 hari tersebut, tidak mungkin diketahui.

Inilah salah satu keghaiban. Tidak ada yang tahu kecuali sang Tuhan. Allah Rabbul ‘alamin.

Bukti Ketuhanan

Sebuah indikator nyata yang menjadi pembeda. Mana yang berhak mengklaim sebagai tuhan dan mana yang berdusta.

Bacalah akhir surah Luqman

إِنَّ اللَّهَ عِندَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْأَرْحَامِ ۖ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَّاذَا تَكْسِبُ غَدًا ۖ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dialah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. [Luqman:34]

Tidak ada yang bisa mengklaim dirinya tuhan, kalau dia tidak tahu hal yang ghaib.

Hanya tuhan sejati-lah yang tahu hal ghaib. Dan hanya Dia-lah yang berhak menjadi tuhan, dan berhak diibadahi.

Selain Dia, tidak ada! Hanya klaim semata.

Inilah aqidah yang lurus itu. Sesuai fitrah manusia. Menyembah kepada Dzat yang sempurna ilmunya. Menyembah kepada Dzat yang sempurna kehidupannya.

Kerancuan Berpikir

Umumnya kita akan lebih selamat memahami hal ini, jika konteksnya adalah ketuhanan. Kita akan menolak pernyataan pihak-pihak yang menjadikan ketuhanan itu ada pada selain Allah.

Bukan malaikat. Bukan pula Nabi. Atau jin. Atau manusia. Apalagi binatang ternak, atau bahkan kayu dan batu yang merupakan benda mati.

Umumnya demikian, meskipun banyak juga yang tersesatkan dalam hal ini. Dan ini sebuah kesalahan. Bukan kesalahan biasa. Bahkan ini kesalahan besar. Semoga Allah melindungi kita dari hal tersebut.

Namun ada lagi sebuah hal yang justru di sinilah sering menjadi pintu pembuka. Menuju lubang yang dalam, yang bernama kesyirikan.

Keberkahan

Yaitu ketika istilah itu diganti dengan “mencari berkah”.

Sebagian manusia mengatakan: saya tidak menyembahnya, saya hanya mencari keberkahan darinya. Yaitu dari pihak-pihak tidak ada keterangan secara syar’i bahwa terdapat keberkahan padanya.

Sehingga mereka mendatangi makam keramat. Melakukan ritual tertentu. Bahkan berebut kotoran hewan.

Untuk apa? Untuk mendapatkan keberkahan.

Bukan untuk menyembah — menurut pengakuan mereka.

Pada hakikatnya, keberkahan itu hanya boleh dicari pada hal-hal yang sudah dijelaskan secara syar’i.

Karena ini termasuk hal yang ghaib. Hal yang tidak bisa direka-reka dengan akal.

Inilah keyakinan yang diajarkan dalam Islam. Dan banyak dirusak ataupun dikurangi dalam ajaran yang lain.

Meyakini adanya pihak yang bisa untuk ngalap berkah.

Sejarah Kesyirikan

Bukankah itu asal muasal terjadinya kesyirikan pertama di muka bumi ini? Mengharap adanya kebaikan dengan keberkahan yang tidak dijelaskan secara syar’i.

Mereka menyerupakan bentuk orang-orang shalih menjadi patung-patung. Dengan keinginan agar itu menambah kekhusyukan dalam beribadah.

Bukankah itu ngalap berkah yang terlarang? Yang ujungnya adalah mengundang bencana dan kemurkaan.

Mereka jadikan obyek ngalap berkah itu pada hal-hal yang tanpa petunjuk. Bahkan pada benda mati. Batu, kayu, kuburan, dst. Atau pada hewan. Sapi, kerbau, ular, dst.

Sebuah keyakinan yang rusak. Sebuah keyakinan yang tidak sesuai dengan fitrah dan akal sehat manusia. Sebuah keyakinan yang hanya akan menghasilkan kesempitan hidup. Di dunia, sebelum nanti di akhirat.

Dan dibungkus dengan istilah: melestarikan kebudayaan. Padahal sejatinya adalah: melestarikan kesyirikan.

Jika pelakunya tidak menisbatkan dengan Islam, maka silakan saja. Karena memang Islam tidak pernah mengajarkan demikian. Dan itu sebuah kesalahan besar.

Jika pelakunya menisbatkan kepada Islam, maka pengakuan harus dibuktikan. Klaim harus berdasarkan dalil. Adakah perintah Allah dan RasulNya untuk ngalap berkah kepada hal-hal tersebut??

Keghaiban. Menjadi pelajaran penting dalam ketuhanan. Yang hanya bisa divalidasi… Dengan Al Quran dan petunjuk yang mengandung kebenaran. Dari sabda-sabda sang Nabi dan benarnya pemahaman. Sesuai pemahaman generasi yang telah mendahului kita dalam kebenaran. Para shahabat dan mereka yang mengikutinya dengan kebaikan. Sampai nanti hari kiamat yang mencekam.


메타데이터
post_id
ddf973a8987f
slug
16-keghaiban-yang-tersingkap-ddf973a8987f
url
https://medium.com/@fawaid/16-keghaiban-yang-tersingkap-ddf973a8987f
canonical_url
https://medium.com/@fawaid/16-keghaiban-yang-tersingkap-ddf973a8987f
author_url
https://medium.com/@fawaid
status
ok
fetched_at
2026-06-29 01:02:39